Dokumen apa saja yang harus disiapkan dalam membuat suatu commisioning procedure terutama dalam bidang saya piping & mechanical. Saya sangat membutuhkan sekali sharing dan pencerahan dari rekan millist sekalian. Atas bantuan dan kerja samanya sebelumnya saya ucapkan terima kasih saya tunggu jawabanya baik di forum diskusi ini ataupun via Japri.

Tanya – robby yuli yuli

Dear all Millister

Mohon ma’af sebelumnya saya ini pemain baru di dunia oil & gas , saya ingin menanyakan dokumen apa saja yang harus di siapkan dalam membuat suatu commisioning procedure terutama dalam bidang saya piping & mechanical. Saya sangat membutuhkan sekali sharing dan pencerahan dari rekan millist sekalian. atas bantuan dan kerja samanya sebelumnya saya ucapkan terima kasih saya tunggu jawabanya baik di forum diskusi ini ataupun via Japri.

Untuk Pak Moderator yang baik hati saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besar nya.

Tanggapan 1 – roeddy setiawan

Dear Robby,

Pak Robby, petanyaan bapak luas sekali (mechanical &Pipings), kalau lebih spesific saya rasa akan banyak yg merespond mengenai apa yg bapak perlukan. bisa turbin gas,steam turbine,motor,diesel,crane etc kalau piping saya kira bapak bisa start mulai dari mecanical acceptance (fungtionality,fabrication,protection,code compliance dst) tetapi kalau bapak sbg contractor semua ini sudah ada di bid package dr pekerjaan yg perusahaan bapak menangkan dr bohir. Kalau bapak owner, company umumnya sudah punya standard acceptance criteria untuk pekerjaan sejenis jadi kita tak usah re inventing the whell.its must be there somewhere in library or job book.

Tanggapan 2 – robby yuli yuli

Terima kasih Pak Rudy atas responsnya , di tempat saya bekerja saat ini sedang menyiapkan suatu commisioning procedure tentang proses transportasi pipa gas, kebetulan saya sebagai project engineer ( disiplin piping & mechanical ) menurut pengalaman Pak Rudy kira-kira apa saja yang harus di prepare untuk hal tsb. ( misal doc apa saja yang harus disiapkan ).

Tanggapan 3 – teuku adamsyah

Pak Robby,

Kalo mau buat commissioning procedure emang enggak gampang, berikut step yang mungkin bisa diikuti (sesuai dengan pengalaman saya selama ini).

1. Baca Design Philosophy

2 Baca Operation Philosphy

3. Baca Maintenance Philosophy

4. Baca P & ID

5. Bikin System Matrix (based on P & ID)

6. Tentukan Main Systems (based on system matrix)

7. Describe Sub-Systems (based on Main System)

8. Describe sub-sub systems (based on sub system)

9. Configure equipment apa saja yang ada ditiap sub-sub systems terus disiplin apa saja yang terlibat didalammya (sistem owner).

10. Baca equipment specification, identify piping spec. (working & design pressure dan servicenya buat apa?)

Number / code system handling tergantung siapa ownernya, shell merelka mulai dari 1 (O & G Production OR Gas and Condensate Production), 2 (Crude Oil Transfer Pump)…21 (Life Boats & Life Raft)…s/d 45 (Produced Water).
Kalo Petronas mulai dengan system 100 (Process), 2 (Process Utilities)…..500 (Power)..s/d system 800 (Micellaneus).

Setelah system matrix selesai…..kita udah tau kira-kira apa saja yang mau kita pre-comm dan commission di yard dan di offshore – biasanya kita akan bagi lagi non hydrocarbon (usahakan selesai di yard with no or minor punchlist) dan hydrocarbon untuk di execute di offshore.
Setelah itu baru kita bisa mulai dengan Project Specific Procedure (Commissioning Procedure) – ini yang bapak Robby tanyakan. Disitu dijelaskan.

General

1. Objectivenya apa? (kerja ini buat apa dan apa, tujuannya apa????

2. Referencesnya apa saja, API, ASME atau Shell / Petronas / Conosophillips standard?

3. Definition (inspection, testing, pre-comm, preservation?)

4. Abbreviation (apa saja yang mau disingkat..API, ASME, ISO…dll..dsb)

Project Execution Plan

1. Testing and Commissioining Execution Plan

2. Work Flow Chart

Scope of Work

1. System Definition

2. Common Scope of Work

3. System specific Scope of Work

Planning and Scheduling

1. Bar Charts

2. Man Power Histogram

3. Man Power Loading / Job Card

4. Vendor Mobilisation Schedule

5. Progress Measurement Weigthage

ManPower

1. Testing And Commissioing Organisation Chart

2. Rules and Functions of Personnel

Tools and Equipment

Details tools & equipments yang akan dipakai untuk tiap disiplin dan pastikan semuanya certify (calibrated)

Materials Requirements

Details Pre-Commissioing consummables dan commissioning and operating spares

Shiploose List

Details buat Offshore installation, Hook-Up and Commissioning dan Post Drilling.

