API RP14G Appendix D membahas tentang fire water piping material selection, baik di wet section atau dry section (deluge system). Bisa dipakai sebagai referensi. Disana disebutkan pilihan material seperti CS, SS dan Cu-Ni (metallic piping) dan Fiberglass (non metallic piping). Plus-minus dari setiap material tersebut juga dibahas. ujung2nya perlu optimisasi antara requirement dan finansial. Setahu saya secara duit harga CS

Tanya – iwan saputra

Dear Rekan Millis Migas Indonesia,

Saya saya ada project replacement pipa untuk fire water line (onshore).
Yang saya ingin tanyakan kira-kira pipa fiberglass (FRP) bisa dipakai kah untuk alternatif lainnya .
Soalnya pipa yang saya mau gantikan ini pipa carbon steel yang sudah corrosive dan kebetulan air yang digunakan mempunyai sifat yang corrosive. jadi kemungkinan air yang menyebabkan corrosive tersebut.

Tapi setahu saya pipa fiberglass kebanyakan dipasang di underground, tapi dalam project saya ini pipa fiberglassnya dipasang di above ground.

Saya dah tanya ke salah satu vendor, katanya ada masalah di flange to flange bilamana
digunakan fiberglass. jadi yach saya balik ke cs lagi.

Jadi kira-kira adakah rekan-rekan yang pernah menggunakan pipa FRP untuk fire water line dan dipasang di above ground dan adakah masalah mengenai long leave nya ketersedian materialnya dilapangan untuk jangka panjangnya.

Sebenarnya kami memilih pipa cs yang baru buat gantiin yang lama. Tapi karena saya masih penasaran saya tanyakan di milis migas ini. apakah jawabannya sama.

Siapa tahu ada teman-teman yang mendesign, pernah mengalami masalah dengan resources corrosive water. Maaf bila kepanjangan. Terima kasih.

Tanggapan 1 – okto

Hallo Pak Iwan,

Sedikit sharing saja…..

Untuk fire water bisa digunakan HDPE sebagai alternatif lainnya (jika mau non metal).
tetapi memang selain keunggulan lebih tahan korosinya ada juga kelemahannya yaitu potensial leak di sambungan sangat besar terutama apabila ‘tukang sambung’-nya belum berpengalaman. Biasanya material non metal ini memang disimpan di bawah tanah.

Sedangkan untuk pengaplikasian diatas tanah sebaiknya jgn FRP karena tidak tahan ultra violet (bisa diperiksa ulang ke vendor-nya).

Tanggapan 2 – Mustamin al-Mandary

Praktis lain adalah menggunakan pipa dengan material alloy CuNi, Copper Nickel. Di beberapa tempat kami, yang menggunakan air laut sebagai fire water, menggunakan material jenis ini, termasuk untuk pipe for cooling water yang menggunakan air laut… Concernnya adalah, harga material ini hampir 3x daripada material CS, juga perlu welder khusus untuk pengelasannya.

Tetapi kami juga punya pengalaman menggunakan pipa dengan material CS biasa, tetapi melakukan perlakuan khusus yakni coating dengan material galvanized di bagian dalam pipa. Silahkan menghubungi Elnusa, atau PT Corrocoat untuk tanya-tanya. Hanya saja, tentu ada penambahan biaya di coatingnya, termasuk semua lekukan (elbow) dan cabangan (tee) harus menggunakan flange to flange connection.

Demikian. Semoga berguna.

Tanggapan 3 – Mico Siahaan

Pak, setahu saya pipa FRP sudah memiliki lapisan tahan UV.

Tanggapan 4 – edfarman chan

Ketahanan terhadap UV memang bisa ditambahkan dalam spesifikasi Fiber Reinforced Plastic (FRP) / High Density Polyethylene (HDPE). Tapi sebaiknya jadi pertimbangan dari sisi safety & reliabilitynya, karena pemakaiaannya disebutkan untuk aboveground fire water line; seberapa besar ketahananannya terhadap api in case of fire di sekitar line tsb? Sejalan nggak dengan berapa jam fire case yang diinginkan? Misal antisipasi fire case untuk 4 jam, at least selayaknya line fire waternya bisa bertahan juga dalam durasi tersebut.

Jangan sampai kita design yang untuk madamkan api, malah kalah duluan dimakan apinya.

Tanggapan 5 – Johanes Anton Witono

Pak Iwan,

API RP14G Appendix D membahas tentang fire water piping material selection, baik di wet section atau dry section (deluge system). Bisa dipakai sebagai referensi. Disana disebutkan pilihan material seperti CS, SS dan Cu-Ni (metallic piping) dan Fiberglass (non metallic piping). Plus-minus dari setiap material tersebut juga dibahas. ujung2nya perlu optimisasi antara requirement dan finansial. Setahu saya secara duit harga CS

Saya pernah mengalami kasus yang mirip di field lama kami. Kesimpulan terakhirnya, kami gunakan material Galvanized Carbon Steel. Kendala aplikasi Galvanized CS adalah agar lapisan galvanizednya tidak rusak maka penyambungan pipa harus menggunakan sistem threaded. Karena keterbatasan alat untuk threaded tersebut, maka max ukuran pipa yang bisa dithreaded hanya sampai dengan 4 inch. Saya tidak punya informasi lebih lanjut bila ternyata ada fabricator yang bisa mengerjakan untuk pipa > 4 inch.

