Parameter operating temperature dan operating pressure adalah untuk menentukan ketebalan material yang digunakan (minimum) untuk material tertentu. Sedangkan penentuan wire filler (welding rod) adalah berdasarkan spesifikasi material yang akan dilas dengan melihat material strength dan komposisi kimianya (penentuan awal).

Tanya – Puguh Sampurna@plant.tripolyta

Saya mempunyai material flange DIN C 22.8 mau saya las dengan material A 53 GR B kawat las yang saya gunakan ER-70S-G dimana operating temperature + 20 deg C dan Operating Pressure 18 Kg/Cm 2 G.

Terus jika material flange DIN C 22.8 mau saya las dengan material A 333 GR 6 kawat las yang saya gunakan ER-70S-G.
Mohon pencerahan.

Tanggapan 1 – Endri Prasetyo

Pak Puguh,

Sebelumnya cmiiw bagi yang expert. Setahu saya parameter operating temperature dan operating pressure adalah untuk menentukan ketebalan material yang digunakan (minimum) untuk material tertentu. Sedangkan penentuan wire filler (welding rod) adalah berdasarkan spesifikasi material yang akan dilas dengan melihat material strength dan komposisi kimianya (penentuan awal).
Saran saya, coba dilihat aplikasi kawat las pada katalog manufacturernya apakah aplicable untuk kedua material tsb. Kalaupun cocok, selanjutnya perlu ada pengujian sehingga parameter lain pada saat pengelasan dapat dibuat acuannya.
Maaf mungkin belum menjawab.

Tanggapan 2 – Dwi A.S. Utomo

Pak Endri tidak salah, cuma kurang sedikit lagi.

Operating Temperatur dan Operating Pressure adalah untuk kepentingan proses. Yang menjadi acuan dalam menentukan material requirement (spec & thickness) adalah Design Pressure dan Design Temperatur.

Mat’l spec dan thickness ini yang kemudian menjadi variabel2 pada WPS.
Untuk pertanyaan pak Puguh, kalau WPS & PQR untuk case1 (flange DIN C 22.8 to A53 GR B with rod ER-70S-G) sudah okay, saya pikir nggak ada masalah untuk case2.
Welding experts, please CMIIW.