Select Page

Waste management itu umumnya mengacu pada prosedur2 di ISO-14001 EMS (environmental management systems) baik untuk solid waste, cairan maupun emisi, walaupun tidak semua pihak melaksanakannya. On top of that, setiap drilling material biasanya dilengkapi dengan MSDS (Material Safety Data Sheet) yang berisi keterangan mengenai produk ybs, cara2 menyimpan, mengangkut, dan meng-handle-nya, termasuk PPE yang diperlukan serta hazards vs risks dari produk tsb.

Tanya – putri nora novera mindra

Dear Rekan Milis,

Mohon informasinya tentang waste water, treatment2 yg diperlukan, kualitas air buangan (kira2 bisa dapat infromasi darimana ya?).
Dan apakah perbedaan treatment untuk wastewater di onshore & offshore, khususnya industri oil n gas.
Maaf kalau pertanyaannya terlalu banyak, saya masih awam ttg waste water ini.
Terimakasih..

Tanggapan 1 – Thomas Yanuar

Mbak Putri,

Berikut sekilas rangkuman diskusi waste water dimilis kita ini dan silahkan dibandingkan dengan WTP secara umum. Selengkapnya, bisa dibuka di Buku Pintar Migas Indonesia.
Karena lumayan panjang, ada baiknya di print supaya lebih mudah mencernanya.

Ini tulisan Pak Adhi Budhiarto: (silahkan Mbak Putri kontak beliau juga) Sebenernya ulasan mengenai Sour Water Stripping unit sudah tercakup dalam tulisan saya untuk Buku Pintar Migas Indonesia berjudul Teknologi Proses Kilang Minyak Bumi, yaitu di Bab XII Sour Water Stripping Unit (mungkin tinggal tunggu waktu aja untuk di-release/di-upload ke server website sama mas Budhi).

Karena tulisan tersebut belum sempet di-upload oleh mas Budhi, mungkin bisa saya sarikan sebagai berikut :

Pengolahan limbah cair di petroleum industry (terutama di kilang) dilakukan melalui 2-3 tahap, yaitu diolah di Sour Water Stripping unit dan di Oil Separator (dan biotreatment).

Biasanya untuk plant yang ada H2S nya dilengkapi dengan Sour Water Stripping (SWS) unit untuk mengolah limbah cairnya sebelum kemudian dikirim ke Waste Water Treatment Plant (oil separator & biotreatement). Untuk di petroleum industry, unit SWS biasanya terdiri dari :

1. Degassing Drum

Di degassing drum ini dilakukan pemisahan 3 macam komponen feed SWS, yaitu gas hydrocarbon ringan dan H2S, minyak, dan air.

* Gas hydrocarbon ringan dan H2S yang terkandung dalam feed SWS masuk ke dalam degassing drum dan menuju bagian degassing drum yang dilengkapi dengan packing column. Packing column ini berisi 1′ ceramic rashing ring packing. Di packing column ini, gas hydrocarbon ringan dan H2S dikontakkan dengan stripped water produk SWS Column untuk mengambil kandungan hydrocarbon berat yang mungkin terikut gas. Hydrocarbon berat yang di-absorb tersebut kemudian masuk kembali ke dalam degassing drum untuk kemudian dipisahkan dari water dan dipompakan ke Skim Oil Drum. Sedangkan gas dari stripping column degassing drum mengalir ke Vent Gas Absorber untuk dikontakkan dengan lean amine (MEA, MDEA, DGA, atau lainnya) untuk di-absorb H2S nya. Off gas dari Vent Gas Absorber kemudian dikirim ke Thermal Oxidizer yang ada di Sulphur Recovery Unit untuk di-burn. Sedangkan Rich Amine (amine yang mengandung banyak H2S) keluar dari bottom vent gas absorber dan kemudian dialirkan ke Amine Regeneration Unit (ARU) untuk diregenerasi amine-nya. Di ARU, H2S yang keluar di top Amine Regenerator dialirkan ke Sulphur Recovery Unit untuk di-recover sulphur-nya.

* Minyak

Minyak yang terkandung di dalam feed dipisahkan dari water berdasarkan perbedaan berat jenis. Minyak yang mempunyai berat jenis lebih ringan daripada water akan berada pada lapisan atas/di permukaan water pada level degassing drum. Minyak ini (biasa disebut skimmed oil) kemudian dialirkan ke Skim Oil Drum untuk kemudian dipompakan ke Slop Oil Tank. Slop Oil yang ada di Slop Oil tank ini selanjutnya dapat di-blending dengan Crude Oil untuk diumpankan ke Unit Crude Distillation Unit (3-5% total feed CDU) atau di-blending dan dijual sebagai Low Sulphur Waxy Residue/LSWR atau sebagai Fuel Oil (dapat digunakan sendiri sebagai bahan bakar fired heater atau dijual).

* Water

Water kemudian dialirkan ke preheater (feed/product heat exchanger) sebelum kemudian menuju SWS Column.

Tekanan degassing drum didisain cukup rendah agar kandungan H2S dan hydrocarbon ringan (yang mudah menguap) dari feed sour water dapat ter-flash off. Biasanya tekanan degassing drum sekitar 0,5 kg/cm2g.

1. SWS Column

Temperatur top SWS column diatur sehingga diperoleh kandungan H2S dan NH3 dalam stripped water yang sesuai dengan spesifikasi. Sour gas dari top SWS column dikondensasi untuk memisahkan air dengan acid gas. Semakin tinggi temperature top SWS column, maka semakin banyak H2S dan NH3 yang akan teruapkan (semakin sedikit H2S dan NH3 yang terlarut dalam stripped water; kualitas stripped water semakin bagus). Sebaliknya, semakin rendah temperature top SWS column, maka semakin sedikit H2S dan NH3 yang akan ter-strip. Namun, temperatur top SWS column dibatasi tidak boleh lebih rendah daripada 82 oC yang akan menyebabkan sublimasi ammonium hydrosulfide (NH4HS) yang dapat menyebabkan plugging di bagian atas SWS column.

‘Apakah drain line yang dari stripping tower perlu diperhatikan betul2 untuk produk H2S nya?’

Bukan Cuma H2S nya saja yang harus diperhatikan tapi juga NH3 dan Oil content-nya. Di plant saya sekarang di Rabigh, KSA, spesifikasi kandungan H2S dan NH3 dalam Stripped Water product (bottom SWS column) berturut-turut adalah maksimum 10 dan 30 ppmwt (untuk mencapai target air buangan Sulfida maximum 1 ppm dan nitrogen maksimum 10 ppm). Oil content dibatasi agar air buangan WWTP mengandung mempunyai oil content maksimum 25 ppm. Dari SWS, stripped water masih dikirim ke WWTP untuk diolah lebih lanjut sebelum di buang ke perairan.

Sedangkan jika dalam feed SWS ada kandungan phenol, maka kandungan phenol ini gak bisa diapa-apain oleh SWS (alias numpang lewat doang), jadi terpaksa menyerahkan sepenuhnya penanganan phenol ini kepada bioseparator/biotreatment untuk diolah phenolnya sehingga kandungannya bisa < 1 ppm.

WWTP biasanya terdiri dari oil separator dan biotreatment. Metode yang umum digunakan di oil separator adalah pemisahan secara gravity menggunakan oil skimmer API/TPI. Sedangkan tugas biotreatment adalah menurunkan kandungan organic, COD, BOD, dan phenol dengan bantuan bakteri.

Pembahasan dari diskusi ini dapat dilihat dalam file berikut:

Share This