Flow meter saja tidaklah mencukupi untuk menera BBM dalam jumlah besar apalagi yang berharga mahal, seringkali digunakan densitymeter/sensor dengan mengacu ke suhu fluida. Flow meter sendiri sebaiknya di pilih tipe positive displacement agar lebih akurat – plus kompensasi suhu fluida. Kalau mau lebih akurat selain issue volume BBM adalah purity, octane +cetane, water content dan % kerosene adulterations (solar oplosan) – patut di pertimbangkan.

Tanya – ir_tangguh

Saya bekerja di distribusi dan logistic untuk petroleum, saat pengisian
di terminal ke tangki truck, kita menggunakan Flowmeter ( sdh di
kalibrasi ), dan saat penerimaan di customer, mereka juga menggunakan
flowmeter ( sdh di kalibrasi ). Tetapi hasil yg didapat berbeda, dan
perbedaan tsb melebihi batas toleransi yang diijinkan. Proses delivery
aman, krn kita pakai GPS dan Valve sensor.

Yang jadi pertanyaan, faktor-faktor apa saja yang dapat menyebabkan
pembacaan flowmeter satu dengan yang lain berbeda ?

Mohon pencerahan dari bp/ibu semua.

Terima kasih.

Tanggapan 1 – Herry Putranto@cendrawasih

Pak Tangguh, apakah waktu pengiriman BBM ke konsumen menggunakan tangki BBM dari alumunium or steel ? BBM yang diangkut jenis apa pak High Octane atau Diesel ? Toleransi Perusahaan Bapak berapa ? Pakai GPS dan Valve sensor bukan jaminan BBM tidak losses. Apakah Tangki Bapak sudah menggunakan Full Bottom Loading. OK, just sharing saja ya Pak. Saya mengirim BBM yang sangat mudah menguap yaitu Mogas 92 dan 95 ke SPBU Petronas di Jabotabek dengan menggunakan Road Tanker Alumunium 32.000 liter. Sampai hari ini aman2 saja gak pernah di komplain oleh SPBU, padahal penerimaan BBM SPBU sangat teliti di banding dengan pengiriman BBM ke industri. Apalagi mengirim Diesel seharusnya lebih mudah karena gak ada penguapan kecuali diuapkan sendiri oleh sopir, dan biasanya ini hal yang umum terjadi di pengiriman BBM ke Industri.

Kadang2 ada faktor muai saat BBM di kirim pada saat siang hari yang menyebabkan ada perbedaan yang bapak maksud, tapi jika BBM bapak yang dikirim solar mungkin ada faktor2 non teknis terjadi di jalan.

Tanggapan 2 – ebahagia

Sedikit tambahan dari yang sudah di uraikan Pak Herry.

Flow meter saja saya rasa tidaklah mencukupi untuk menera BBM dalam jumlah
besar apalagi yang berharga mahal, seringkali digunakan densitymeter/sensor
dengan mengacu ke suhu fluida.

Flow meter sendiri sebaiknya di pilih tipe positive displacement agar lebih
akurat – plus kompensasi suhu fluida.

Kalo mau lebih akurat selain issue volume BBM adalah purity, octane +
cetane, water content dan % kerosene adulterations (solar oplosan) – patut
di pertimbangkan. Motto saya ‘fuel as you paid NOT as delivered’.

Tanggapan 3 – arnold antonius

Maaf mas Tangguh … bisa tau flow meternya jenis apa (mis. coriolis, turbin dll) dan apakah meter ini dipakai untuk ‘custody transfer’ dan ‘fiscal measurement’?

Tanggapan 4 – ir_tangguh

Pa Arnold,

Flowmeter yg dipakai jenisnya rotary vane positive displacement meter, dan biasanya di pakai untuk custody transfer.

Demikian infonya, mohon pencerahannya.

Tanggapan 5 – tirto noto

Yth Pak Tangguh,

Berikut saya coba bantu klarifikasi sedikit mengenai perbedaan pembacaan flowmeter tersebut akan tetapi saya bertanya dahulu apakah kedua flowmeter adalah type/model yang sama?

GENERAL

Setiap type atau model mempunyai akurasi tersendiri contoh Massflow dengan akurasi 0,1%, Turbine flowmeter dengan akurasi 0,15% or 0.35%, Positive Displacement (PD meter) dengan akurasi 0.15% or 0.35%.

Dan berikut juga beberapa Faktor yang dapat memberikan perbedaan:

– Jarak pengisian. ( siapa tahu masih ada Petroleum yang berada diantaranya saat pengisian)

– Kondisi kedua Flowmeter tersebut baik atau tidak.( dan di cek apakah keduanya masih mempunyai akurasi yang sama )

– Tekanan saat pengisian tidak konstan dan juga temperaturnya.

– Biasanya untuk Custody transfer lengkap juga dengan Provernya. ( untuk mengetahui apakah benar-benar Flowmeter tersebut masih bagus akurasinya.

Sekian dari saya, dan untuk rekan-rekan yang lain mohon dikoreksi jika ada yang salah dan ditambahkan jika masih ada yang kurang.

Tanggapan 6 – ir_tangguh

Dear Pa Tirto,

Terima kasih pa inputannya.

Case yang saya alami adalah, perbedaan type satu dgn yang lain
terlalu jauh, diluar toleransi 0,5%. Padahal kedua FM sdh di
kalibrasi dr metrologi. Jarak pengisian memang berbeda, tapi di pipe
nya penuh, apakah mungkin hal ini yang menyebabkan perbedaan yang
jauh ?
untuk temp dan tekanan masih dalam range yang diijinkan oleh kedua
Flowmeter tersebut.
Mengenai instalasi nya bagaimana ya Pa, apakah posisi strainer, elbow
di pipa dan diameter pipa berpengaruh terhadap keakurasian FM ?

Mohon pencerahannya lagi Pa, juga dari rekan-rekan yang lain.