Drawing dan Vendor Data

List dari AFC (Approved For Construction) dan Vendor data

Testing and Pre-Comm / Commissioning Procedure

Untuk tiap disiplin Mechanical/Piping, Electrical dan Instrument/Control.

Acceptance Criteria

Juga untuk tiap disiplin (M/P, E dan I/C)

Safety Procedure

1.Permit To Work

2. Safety Precaution

3. Job Hazard Analysis (JHA ataJSA).

Setelah PSPnya selesai (kalo rajin 3 bulan bisa kelar), pak Robby juga harus nyiapin Work Pack (piping re-instatement packages – identify injection point, pressure applied dan medium apa yang mau dipakai (N2 atau He) based on P&ID dan ISO, abis itu siapkan Job Card). Kalo client mau mengerti, re-instatement packages dan Job Card ini bisa disubmit tersendiri, begitu juga dengan item-item yang ada di Planning dan Scheduling.

Mungkin sekitar 4 bulan semuanya bisa selesai (kalo kerjanya kroyokan) dan appoved by client, itu juga kalo para engineers (client) mau diajak mengerti dan jam terbangnya udah tinggi, tapi kalo client (mohon maaf) baru tamat sekolah…kita harus berjuang extra keras (bawa buku dan macam-macam referensi) untuk dapat approval dari mereka….he..he, namaya juga cari makan.

Itu aja dulu, mohon maaf banyak kekurangan, pak Robby silahkan email ke saya kalo ada yang saya bisa bantu.

Tanggapan 4 – adi yudistira

Dear Pak Robby, dear Pak Admansyah,

Sependek pengetahuan saya apa yang dikemukakan Pak Admansyah dibawah banyak yg merefer pada spec. Petronas dan Shell ya Pak? dimana scope precom dan comissioning menjadi begitu luas dan pekerjaannya jadi lebih banyak.

Memang dalam CSP (Carigali Standard Procedure) & PTS (Petronas Technical Standard) sangat2 detail dan lengkap requirementnya sehingga sepintas terlihat spec.nya sangat detail & ‘perfect’ dan otomatis akan menuntut procedure yg detail dan perfect juga (mungkin mereka sudah consider juga apakah spec. requirement dan procedure mereka akan membuat mudah fase construction & commisioning atau malah bikin keteteran hehe..).

Ada beberapa hal yg agak berbeda (bisa dibilang lebih) dari beberapa spec owner lainnya yg pernah saya tau misalnya:

1. Spec. ini meminta check sheet untuk hampir setiap item sehingga jumlahnya menjadi sangat banyak (dalam project saya bisa sampai ribuan).

2. Precomm & comissioning juga banyak melakukan scope inspection atau sekedar verify inspection yg sudah dilakukan QC.

3. Precomm/Comm menyiapkan Work Pack (dimana didalamnya terdapat check sheet yg banyak itu) yg sangat detail sehingga mirip pekerjaan Final Documentation nya QC.

4. Dll.

What I’m trying to say is, Pak Robby bisa ikut Guidance yg sangat bagus dari Pak Admansyah dibawah tapi yg utama tetap harus merefer pada contract, spec. dan references lainnya yg dirujuk client Pak Robby… jadi kalo yg tdk diminta client Pak Robby tapi diminta client Pak Admansyah ya tdk perlu diikuti.. krn belum tentu akan diapprove oleh client Pak Robby.

Pak Admansyah, mohon diluruskan kalo ada yg tdk betul krn ini point of view saya sebagai org diluar Precom/Com tapi sedikit banyak ikut monitor dalam penyiapan Work Pack.

Tanggapan 5 – setiawan

Dear pak Robby,

Assuming bapak di pihak owner. pada saat company bid out the WORK, acceptance criteria sudah ditaruh di bid package pak, jadi tinggal minta contract dan addendum/attachment ke yang menyimpan contract tersebut misal nya tender committee atau respective project engineer incharge. document itu enjadi pegangan buat owner dan contractor, rinci sekali mulai dari material, coating, welding, ditch, schedule, assecories misal nya receiver, launcher, hi point/lo point, pigging, water buat pigging, chemical yg boleh dipakai, bekas hydrotest harus dibuang kemana, acceptance gauging pig, a lot of thing dan semua nya harus ada disitu .
kalau bapak bikin dokumen baru tentang acceptance dll, biasa nya pihak kontraktor akan senyum senyum, ohhh boleh boleh pak, bisa nanti saya siapkan tapi sign dulu disini just untuk tertib administrasi gitu contractor project mgr response nya ke bapak, by the time mereka invoicing, nanti boss datang ke kantor bapak, ‘you authorize this work ?????’ and so and so its 200K usd additional kata dia sambil ngedumel… di sisi lain contractor sedang pesta merayakan cream on top of the pruim, jadi kalu ‘the WORK’ ongoing just follow yang sudah di contract except pak Roby lihat suatu yg kebangetan , overlook, safety compromized then you do that.

Saya kira tulisan writing diatas juag reciprocal kalau bapak ada disisi contractor.
the best to learn read the contract krn manual itu ditulis praktisi yg hands on, jauh dari apa yg dibicarakan secara academis.