Select Page

Total SA mengatakan menyerahkan tender pembangunan untuk joint venture kilang Jubail senilai 10 milyar dolar dengan Saudi Aramco yang telah ditunda karena ketidaktentuan pada pasar keuangan global.

Penulis : Eric Watkins

Total SA mengatakan menyerahkan tender pembangunan untuk joint venture kilang Jubail senilai 10 milyar dolar dengan Saudi Aramco yang telah ditunda karena ketidaktentuan pada pasar keuangan global.

Partnernya, Aramco 62.5% dan Total 37.5%, sebelumnya mengatakan tender untuk membangun fasilitas 400,000 b/d akan diserahkan pada quarter pertama tahun 2009. Perusahaan Perancis mengatakan penyerahan kontrak pembangunan akan diundurkan pada sekurang-kurangnya 3 bulan.

Minggu lalu, dalam pengembangan yang terkait, Aramco mengatakan bahwa pembatalan kontrak diserahkan pada bulan Juli kepada cabang Saipem Snamprogetti untuk pengembangan offshore lahan minyak Manifa.

Minyak dari Manifa dimaksudkan untuk kilang minyak Jubail, menurut Jean-Jacques Mosconi, vice-president senior Total untuk srategi dan pengembangan.

Pada bulan Juni, Mosconi yang mengatakan di European Fuels Conference bahwa kilang Jubail akan memproses Arab Heavy dan grade baru dari lahan minyak Manifa, yang dijadwalkan akan memulai produksi pada tahun 2011.

“Kira-kira 70-80% dari Manifa akan mengalir ke Jubail,’ kata Mosconi delegasi konferensi yang menambahkan bahwa produk hasil penyulingan di komplek kilang akan di ekspor, kebanyakan ke Eropa, sementara beberapa akan dikirim ke Asia.

Keputusan untuk menunda kilang Jubail mengikuti pengumuman pertama oleh Saudi Aramco dan ConocoPhillips untuk menunda proses bidding untuk pembangunan dari 400,000 b/d kilang minyak serupa di Yanbu.

Sumber: www.ogj.com

Share This