Mohon bantuan pencerahan tentang prosedur pengelasan ditanki BBM yang sedang running.Sebagai informasi kami berencana akan memasang alat diroof tank dan diperlukan pengerjaan pengelasan.

Tanya – Indra djaja

Dear milister,Mohon bantuan pencerahan tentang prosedur pengelasan ditanki BBM yang sedang running.Sebagai informasi kami berencana akan memasang alat diroof tank dan diperlukan pengerjaan pengelasan.

Tanggapan 1 – Harlion Bahar

Pengelasan tanki BBM yg sedang running sangat2 beresiko.

Tanggapan 2 – Crootth Crootth

Beresiko? seberapa beresiko??

Jenis BBM nya apa dulu?

Tekanan Operasinya apa dulu?

Temperatur operasinya berapa dulu?

Tekanan dan temperatur design nya berapa?

Terdapat blanketting tidak?

Blankettingnya berupa gas inert tidak?

Terdapat PSV/VPSV tidak?

Bisa dilakukan inerting dengan N2 atau gas inert lain secara kontinyu tidak?

Jika inerting secara kontinyu bisa dilakukan, berapa flowratenya? Melasnya di bagian mananya roof tank?

Apa mungkin level diturunkan dan inert diperbanyak?

Pertanyaannya bukan safe apa tidak… melainkan how SAFE is SAFE?

Sekali lagi, pertanyaanya sama sekali tak membantu…

Tidak ada jawaban yang pasti untuk kasus ini.

Tanggapan 3 – hasanuddin

Mas Indra,

Pertama2…jangan di’bingung’kan oleh rentetan pertanyaan balik mas DAM ya… ;-))

Kedua, hmmm…karena saya praktisi, maka skema simple yg sy usung yaitu pake hot tap. Selama material induknya tdk membutuhkan PWHT seems that the only acceptable method is hot tap.

Simply sequences-nya sbb:

– tentukan lokasi dimana koneksi baru direncanakan akan dipasang

– check current wall thickness-nya dg UT. Pastikan material induk (roof tank) maupun new assembly (nosel) tdk membutuhkan PWHT (refer to ASME sect VIII, wt-nya mesti below 1-1/4′ atau 1-1/2′ dg preheat 200deg F)

– kalkulasikan remaining strength-nya (dari wall thickness diatas). Hati2 thd efek brittle fracture krn pengaruh pengelasan terutama utk tanki yang udah tua (see API 653)

– observasikan aspek safety-nya (see API 2201 utk guidance)

– persiapkan WPS dan metode inspeksi yg sesuai.

– lakukan JSA / TSA (job safety analysis/task risk assessment) dan persiapkan segala recommended action maupun rencana mitigasi (e.g nyiapin APAR, blanketing, dll) .

– turunkan level fluida ke titik elevasi yg seminim mungkin (see API 653)

– jalankan hot tap dan kontrol pelaksanaanya dg seksama (para pemain hot tap silahkan share method-nya) .

Detil2 kuantitatif yg njelimet e.g HAZID/HAZOP, QRA, dll itu porsinya mas DAM deh utk jelasin..:-) )

Soalnya, dengan common bujet USD 30 K / titik koneksi (it depend to any other criterias ya…), kita2 gak ada alokasi dana utk kasih integrated HAZOP services ke client niy.. Kan mahal mendatangkan HAZOP leader dari seberang pulau sana….wkwkwk ๐Ÿ™‚ .

Semoga cukup membantu.

Tanggapan 4 – Crootth Crootth

Hahahaha…

Mas Hasanuddin bisa aja….

Sependek pengetahuan saya, salah satu prosedur umum hot tap (pada pipa) adalah mengalirkan fluida, sebagai media pendingin panas lasan (juga menjaga tekanan tetap positif), nah dalam mengelas roof tank ini bagaimana metode pengaliran fluida (secara kontinyu) nya dilakukan? Apa mungkin breather valve line dan vent line mengalirkan fluida sebanyak yang dibutuhkan?

… saya sebagai mantan Process Engineer kok itu tidak mudah dilakukan.

Apa ada standar API yang bisa menyatakan penggantian aliran kontinyu (sebagaimana hot tap pada perpipaan) dengan inerting sistem? Maaf saja kalau saya ketinggalan berita, udah lama ga bongkar bongkar satu satu standard API.

Sekali lagi pertanyaannya bukan SAFE atau tidak, tapi seberapa SAFE yang dinyatakan SAFE itu? bingung kan?

Tanggapan 5 – Ade Surya

Sebagai tambahan bahan referensi bisa di lihat informasi kecelakaan/ lesson learn dari berupa video yang bisa dilihat via youtube.(judulnya death in the oilfiled).

http://www.chemsafety.gov/

Dimana ada fatality pada saat melakukan pengelasan di bagian atas tangki.

Mudah-mudah berguna.

Tanggapan 6 รขโ‚ฌโ€œ hasanuddin

Hehehe..udah lama gak buka2 API std? Wkwkwk…baca publikasi riset emang lebih mengeksplorasi adrenalin ya?? Hehehe

Di API ada mas..nanti saya postingkan setelah buka laptop-nya Tukul…

Tanggapan 7 – hasan uddin

All

Mohon maaf, stelah membuka reference API 653 saya dapati bahwasanya ternyata hot tap TIDAK DIPERBOLEHKAN untuk dilakukan di roof tank (ref to par 9.14.1.4). Hot tap hanya diperbolehkan untuk bagian shell dari tanki.

Mohon maaf atas kelalaian ini..

Tanggapan 8 – Anung Hernawan

So ..

Balik ke clue sebelumnya dan dengan asumsi sbb:

Jenis BBM nya apa dulu? (Class 1A)

Tekanan Operasinya apa dulu? (atmospheric Tank)

Temperatur operasinya berapa dulu? (20 C)

Terdapat blanketting tidak? (No)

Blankettingnya berupa gas inert tidak? (No)

Terdapat PSV/VPSV tidak? (YA)

Bisa dilakukan inerting dengan N2 atau gas inert lain secara kontinyu tidak? (YA..sebagai salah satu alternatif yang menurut saya reasonable dengan N2 atau CO2 innerting secara kontinyu selama pengelasan).

Jika inerting secara kontinyu bisa dilakukan, berapa flowratenya? (Flow rate min 2x laju peguapan liquid dengan tetap menjaga level LEL as mentioned at your HOT work proc.)

Apa mungkin level diturunkan dan inert diperbanyak? (Level se rendah kita bisa).

dan..

Kalau sekedar memasang alat, mungkin masih bisa memasangnya di tutup roof manhole. So tinggal ambil tutupnya di fabrikasi dan dipasang kembali….