Dalam Pembangunan kapal baru biasanya tergantung dari pihak owner. Pihak owner bisa menunjuk sendiri Marine Consultan. dan pihak marine consultan menyediakan calculation, drawing dan technical specification hingga class approval sesuai permintaan owner dan menunjuk shipyard sebagai builder atau pihak owner menyerahkan semuanya kepada shipyard mulai desaign hingga menjadi kapal class approval dan sesuai yang di inginkan owner. Semuanya terserah owner sebagai pemesan kapal dengan mempertimbangkan mana cost yang lebih save tentunya.

Tanya – eloeid Nasrul@badaklng

Dear All,

Terima kasih atas respon terhadap posting sebelumnya mengenai
kualifikasi manpower untuk ship-building.

Berikutnya saya mohon dapat sharing pengalaman mengenai proses
pengadaan kapal baru mulai dari nol sampai serah terima kapal.

Apakah ada aturan khusus yang mengatur mengenai proses-nya. Apakah
proses berikut sudah sesuai aturan dan practicable :

1. Tender kepada Marine Consultant untuk membuat ‘Tender Package’
kepada shipyard yang isinya adalah : Draft Contract, Technical
Specification, Drawing and Calculation termasuk approval dari Class.

2. Berdasarkan Tender Packgae tsb, kemudian di tenderkan lagi untuk
pembangunannya ke Shipyard.

Untuk proses No.1, apakah bisa tidak ditenderkan dan langsung
menunjuk suatu perguruan tinggi tertentu ? Bagaimana aturan bakunya ?

Apakah bisa ditempuh satu kali tender saja langsung kepada
shipyard ? Sehingga galangan/shipyard juga yang akan membuat design,
memintakan approval class dan sekaligus membangun kapalnya ? Owner
hanya menentukan class apa yang mau dipakai, dan shipyard akan
berhubungan dan class tsb.

Atau mungkin ada prosedur dan proses yang lebih umum dan sesuai
aturan yag berlaku ? Undang2/PP/KeMen apa saja yang berhubungan
dengan proses pengadaan tsb ?

Tanggapan 1 – joko wahyu

Dalam Pembangunan kapal baru biasanya tergantung dari pihak owner.

1. pihak owner bisa menunjuk sendiri Marine Consultan. dan pihak marine consultan menyediakan calculation, drawing dan technical specification hingga class approval sesuai permintaan owner. dan menunjuk shipyard sebagai builder.

2. atau pihak owner menyerahkan semuanya kepada shipyard mulai desaign hingga menjadi kapal class approval dan sesuai yg di inginkan owner.

Semuanya terserah owner sebagai pemesan kapal dengan mempertimbangkan mana cost yang lebih save tentunya.

Tanggapan 2 – Jamsir Sabara

Dear Pak Nasrul,

Tidak ada bedanya antara pengadaan kapal baru dengan tender pengadaan yang lain.

Tentang pilihan menggunakan Marine Consultant (MC) atau langsung ke Shipyard, sangat tergantung dari manajemen perusahaan anda. Keduanya lazim dilakukan.

Penggunaan Marine Consultan dengan SOW yang anda sebutkan biasanya dilakukan oleh perusahaan yang core business nya bukan Marine. Misalnya Pabrik Pupuk yang ingin membangun kapal bulk carrier biasanya menggunakan marine consultant. Namun kontrak dengan shipyard tetap pabrik pupuk tersebut dengan bantuan marine consultant dan biasanya masa kerja MC sampai dengan masa penyerahan kapal. MC dalam masa pembangunan berfungsi sebagai owner rep.

Untuk perusahaan yang memang inti bisnisnya adalah kapal, misalnya BLT (Berlian Laju Tanker) biasanya mereka menggunakan marine consultant hanya untuk design saja. Dari hasil design itu BLT akan ke shipyard.

Untuk classification nya, perusahaan anda atau galangan bisa melakukan kontrak untuk drawing dan calculation approval. Saran saya, sebaiknya galangan yang kontrak dengan classification body, perusahaan anda hanya merekomendasikannya.

Tanggapan 3 – Nasrul Syahruddin Nasrul@badaklng

Thanks Pak Jamsir atas pencerahannya.

Tanggapan 4 – Yuyus Uskara

Pak Nasrul, ini ada paper masalah shipbuilding contracts dan hal-hal yang berkaitan dengannya.

Bapak juga bisa download papers yang berkaitan dengan contract, liability, dan semacamnya di:

http://www.fishermaritime.com/papers.html

Goodluck.

Tanggapan 5 – Yuyus Uskara

Eh ternyata exceed 10KB attachment-nya, ini saya kirimkan ke email Bapak langsung.