Di field kami yang baru untuk fire water system dengan fire water dari air sungai/laut (corrosive) digunakan: Cu-Ni untuk dry section, sedangkan wet section menggunakan Cu-Ni+GRP.

Mudah2an bermanfaat.

Tanggapan 6 – Mico Siahaan

Pak Iwan,

Mau tanya:

1. Bapak tulis: pipa fiberglass kebanyakan dipasang underground. Masa iya. Saya pernah dengar presentasi salah satu manufaktur bahwa mereka baru saja instalasi FRP/GRP above ground di Thailand. Selain itu setahu saya banyak FRP/GRP diiinstalasi untuk offshore platform, bukankah itu above ground?

2. Bisa Bapak lebih perjelas mengenai masalah flange to flange yang Bapak tulis?

Tanggapan 7 – iwan saputra

Terima kasih buat Mas Johanes dan teman-teman dimilis migas Indonesia atas bantuannya menjawab pertanyaan saya mengenai piping untuk fire water line.

Tanggapan 8 – iwan saputra

Mas Okto and Mas Mico,

Kalau memang kita ingin memakai HDPE dan FRP , kebanyakan lebih aman yach di undergorund.

Dan kalau untuk FRP, salah satu vendor FRP pernah bilang kalau pipa FRP tahan terhadap sinar ultra violet..dan saya masih belum dapat jawaban apa HDPE Pipe pun tahan terhadap sinar ultra violet..

HDPE dan FRP punya masalah yang sama yaitu di flange to flange connection. memang sich pada intinya tergantung kepada mentalitas si pekerjanya sendiri dan tentunya pengawasan dari supervisornya.

Mas Mico,

masalah Flange to flange yang saya maksudkan adalah bilamana kita mau pasang gate valve 10′ sedangkan pipanya FRP atau HDPE di above ground, pasti khan ada kebocoran akibat kelemahan menahan beban gate valve 10′. Memang vendor kita pun pernah bilang kalau Block valvenya juga dipasang support. menag bisa sich dan masuk akal saya.
Tapi itulah kadang pada saat penggantian valve bilamana terjadi kebocoran , sedang kita pake FRP , pastinya sebagian FRP didekat sambungan Flange nya dipotong dan disambung lagi. Dan kita sudah dapat jawabannya kebanyakan maslaah flange to flange adalah di mentalitas pekerjanya maupun supervisornya.

Tapi masalahnya yang lain adalah mengenai long term materialnya (tahan materialnya berapa lama) kadang masalahnya adalah bilamana kita dah pakai FRP/HDPE untuk project kita dan setelah diinstalled di field, pastinya ada sisa materialnya. dan materialnya ditaruh di gudang maksudnya untuk spare. Tapi rupanya setelah ditaruh dilogistik selama beberapa tahun anggaplah 6 tahun, pipanya berubah warna dan glue (perekat) yang dipakai rupanya sudah mengeras. Beda dengan CS pipe kalau distock kan tidak berubah warna (paling berkarat di permukaannya) dan kawat las yang dipakai mudah di dapat.

karena masalah long term materials itulah saya cenderung pakai CS pipe, kecuali vendor HDPE / FRP bisa jamin bilamana materials sisa project bisa dikembalikan ke vendornya untuk menghindari kerugian akibat barang yang distock tapi sudah 5 tahun tidak bisa dipakai.
Tapi saya rasa bila masalah long term HDPE dan FRP bisa diatasi, saya rasa banyak juga peminatnya.

Tanggapan 9 – Akh. Munawir

Nambahi,

Kalau saya dulu di Onshore Pj. pakai Galvanized Steel utk yg Dry Section, dan CS untuk yg Wet Section.

Alasannya,

– Di Wet Section, piping upstream/sebelum Delug Valve yg selalu terisi air, Corrosion rate-nya relatif lebih rendah dr yg Dry Section, oleh karena itu CS material cukup.

– Di Dry Section, pipa downstream/setelah Deluge Valve yg kadang ber-air kadang kering yg menyebabkan Corrosion Rate-nya lebih tinggi dibandingkan yg Wet Section, makanya menggunakan Galvanized steel.
Tetapi FW-nya mmng adalah air laut yg sdh di-treat untuk mngurangi kandungan garamnya.

Kalau FW menggunakan air laut langsung alternative material yg biasa digunakan di Offshore platform adalah GRE (Glass Reinforce Epoxy) piping krn corrosion free.
Di On-shore HDPE juga bisa digunakan.

Tanggapan 10 – iwan saputra

Yach mas Munawir…

Saya dah ngerti sekarang .
Terima kasih atas tambahannya.