Hydrostatic test harus dilakukan setelah assembly pressure part boiler selesai. Yang perlu di-hydrostatic (sering kita singkat hydrotest) adalah Pressure Part nya saja spt Pipa, Header, Drum. Sedangkan Valve, strainer dll tdk perlu. Hydrotest juga dilakukan sebelum pemasangan insulation atau rockwoll. Besarnya P Hydro = 1.5 x P design (Asme Sec I PG 99.1) See attachment. Tujuan Hydrotest bukan hanya untuk melihat kebocoran pada welding, tetapi juga kemungkina kebocoran pada material itu sendiri saat material itu dibuat di mill. Tujuan lain adalah kemungkina setelah diisi air boiler akan semakin berat dan structure bisa twist, nah selama hydro semua kita liatin (yg pressure part). Perlu diingat hydro tdk dilakukan pada eksternal piping spt Pipa Feed water. Dan pastikan Semua Valve dibuka atau dipasang blind flange.

Tanya – Emil M

Dear Migas,

Saya dulu pernah baca di milis migas indonesia (kalau ga salah) tentang klausul Radiography test untuk boiler bahwa jika boiler di X-ray 100% maka tidak diperlukan lagi melaksanakan hydrotest. Tetapi setelah saya mencari di ASME, saya tidak menemukan klausul tersebut.

Kemana lagi saya bisa mencari referensi tentang hal ini yaa…?

Terima kasih

Tanggapan 1 – andryansyah rivai

Saya kok sulit menerima logikanya, apakah jika sudah diradigrafi 100% dan OK, maka berarti pengelasannya sudah memenuhi syarat? Benar bahwa WPS yang dipakai sudah benar karena didukung dengan PQR, tetapi pelaksanaan pengelasan kan belum tentu sesuai dengan WPS.

Kalau saya kaitkan dengan diskusi sebelumnya tentang hydrotest yang saya baru dengar (kalau tidak salah berkaitan dengan piping), adakah yang bisa menjelaskan lebih lanjut tentang filosofinya sehingga bisa dikatakan bahwa kalau kita mendapatkan kebocoran di sekitar daerah lasan setelah hydrotest, berarti itu bonus? karena tujuan utamanya bukan mencari ketidak sempurnaan pengelasan. Pak Teddy di ostrali mungkin bisa menjelaskannya.

Tanggapan 2 – Wong Palembang Nian

Saya baru kali ini mendengar isu seperti ini, saya gak mengerti logika, yang mengatakan bahwa jika telah 100% radiography passed berarti gak perlu hydrotest.

Frankly speaking, saya baru kali ini mendengar jika boiler di X-ray 100% maka tidak diperlukan lagi melaksanakan hydrotes, barangkali ada yang lebih tahu, tolong beri kami pencerahan.

Saya sepakat sekali dengan pernyataan saudara andry; pelaksanaan pengelasan belum tentu (atau seringkali tidak) sesuai dengan WPS, apalagi kalau welding inspectornya hanya bekerja memeriksa weld profile setelah pengelasan dan tidak melakukan tugasnya sebagai welding inspector sebelum dan selama pengelasan.

Tanggapan 3 – muhammad.n.rohman@power.alstom

Pak Emil,

Setahu saya hydrotest boiler adalah mandatory dan tidak bisa diganti dengan RT atau NDE lainnya. Atau yang anda maksud hydrotest untuk material boiler ? beberapa material boiler boleh tidak di-hydrotest asalkan dilakukan NDE… NDE-nya pun tidak ditentukan oleh ASME tapi boleh ditentukan oleh purchaser…

Thanks for your attention.

Tanggapan 4 – Emil M

Apa saja material boiler yang tidak dihydrotest asalkan telah dilakukan NDE ? dan referensi apa?

Tanggapan 5 – muhammad.n.rohman@power.alstom

Silahkan lihat asme sect IIA.

Thanks for your attention.

Tanggapan 6 – ramzy@radiant-utama

Mohon bedakan tujuan ndt dan hydrotest. Kalau ndt tujuannya soundness of weld kalau hydro itu strength meski ada persamaan tujuan pada kasus boiler hydro kayanya tetap harus lihat asme second I.

Tanggapan 7 – muhammad.n.rohman@power.alstom

Yang saya maksud adalah material boiler (tube, pipe, dll) bukan boiler…
Bila untuk boiler persis seperti yang anda katakan…

Thanks for your attention

Tanggapan 8 – Ahfas, Amir Amir.Ahfas@siemens

Bapak2,

Sebenarnya ada berapa metodekah untuk melakukan hydrotest?
Kebetulan saya hanya tahu hydrotest menggunakan ‘pompa tangan’, dan setiap kali saya menyaksikan hal itu (dulu) saya selalu penasaran, ‘memangnya tidak adakah alat yang lebih manusiawi untuk ini?’

Tanggapan 9 – Yacob Messakh

Pak AMIR,

Memang ada sedikit perbedaan Pak.
Selama ini saya memang biasa cari makan dari pekerjan Hydro Testing Services (untuk Piping Test Packages).
Sependek yang saya alami, saya selalu menggunakan Air Driven Liquid Pump (Pompa digerakkan oleh Compressor), ditambah equipment lain : Pressure Temperature Recorder, Pressure Gauges dan Manifold atau Christmas Tree. Ini kalau di Oil & Gas Field.
Sedangkan kalau di Refinery atau Petrochemichal, mungkin tidak perlu Pressure Recorder, cukup Pressure Gauges saja. Dan Pompa juga mungkin bisa pakai yang Diesel power atau Electric power (seperti pompa karcher).

Kalau Hand Pump, saya biasa pakai hanya untuk Hydro testing Pipe Spool yang pendek-pendek atau Valve.

Mudahan bisa membantu.

Tanggapan 10 – Jhonson Silalahi

Rekan sekalian, sy coba jelaskan semoga membantu.

Hydrostatic test harus dilakukan setelah assembly pressure part boiler selesai. Yg perlu di-hydrostatic (sering kita singkat hydrotest) adalah Pressure Part nya saja spt Pipa, Header, Drum. Sedangkan Valve, strainer dll tdk perlu. Hydrotest jg dilakukan sebelum pemasangan insulation atau rockwoll. Besarnya P Hydro = 1.5 x P design (Asme Sec I PG 99.1) See attachment. Tujuan Hydrotest bukan hanya untuk melihat kebocoran pada welding, tetapi juga kemungkina kebocoran pada material itu sendiri saat material itu dibuat di mill. Tujuan lain adalah kemungkina setelah diisi air boiler akan semakin berat dan structure bisa twist, nah selama hydro semua kita liatin (yg pressure part).

Perlu diingat hydro tdk dilakukan pada eksternal piping spt Pipa Feed water. Dan pastikan Semua Valve dibuka atau dipasang blind flange.

Demikian, salam