Ada yang punya experience menurunkan CO2 content sampai 50 ppmv, pengalaman saya pakai membrane dan amine unit ( MDEA) spec yang diminta 3% saja sudah cukup, karena potensial korosinya sudah kecil sekali dengan 3% dan tidak mengganggu heating value dari sales gas. Cuma salah satu klient saya punya gas yang mau masuk ethylene plant CO2 contentsnya sudah 0.5% mole, mau diturunin ke 50 ppmv. Apakah MEA bisa ngereduce sampai sekecil itukah?

Tanya – suseno sastrosunarno

Rekans,

Ada yg punya experience nurunin CO2 content sampai 50 ppmv, pengalaman saya pakai membrane dan amine unit ( MDEA) spec yang diminta 3% aja dah cukup, krn potensial korosinya dah kecil skali dng 3% dan gak nmengganggu heating value dari sales gas.

Cuman salah satu klient saya punya gas yg mau masuk ethylene plant CO2 contentsnya dah 0.5% mole, mau diturunin ke 50 ppmv. apakah MEA bisa ngereduce sampai sekecil itukah?

Tanggapan 1 – Sulistiyono

Di ITB ada ahli membrane filter yaitu Dr I Gede Wenten , manufacturer nya untuk product filter tersebut adalan Bp Ketut wiguna. Anda coba cari informasi dengan alamat :

Pak Wenten : igw@che.itb.ic.id

Pak Ketut : gdp @ bdg.centrin.net.id

Semoga membantu.

Tanggapan 2 – Yanu Sukarno

Terima kasih

Sekedar menambahkan, saya juga sering mendengar tentang I G Wenten dan mengenai segala macam aktifitasnya dalam dunia per- membran-an.

Track record dari pak I G Wenten dan timnya sangat baik termasuk dalam aplikasi membran di industri gas.

Tanggapan 3 – Syaiful Afandi

Dear Pak Suseno dan rekan-rekan milis,

Untuk sharing pengalaman,

Plant CO2 Removal kami menurunkan CO2 s/d 60 ppm (design spec Absorber Column ). Pada kondisi existing optimasi CO2 slip bisa turun s/d 7 ppmv dengan MDEA Activated (setelah modifikasi konversi solvent dari MEA ke MDEA, Old system memakai MEA + corrosion inhibitor as original design).

Sour Gas feed pressure = 8.3 kg/cm2g, komposisi CO2 = 8.8 % mole volume , H2S ~= 50 ppb dari total feedgas.

Absorber column, kalau tidak salah design NTPnya > 33 (NTP= Number of Theoretical Plates).

Dari pengalaman semakin besar partial pressure CO2 yang akan diabsorpsi (pada feed gas) semakin pula besar driving force CO2 terabsorpsi masuk dari fase gas interface ke fase solvent, berarti semakin turun kualitas CO2 slip Outlet Gas (sweetgas).

Biasanya temperature feed gas dibuat 5~10 C diatas temperature Lean MDEA masuk ke absorber column. Temperature Lean MDEA Activated masuk optimal < 43 derajat C. Pada prakteknya agar dihindari kenaikan temperatur diatas 70~80 C pada bottom tray kolom , karena efektifitas absorpsi CO2 oleh MDEA Activated akan berkurang drastis / CO2 Slip < 50 ppm v tidak tercapai.

Untuk lebih detailnya bisa dilakukan perhitungan pakai Hysys, PRO/II, atau WinSim Design II, untuk menentukan NTP sesuai dengan karakter/ komposisi Feed Gas dan spek outlet gas yang diinginkan, kemudian evaluasi berdasar dimensi column adsorber (misal ID kolom, type packing dan distributornya atau dimensi sieve tray), Rate L / Rate V untuk kemungkinan apakah packing atau tray dimodifikasi pakai packing yang lebih baik.

Akhirnya masalah budget juga akan menjadi factor penting untuk modifikasi tray / packing, kapasitas new pump, dll untuk penentuan preference project option.

Tanggapan 4 – suseno sastrosunarno

Pak Syaiful and rekans

Thanks inputnya…MDEA memang yang paling mungkin, karena kalo pakai membrane dng criteria 50 ppmV di outletnya, akan menyebabkan banyak hidrocrabon loss di permeate gas-nya.

Tanggapan 5 – Marusaha Doloksaribu

Dear pak Syaiful,

Kami berencana mau buat co2 recovery plant, sumbernya adalah dari flue gas dari boiler yg menggunakan natural gas sebagai bhn bakarnya.
Saat ini masih tahap preliminary design. apakah solvent MDEA ini bisa digunakan utk menghasilkan co2 yg food grade?
Mohon jg di share supplier utk MDEA dan packing di indonesia.