Test welder tujuannya adalah untuk melihat kemampuan welder menghasilkan sound weld bukan untuk menghasilkan mutu las lasan yang memenuhi mechanical properties tertentu. Sehingga kenapa dalam test welder cukup dilakukan X ray atau bend test aja. Kalau masalah WPS itu hanya guidence dalam melakukan pengelasa selama welder test.
Tidak masuk akal juga kalau mengelas tidak ada WPSnya. WPS disini bukan dijadikan concern dia akan menghasilkan las lasan yang kuat. Tapi untuk menghasilkan sound weld.

Tanya – lukman hakim

Selama siang pak/bu,

Saat ini salah satu project kami sedang melakukan welder test, dimana WPS yang kita gunakan menggunakan size electrode 3.2 mm dan brand (xxx) sedang actual yang kita gunakan 2.6, 3.2 dan 4 dengan brand yang berbeda. Setahu saya aturan di ASME IX untuk perubahan non essential variable tidak perlu requalifikasi ulang karena tidak berpengaruh terhadap mechanical properties dan nilai impact hasil pengelasan, namun timbul keraguan Client kami dengan dasar semua item di Welding Procedure Specification itu harus diikuti semuanya dan hal tersebut diamini oleh inspector dari Ditjen Migas yang ikut witness welder test tersebut. Walaupun pada akhirnya Client bisa menerima penjelasan kami tapi Inspector dari Ditjen Migas tetep bersikukuh bahwa WPS harus direvisi sesuai dengan yang dilapangan. Mohon penjelasaanya dari para senior. Thanks be4.

Tanggapan 1 – rahmat ardiansyah

Ya mereka harus bisa membaca dan mengerti code pak. tetapi kalau pelanggan kita meminta lebih dari spec ya harus bayar. lah kita kan dagang. sell the dragon deliver the phoenix………………apapun bisa asalkan sesuai ya kan pak hakim.

Tanggapan 2 – Tek Ri

Selamat sore,

Saya kira ini masih sebatas interpretasi dari fungsi WPS. WPS sebagai arahan untuk membuat lasan yang bagus. Tidak membahas masalah essential atau tidak essential dahulu.

Jika WPS bilang ‘dia 3.2’, maka welder hanya boleh mengikuti apa yang ditulis di WPS.
Jika WPS tertulis ‘dia 2.6, 3.2 dan 4’, maka welder punya pilihan untuk memakai ketiga ukuran tersebut.

Tanggapan 3 – El Mundo

Pak Rahmat,

Kata2nya belum lengkap.. seharusnya ditulis lengkap.

‘sell the dragon deliver the phoenix…that is chitting.. I will never ever do bussiness with you guys again’.

Tanggapan 4 – novembri nov

Untuk kasus seperti ini kalau kita merujuk ke Code standard ASME IX sudah jelas diameter kawat las bukanlah hal yang essential. Jadi mau dipakai kawat berapa aja secara code mestinya OK.

Harus juga dipahami bahwa code standard adalah minimum requirement. Kalau clientnya mau di pilah 2x dalam WPS ya mesti di ikuti. Tapi harus tertuang dalam client spec, bukannya omongan client di lapangan ketemu terus minta ganti atau di rubah. Inilah yang harus diperhatikan oleh para client mestinya sebelum complaint harus check dulu apa yang akan dicomplaint nanti pas dijelaskan complainnya nggak jadi. Kelihatan si client juga kurang paham dengan requirment ASME IX.

Masalah orang MIGAS ya kalau client udah nggak mempermasalahkan mestinya dia udah nggak perlu menuntut lagi. Semua khan ikut spec nya code and standard + specnya client. Nggak ada tuh specnya 3rd party.

Client dan Inspector 3rd party harus check sebelum complaint. Inspectornya fabricator apa lagi ….jangan cuma jadi checker aja.

Tanggapan 5 – adi yudistira

Yang saya tangkap concernnya ada 2, yg pertama diameter electrode dan brand of electrode dengan asumsi saya prosesnya adalah SMAW atau GTAW. Kalo refer to ASME IX memang dua2nya non essential (untuk brand name tdk menjadi variable dlm ASME IX) tapi saya pernah ada pengalaman dalam suatu client spec yg meminta brand of electrode jadi essential.
Mungkin kasusnya bisa sama.. jadi Pak Lukman bisa check ke client spec ada ngga ayat yg menyebutkan hal tsb.

Tapi memang kalo saya baca lagi dari penjelasan Pak Lukman tersirat disitu kayaknya something wrong with ur client.. jadi further action-nya gini aja, kalo Pak Lukman sudah yakin benar (after check segala macem) coba ‘tantang’ mereka untuk sign report atau semacam berita acara yg menyatakan bahwa mereka memang tdk setuju dgn perubahan diameter dan brand electrode. Bilang aja buat evidance documentasi back charge..takut2in dikit hehe. Kalo tak mau sign ya ga usah diturutin kemauan mereka…

Pembahasan selengkapnya dari diskusi yang diambil dari Mailing List Migas Indonesia pembahasan bulan September 2008 ini dapat dilihat dalam file berikut: