Di ASME B31.3 dikatakan sbb : ‘Design pressure shall not be less than the pressure at the most severe condition…during services’. Dari klausul tsb, design pressure tidak boleh lebih kecil (minimal sama) dengan pressure pada kondisi ekstem operasional. Namun menurut saya kondisi ekstrem tsb, bukan kondisi operasi normal (operating pressure). Jadi interpretasi saya, operating pressure (normal condition) selalu lebih kecil dari design pressure. Yang boleh sama adalah pressure pada kondisi extreem/severe.

Tanya – Gamler.Sigalingging@ptcs

Dear milister,

Dalam piping design client kami, design pressure=operating pressure, menurut saya tidak menyalahi aturan code tetapi dari segi safety factornya bagaimana?saya kurang mengerti mohon penjelasan para senior mungkin ada alasan lain yg membuat operating press. Harus dibawah design press.

Tanggapan 1 – fuad mubaraq

Pak Gamler

Menurut saya operating presure adalah tekanan yang rill terjadi dalam process, sedangkan design presure adalah max presure yang masih bisa ditoleransi oleh suatu equipment.
biasanya design presure lebih tinggi dari working presure, agar equipment tersebut misalnya pipa bisa dipakai untuk berbagai operating pressure.

Maaf jika saya salah.

Tanggapan 2 – Rizky Adnan@kbr

Pak,

Kalau dilihat dari design untuk ketebalan pipa/schedule..

Biasanya untuk pipa yg besar (26′ above) dipakai dp=op.. dgn tujuan agar didapat pipa yg lbh tipis untuk menekan cost…

Tp tentunya syarat lainnya harus dipenuhi sesuai dgn standard mis: ASME B31.3.

Semoga membantu.

Tanggapan 3 – Dwi A.S. Utomo

Kalau masalah safety factor, perhitungan thickness required for pressure ASME B31.3 maupun B31.8, juga ASME VIII, sudah memperhitungkan safety factor dengan membuat angka S (max. allowable stress) yang hanya sekian % dari UTS (ultimate tensile strength).
So mestinya dari sisi safety (dalam hal ini pressure) ya nggak masalah DP=OP.

Setahu saya (CMIIW please) DP dibuat lebih tinggi daripada OP untuk mengantisipasi adanya surge (lonjakan pressure) yang bisa saja terjadi pada bagian-bagain proses tertentu, apalagi di sekitar sumur.

Dari sisi operasionalnya, ya pasanglah safety valve yang sesuai, baik jumlah maupun settingan-nya.

Tanggapan selengkapnya dari rekan-rekan Mailing List Migas Indonesia pembahasan Bulan September 2008 ini dapat dilihat dalam file berikut: