Dalam proses interview yang dilakukan oleh perusahaan terhadap kandidatnya selalu mengacu kepada standar proses recruitment masing-masing perusahaan. Demikian juga dengan standard jawaban dari kandidat, akan selalu mengacu kepada sebuah analisa penerimaan perusahaan terhadap kandidat pekerja. Bila anda bertanya, apakah sebaiknya diutarakan terhadap rencana melanjutkan studi setelah anda diterima kerja, artinya anda sudah merencanakan dan harusnya sebagai kandidat pekerja, anda harus mengatakan secara jujur dalam interview.

Tanya – thoma_jobs

Kakak-kakak dan kawan-kawan sekalian, saya minta sarannya ya…

1. saya punya rencana untuk meneruskan magister setelah diterima
bekerja, dan ada cukup biaya, apakah perlu saya mengutarakan hal ini
ke interviewer baik ketika ditanyakan maupun tidak?

2. ada yang bilang untuk ketika kita ditanya salary yang diharapkan,
langsung sebutkan nominalnya, tapi ada juga yang bilang tidak usah
menyebutkan nominal kecuali jika kita tahu standar di perusahaan
tersebut, yang benar yang mana? gimana kalo kita gak punya teman di
perusahaan tersebut?

3. berapa standar salary untuk fresh graduate seperti saya? saya S1
Teknik Kimia.

Terima kasih sebelumnya atas sarannya…

Tanggapan 1 – pungki purnadi

Dear Thoma,

Dalam proses interview yang dilakukan oleh perusahaan terhadap kandidatnya selalu mengacu kepada standar proses recruitment masing-masing perusahaan. Demikian juga dengan standard jawaban dari kandidat, akan selalu mengacu kepada sebuah analisa penerimaan perusahaan terhadap kandidat pekerja.

Bila anda bertanya, apakah sebaiknya diutarakan terhadap rencana melanjutkan studi setelah anda diterima kerja, artinya anda sudah merencanakan dan harusnya sebagai kandidat pekerja, anda harus mengatakan secara jujur dalam interview.

Ada dua sisi yang berbeda dari jawaban jujur anda di kaca mata perusahaan.
Pertama adalah, anda dianggap orang yang memiliki keinginan dan motivasi belajar yang cukup tinggi. Atau dengan kata lain sebagai sisi positif anda.
Kedua adalah perusahaan melihat sebagai suatu kelemahan anda, karena dianggap tidak serius untuk mendapatkan pekerjaan, akan tetapi lebih fokus kepada rencana pribadi yang akan banyak mengganggu rencana penempatan anda di pekerjaan nantinya, karena konsentrasi kerja yang kurang dan waktu kerja yang akan diambil.

Jadi bila anda secara jujur harus mengatakan rencana ini, maka anda harus membuat alasan yang kuat dan menjamin bahwa perusahaan akan mendapatkan keuntungan dengan rencana anda.

Sedangkan soal salary dan bila anda tidak memiliki informasi dari teman yang ada di dalam perusahaan, maka lagi-lagi anda harus mengatakan secara jujur bahwa salary yang diharapkan ada baiknya disesuaikan dengan standar perusahaan yang tentunya akan kompetitif terhadap pasar tenaga kerja.

Terakhir kira-kira berapa standard fresh graduate teknik kimia, bila bekerja di oil & gas industry, akan sangat tergantung jenis perusahaan nya, apakah perusahaan migas, atau perusahaan jasa penunjangnya atau perusahaan engineering oil & gas. Akan tetapi yang jelas bahwa standard salary fresh graduate di industry oil & gas akan lebih besar dibanding industry lainnya.

Demikian kira-kira pencerahannya.

Tanggapan 2 – awibawa@rpe-engineering.com

Dear Thoma,

Setuju sekali dengan yang disampaikan oleh pak Pungki, sangat informatif
sekali dan kalau boleh saya menambahkan sedikit bahwa ada baiknya dalam
proses interview hanya menjawab pertanyaan yang ditanya oleh
interviewernya.

Jadi jika nanti dalam proses intervw tidak ada pertanyaan sehubungan dgn
planning kedepan anda atau sekitar hal2 yang berkenaan dgn plan yang Thoma
akan ambil kedepan, sebaiknya belum waktunya untuk di share pada saat
interview tersebut, namun jika jika ada pun pertanyaan mengenai hal
tersebut, perlu juga dicermati nanti dalam menjawab, jadi selain anda
jujur dgn mengutarakan niat dalam mengambil master juga menjelaskan
advantages dari plan tersebut sebagai nilai positif untuk keuntungan dari
sisi perusahaan nantinya.

Saya rasa cukup sekian dan semoga berhasil dalam interview nya. Terima kasih.

Tanggapan 3 – Nataniel Mangiwa

Mas Thoma, saya tidak membantu menjawab..tapi malah ingin mencoba membuat anda berpikir sendiri.

