Seharusnya tiap project memiliki painting specification. Dari painting spec
tsb bisa diketahui surface prep-nya, jenis coating-nya beserta aplikasinya,
jumlah layer, DFT min, measuremen method dan device-nya, dll. jika
measurement dengan estimasi mestinya customer tidak akan puas… PDS / MSDS
paint mestinya juga perlu dicantumkan dalam report.

Tanya – Slamet Widodo

Dear all,

Mohon sharing informasi tentang offshore painting inspection report.
Bagaimana format yg biasa digunakan, apa saja yang perlu dilaporkan terutama
mengenai condition dan surface preparation yg diperlukan, location, dll.
Apakah metode measurement hanya dgn estimasi cukup kuat dari segi
kontrak/hukum, apakah harus berdasarkan drawing atau ada cara lain mengingat
volume pekerjaan yg sangat banyak (jumlah topside platform lebih dari 200
buah dan bridge lebih dari 60 buah).

Tanggapan 1 – muhammad.n.rohman@power.alstom

Pak Slamet,

Seharusnya tiap project memiliki painting specification. Dari painting spec
tsb bisa diketahui surface prep-nya, jenis coating-nya beserta aplikasinya,
jumlah layer, DFT min, measuremen method dan device-nya, dll. jika
measurement dengan estimasi mestinya customer tidak akan puas… PDS / MSDS
paint mestinya juga perlu dicantumkan dalam report.

Thanks for your attention.

Tanggapan 2 – muhammad rifai

Mungkin yang dimaksud Pak Slamet ini format report untuk pekerjaan inspeksi painting untuk peralatan existing yang mungkin sudah puluhan tahun dipakai.

Mungkin lebih baik kalau bapak buat draft format report untuk dimintakan approval ke klien, nantinya format untuk laporan itu konfigurasinya akan sama dengan draft tsb cuma isinya saja yang menyesuaikan. saya kira inspection report untuk offshore dan onshore sama saja, kalau pak slamet punya yang onshore.
Kalau pun nggak punya, pakai aja format-format inspeksi yang ada….
yang perlu dilaporkan mestinya visual dari catnya baik itu warna, cacat termasuk adanya korosi dan rust, juga ketebalan cat aktual.

Saya agak rancu dengan estimasi…. memang bisa menentukan tebal cat dengan estimasi?….
drawing mungkin diperlukan… misal untuk pressure vessel… di gambar vessel itu mestinya ditunjukkan daerah mana saja yang diukur ketebalan catnya.. daerah mana yang bermasalah.

Gambar foto dari alat yang diinspeksi perlu juga dilampirkan.

Lah, nantinya untuk rekomendasi… baru keluar itu yang namanya surface preparation… kalau catnya rusaknya begini, mesti diapain termasuk surface preparationnya bagaimana…

Namanya juga pekerjaan Pak… repot bikin report itu biasa, apalagi baru pertama bikin report, rapornya biasanya banyak merahnya… he he…. kalau soal pekerjaan yang dibayar, bukannya semakin banyak quantity semakin banyak tuh income….

Maaf kalau sharingnya nggak pas… maklum bukan tukang cat, hanya bekas tukang pressure vessel, juga bukan inspector.

Tanggapan 3 – adi yudistira

Pak Slamet,

Maaf sebelumnya kalo penjelasan dibawah kurang sistematis…

Coba pak slamet trace back dari inspection report itu. Maksudnya, sebelum adanya report itu kan ada kegiatan inspeksi, dan sebelum kegiatan inspeksi itu kan ada planing untuk inspeksi : tujuan, scope, methoda, reference, ataupun frekwensi inspeksi, item2 inspeksi apa saja yg harus dilakukan, siapa saja yg harus menyaksikan, acceptance kriterianya apa, ataupun spec painting system, design temperature, service, thickness DFT, WFT, dll. yang tertuang dalam ITP, Procedure, atau Paint system matrix nya.

Nah cobalah cari ITP dan procedure di perusahaan tmpt bpk bekerja (mungkin namanya blasting n painting procedure atau touch up painting procedure, atau painting & coating inspection procedure atau apa lah namanya). Nah mudah2an di dalam document2 tersebut ada terlampir Inspection report format. Bagaimanapun juga Inspection Report sebaiknya tally dengan ITP, Procedure, dll.

Kalo di tempat kerja bapak ada QA/QC Engineer boleh tanya ke dia ttg semua yg saya sebutkan diatas itu. Kalo tdk ada QC Engineer ya dicoba cari sendiri pak. Kalo ga ada document itu, wah.. I have nothing to say anymore… :).

Mengenai volume kerjaan yang banyak? Kalo saya jadi klien ya saya minta tambah org untuk share work load bapak. Dan kalo saya klien juga, sebelum aktifitas inspeksi dilakukan saya akan minta semua document2 itu untuk direview dan diapprove… tapi sayang aku bukan owner… someday…!!

Tanggapan 4 – Murdani

Dear Mr Slamet

Kalo format report pada dasarnya merupakan laporan hasil aplikasi painting, yang saya tau isinya mengenai:

1. Environment test (Wet & dry temp, Dew point, Relative humidity, dan Surface temperatur)

2. Metoda surface preparation

3. Surface preparation specification from klien

4. Metoda aplikasi painting (Brush, Roll, or Spray)

5. WFT

6. Painting inspection

7. Lokasi, structure

Metoda surface preparation menggunakan Solvent, handtool, power tool, or blasting.

Surface preparation spec biasanya menggunakan SA 2 ½ Near white.