Swamp Backhoe artinya untuk kondisi operasi di area swamp, area pasang surut dengan kondisi kedalaman laut yang masih dapat ditoleransi operasional swamp backhoe. Setiap swamp backhoe mempunyai specific yang berbeda, tetapi pada dasarnya rata2 operasi kedalamannya hampir sama. Silakan di cek dengan vendor untuk lebih detailnya. Kalau mau browse di internet juga banyak referensi-nya.

Tanya – arif hary saputro

Rekan rekan sekalian,

Jika ada rekan rekan yang mempunyai informasi dimana bisa sewa swam backhoe, mohon bantuannya bisa hubungi saya, japri juga bisa ke email arif.hari@yahoo.com

Terima kasih sebelumnya,

Tanggapan 1 – Didik Pramono

Pak Arif,

Setahu saya PT.Trakindo Utama mempunyai product swamp backhoe ‘Amphibious Hydroulic Excavator’. Saya dulu pernah mendapatkan penawaran harga dari mereka. Coba hubungi Pak Edy Susanto di 081364811629. Mudah2an beliau masih disana.

Tanggapan 2 – Rawindra Sutarto

Mas Arif,

Jenis yang spesifik begitu saya rasa jarang, dan pastinya mahal. Boleh
dicoba backhoe biasa (crawler) yang duduk di atas barge/tongkang kecil. Bisa
self-propelled/manuever sendiri di rawa2, seperti kepiting jalan dgn
capitnya.

PU banyak memakai di proyek2 pengairan, atau bisa lihat mereka ‘in-action’
di wilayah bencana LUSI.

Tanggapan 3 – arif hary saputro

Terima kasih informasinya Pak Didik,

Mohon pencerahannya, tipe yang bagaimana kah swamp backhoe untuk operasi di laut?

Tanggapan 4 – johan noviansyah

Pak Arif dan Cak Didik,

Mungkin yg dimaksud Pak Arif adalah Marine Autonomous eXcavator (MAX) fungsinya hampir sama dengan swamp backhoe hanya saja lebih khusus untuk pekerjaan di shallow water area. Pekerjaan yg bisa digunakan dpt dilihat di list.
Sebelumnya saya jg pernah pakai swamp backhoe (SB) tp khusus di rawa2 dan di bibir landfall, namun Client tidak mengijinkan SB untuk beroperasi lebih jauh terutama di daerah transisi swamp-laut.

Biasanya MAX bisa digunakan untuk :

1. Shallow water dredging

2. Rock blasting

3. Trench opening in surf zone

4. Pipeline burial

5. Underwater civil works

Tanggapan 5 – arif hary saputro

Pak Johan,

Apakah yang membedakan antara MAX ini dan swamp backhoe? apakah dikarenakan penggunaan pada tipe tanah yang berbeda?

Tanggapan 6 – Sadikin, Indera

Beda pak

Swamp backhoe itu didesign berdasarkan ground pressure, undercarriagenya
punya track yang lebar untuk memperbesar contact area. kalau marine
excavator, undercarriagenya diganti dengan barge. prinsipnya bukan contact
area lagi, tapi floating.

Tanggapan 7 – arif hary saputro

Pak Indera,

Untuk penggunaan SB, batasan kedalaman airnya sampai berapa ya?

Terima kasih,

Tanggapan 8 – Rawindra Sutarto

Mas Arif,

Di laut ? Maksudnya masih di dekat2 pantai ?

Pastinya jenis long-arm biar jangkauannya cukup jauh. Backhoe yang terikat
di atas small barge perlu operator yang terlatih, karena sering terlihat
backhoe/barge tsb ‘miring’ menakutkan di atas air selagi bekerja mengeruk
lumpur.

Patut diperhatikan bahwa air asin/laut ‘jahat’ terhadap sistem teleskopik di
lengan atau di pergelangan bucket (sendok) si backhoe.
Kalau swamp backhoe yang asli pabrik mestinya sudah didisain lebih
tahan-korosi.

Tanggapan 9 – arif hary saputro

Pak Rawindra,

Benar Pak, masih di landfall, dengan kondisi lumayan besar perbedaan pasang surutnya.
Sebatas kedalaman air laut seberapa Pak, biasanya small barge sudah perlu di gunakan?
dan jika dipergunakan small barge, sistem yang bagaimana Pak yang biasa digunakan untuk menjaga kestabilannya?

