CO2 dibagi menjadi dua kelompok besar, yang didasarkan atas purity-nya: 1. Industrial grade (Termasuk Welding)(+/- 98-99 %); 2. Food Grade, sebagian besar buat supply Minuman berkarbonasi. (+/- 99,9 %). Kalau menggunakan Food Grade kualitas pasti lebih baik dan harganya pasti lebih mahal, dikarenakan proses filling Food Grade stepnya lebih banyak dibanding dengan welding grade. Terutama treatment botol/tabung untuk food grade harus di vacuum dulu. Sedangkan untuk grade welding tidak. Tapi, CO2 yang diisikan ke 2 jenis tabung tersebut sebenarnya sama.

Tanya – raharjo_wida

Dear all,

Mohon sharingnya,

Apakah perbedaaanya antara shielding gas CO2 type ‘Welding grade dan
Food Grade’. Apakah secara kualitas lasan yg dihasilkan akan
berpengaruh, asumsi selama ini bila mengelas memakai ‘welding grade’
kecenderungan terjadinya defect lebih besar dibanding bila
memakai ‘food grade’.
Terimakasih.

Tanggapan 1 – DARMAYADI

Pak Widayat,

Yang dimaksud Food Grade dan Welding Grade itu apa?

Untuk pengelasan kita hanya konsen dengan kemurnian/kadar CO2 nya aja…

Tanggapan 2 – nasrul agus

Mas Darmayadi dan pak Widayat…..

Mungkin yg dimaksud pak Widayat..
CO2 khan ada yg digunakan untuk welding.
Mungkin ini dimaksud welding grade dan ada CO2 yg di gunakan untuk minuman bersoda,(cocacola,sprite dll).
Mungkin ini yg dimaksud dengan food grade, mohon maaf jika salah dalam penafsiran.

Tanggapan 3 – raharjo_wida

Betul sekali pak Nasrul…

Nha ini barusan saya sudah dapat data komposisinya :

Food grade itu nyaris 100% (tepatnya 99.98%) CO2,
sedangkan Welding grade itu 97,29% CO2 dan sisanya yg 2.71% terdiri
dari Ethane, Propan, Iso buthane, N-buthane, Iso penthane, N-penthane
& Hexane plus.
Saat ini di tempat saya untuk welding memakai food grade.

Tanggapan 4 – hasanuddin_inspector

Apakah purity tsb sudah pernah dicross check di lab? Pengalaman saya mengatakan utk jangan gampang percaya sama claim purity CO2 dari pabrik.

Sy pernah minta vendor (pabrik yg sama) utk menyediakan C02 – both food & industrial grades – dan hasilnya dari beberapa kali cross check di lab, CO2 purity food grade dan industrial grade adalah sama.. Perbedaannya hanya di bottling stage dan treatment saja. Food grade lebih steril (tabung dan proses refill-nya..tidak kurang tidak lebih.

Tanggapan 5 – raharjo_wida

Untuk komposisi ini memang belum pernah sy check di lab.
Namun seandainya memang komposisinya seperti itu, apakah terdapat
perbedaan kualitas lasan (possibility defect yg timbul) yg dihasilkan
dari pemakaian kedua grade tsb ?
Thank’s sebelumnya

Tanggapan 6 -hasanuddin_inspector

Seperti posting pak Darmayadi, permasalahannya adalah bukan di GRADE-nya tetapi di purity-nya. Higher purity akan lebih optimal hasilnya.

So, buat apa bayar lebih mahal kalo ternyata purity-nya saman?

Tanggapan 7 – nasrul agus

Nambahin aja….

Saya pikir itu cuma istilah aja food grade dan welding grade,yg penting puritynya!
seperti di gas di Argon ( Ar) khan ada juga HP dan UHP nya…untuk pengelasan SS
( casting grade kok tidak ada yaa? buat pengerasan pasir pada moulding casting di foundry)
biasanya pabrikan besar bisa memberikan hasil QC dari produknya,bisa di dapat
dan di minta kalau emang kita butuh…tapi quantitynya kudu besar! kaya Cocacola
mohon maaf jika salah…

Tanggapan 8 – raharjo_wida

Asumsi selama ini bila mengelas memakai ‘welding grade’ kecenderungan terjadinya defect lebih besar dibanding bila memakai ‘food grade’.
Terimakasih.

Tanggapan 9 – Nur Harjanto

Salam Bahagia Mas Raharjo,

CO2 memang dibagi menjadi dua kelompok besar, yang didasarkan atas purity-nya:

1. Industrial grade (Termasuk Welding)(+/- 98-99 %)

2. Food Grade, sebagian besar buat supply Minuman berkarbonasi. (+/- 99,9 %)

Memang kalu pake yang Food Grade kualitas pasti lebih baik dan
harganya pasti lebih mahal, dikarenakan proses filling Food Grade
stepnya lebih banyak dibanding dengan welding grade. Terutama
treatment botol/tabung untuk food grade harus di vacuum dulu.
sedangkan untuk grade welding tidak.

Tapi, CO2 yang diisikan ke 2 jenis tabung tersebut sebenarnya sama.
Pertanyaannya, kalau CO2nya sama kok gradenya berbeda? Bagaimana
cara mengatasi?

Saran saya, ketika tabung CO2 buat welding sudah hampir habis,
segera tutur valve-nya. Sisakan tekanan didalam tabung tersebut,
biarpun cuma kecil. Jangan membuang semua isi tabung (Tekanan dalam
botol = tekanan udara luar). Bilamana ini terjadi maka kontaminan
udara luar (N2, O2) akan masuk. Kontaminan inilah yang seringkali
menurunkan purity dari CO2 ketika tabung tersebut diisi kembali.

Atau bilamana Bapak dalam satu bulan konsumsi CO2 untuk welding
lebih dari 20 tabung, Bapak minta aja ke supplier gas-nya untuk
disediakan PGS (Portable Gas Supply) yang isinya adalah Liquid CO2.
Bapak tinggal nambah manifold, dicabang-cabang, dialirkan ke masing-
masing selang welding. Purity pasti bagus karena Liquid, lebih enak
handlingnya dan lebih safe.

Semoga bisa membantu.