Menurut mas thoma, apa fair kalau anda sebagai interviewe selalu berkata jujur sementara interviewer anda tidak demikian? Apakah fair kalau anda sangat terbuka sementara interviewer anda tidak seterbuka anda dalam hal menceritakan keadaan sebenarnya tentang perusahaannya?

Selamat berpikir..

Tanggapan 4 – Thoma Saputra

Terima kasih banyak untuk pak pungki, pak eko, pak ardian dan pak wibawa, saya jadi punya gambaran…

Kapan-kapan saya minta sarannya lagi ya pak, maklum baru aja lulus, jadi belum tau tentang dunia kerja.

Untuk pak pungki, kapan ada rencana jadi pembicara di jogja lagi pak? saya pernah jadi peserta ketika bapak jadi pembicara di acara SPE-nya UPN jogja.

Tanggapan 5 – pungki purnadi

Goodluck Thoma.

Untuk acara oleh SPE UPN Yogyakarta akan diadakan kembali pada 20 – 22 November tahun ini, dan kebetulan kami akan diundang kembali untuk sharing bagaimana menuliskan CV bagi para fresh graduate.

Untuk acara ini akan dilewatkan ke KMI dan kami juga sudah meminta pihak SPE UPN Yogyakarta untuk mengirimkan undangan resminya.

Jadi silahkan menghubungi SPE UPN Yogyakarta untuk detail acaranya.

Tanggapan 6 – Johanes Anton Witono

Thoma,

1. Saran saya buat para fresh grad seperti anda adalah miliki
perencanaan karir pribadi yang mantap (dalam hal ini termasuk apabila
anda berencana melanjutkan sekolah lagi). Dengan demikian, dalam
strategi pencarian lowongan kerja atau jika dipanggil tes, dsbnya akan
lebih mudah untuk menentukan langkah selanjutnya. Sehingga seperti
yang dikatakan Pak Pungki, apabila anda memang berencana lanjut kuliah
dalam waktu dekat, maka pertanyaannya untuk apa anda kerja? gain
pengalaman, mengisi waktu, dll…..

Hal ini juga sering muncul pada saat interview untuk fresh graduate,
misalnya: apa rencana anda 1 tahun, 3 tahun, atau 5 tahun ke depan…
akan terasa menjadi ‘tricky’ question buat mereka yang tidak well
prepared. Ujung2nya jawabannya ngambang atau terlalu umum…

Intinya, bagaimana agar pada setiap path karir kita memberi gain buat
semua pihak (anda dan perusahaan/ kampus).

2. pertanyaan soal salary buat saya juga ‘tricky’ question. Saya rasa
masukkan dari Pak Pungki cukup menjawab, tentunya beliau lebih
pengalaman sebagai interviewer, kalau saya khan interviewee juga…
he3x… Kalau anda tidak punya teman di perusahaan tersebut, siapa
tahu teman tersebut ada di Milis Migas… nah lho… atau jangan2
interviewernya juga orang Milis Migas Indonesia… :).

3. bicara salary buat fresh graduate, saya setuju kalau kita melihat
ke standar pasar untuk fresh graduate yang mana pasti berbeda-beda
tergantung jenis industrinya. namun saran saya, yang penting untuk
dikejar oleh fresh graduate adalah pengalaman kerja dan pengetahuan
dulu. Kalau pun menurut anda salary anda rendah, maka pengalaman/
pengetahuan anda itu yang akan mengangkat salary anda selanjutnya…

Pak Pungki,

Saya juga menagih schedule-nya di Balikpapan nih… :).

Selamat interview,

Tanggapan 7 – Didie

Sedikit menambahkan Pak Anton,

Gini mas Thoma,

1) Usahakan jangan berikan info terlebih dahulu kalo anda ingin mengambil
kuliah tersebut, karena yang diinginkan oleh perusahaan adalah waktu dan
pikiran anda bisa full untuk perusahaan. Melanjutkan kuliah bagus, tetapi
pastikan dahulu kalo posisi anda di kantor sudah benar2 settle dan
user/atasan anda sudah bisa memaklumi bila suatu saat anda harus izin untuk
urusan kuliah tsb. Jangan justru kuliah malah membuat performance kerja anda
menurun, itu intinya.

2) Betul seperti Pak Anton katakan, anda belum berhak untuk nego or say
something about salary, karena capability anda belum teruji, karena itu
untuk fresh, diniatkan saja untuk belajar dan menimba ilmu. Bila memang
kenyataannya anda sudah ‘proven’ dan punya track record yg bagus, baru bisa
move or nego ke perusahaan untuk minta salary increment. So, just follow
company standard. Perusahaan pun pasti akan fair untuk memberikan info
standar gaji untuk fresh.

3) Standard gaji fresh mempunyai variable yg berbeda-beda, semua tergantung
dari Job Descnya. Coba cek aja sama teman2 seangkatan. Takutnya bisa jadi
perdebatan tanpa henti bila sudah menyebutkan angka.

Selamat berkarya.

The struggle will never end, The end is the beginning.