Tanggapan 10 – Didik Pramono

Mas Arif,

Kalo swamp backhoe artinya dia untuk kondisi operasi di area swamp, area pasang surut dengan kondisi kedalaman laut yang masih dapat ditoleransi operasional swamp backhoe. Setiap swamp backhoe mempunyai specific yang berbeda, tetapi pada dasarnya rata2 operasi kedalamannya hampir sama. Silakan di cek dengan vendor untuk lebih detailnya. Kalau mau browse di internet juga banyak referensi-nya.

Untuk kedalaman dan kondisi laut dimana operasi swamp backhoe agak susah dilakukan, seperti yang disampaikan Pak Rawindra lebih baik digunakan backhoe biasa dengan long arm yang lebih panjang dan di letakkan di atas pontoon (small barge). Pengoperasian pontoon sangat simple, tidak perlu propeller juga OK, dapat menggunakan winch untuk mengendalikan manuver-nya (maju dan mundur), sehingga dia pun dapat dengan bebas resting on seabed pada saat low tide. Kestabilan pontoon tentu saja telah diperhitungkan pada saat design, selayaknya design kapal pada umumnya. Winch selain untuk manuver juga untuk menjaga kestabilan pontoon pada saat operasi.

Tanggapan 11 – arif hary saputro

Terima kasih pencerahannya Pak Didik,

Untuk penggunaan winch, bagaimana metode yang paling baik untuk membawa dan meletakkan jangkar/deadman di sisi lautnya dari darat?

Tanggapan 12 – johan noviansyah

Pak Arif,

Menambahkan penjelasan sebelumnya, alternatif metode lainnya bisa dengan menggunakan spud can yg dipasang di port side dan st board side barge untuk menggantikan peran winch dan anchornya.

Tanggapan 13 – Didik Pramono

Mas Arif,

Sebelum menentukan anchor drop location perlu dibuat anchor pattern, yaitu titik2 lokasi anchor selama pergerakan/manuver barge. Titik2 ini harus di verifikasi oleh marine surveyor untuk memastikan areanya save, terutama jika bekerja di existing facilities/hazard area. Untuk anchor drop di titik lokasi yang telah ditentukan, bisa menggunakan anchor handling tug (AHT) dengan draft yang sangat kecil sehingga dapat menjangkau ke arah landfall area semaksimal mungkin. Winch juga bisa di install di onshore jika memang dalam perhitungan anchor pattern diperlukan.

Barge dengan spud can seperti yang diutarakan Mas Aan juga dapat menjadi opsi yang lain. Btw, kalau boleh tau maksimal kedalaman laut pada saat high tide berapa meter? Dan panjang area yang akan dilakukan dredging berapa km?

Tanggapan 14 – arif hary saputro

Pak Didik,

Selain dengan AHT, apakah ada metode lain yang memungkinkan (dari darat)?
panjang trenching sekita 500 meter dengan kedalaman maksimal sekitar 2.5m (high tide).

Tanggapan 15 – Didik Pramono

Mas Arif,

Winch bisa saja di install di onshore, dengan piling misalnya, tetapi mobilisasi barge tentunya tetap harus dari offshore. Kalau hanya 500 meter dan high tide masih bisa mencapai 2.5 m operasi barge tidak menjadi masalah. Pada saat low tide sekalipun di kedalaman 0m barge dapat duduk di seabed, asalkan kondisi permukaan seabed memungkinkan. Untuk trenching, alternatif lain bisa menggunakan cutter section atau clamshell barge, sehari bisa selesai, tentunya lebih costly.

Tanggapan 16 – Anang Krisnocahyo

Menambah tulisan Pak Didik,

Untuk alternatif pemakaian Cutter Section Dredger (CSD) barge atau Clamshell
Dredger barge sebaiknya diperhatikan karakteristik seabed yang akan
dilakukan pendalaman. Untuk karakteristik yang ber – coral , lebih efektif
menggunakan clamshell, Cuma kukunya di spare agak banyak aja, sedangkan yang
full-soil substance, CSD lebih efektif.

Dari hasil booring / cone penetrating test, minus X m + toleransi kedalaman
akan didapat komposisinya untuk perencanaan selanjutnya.