Keabsahan data (data validity) yang dipertanyakan di London Conference sebelumnya, tidak diributkan lagi karena Dr. Rudi Rubiandini sebagai saksi ahli dan mantan ketua team investigasi yang terlibat langsung sejak tahap awal investigasi hadir dalam event tsb. Secara umum, hasil dari AAPG di atas merupakan jawaban (counter statement) atas Press Release yang dibuat oleh team Lapindo Brantas di London Conference yang ‘mengatas-namakan’ kesepakatan 100 pakar geology internasional.

‘was 100 pakar diskusikan lumpur lapindo di London’

Pembahasan – Harry Eddyarso

Dear rekan2 milis,

As I promised, saya akan share point2 penting sebagai hasil seminar para pakar internasional dalam event AAPG (American Association of Petroleum Geology) yang diadakan tanggal 28 October 2008 kemarin di Cape Town, South Africa. Dalam event itu, Indonesian DEC (Drilling Engineering Club) diwakili oleh Dr. Rudi Rubiandini dan Ir. Susila L. Pesan singkat via sms yang disampaikan oleh Dr. Rudi Rubiandini tadi malam adalah sbb:

– Yang setuju LUSI akibat bencana alam (mud volcano) –> 3 orang.

– Yang setuju LUSI akibat kesalahan pemboran –> 42 orang.

– Yang campuran antara 2 opini di atas –> 13 orang.

– Yang masih merasa belum tuntas diskusinya –> 16 orang.

Yang hadir adalah pakar2 kelas dunia yang hebat2 ilmunya. Diskusinya kira2 1.5 jam setelah presentasi yang juga kira2 1.5 jam (untuk 4 presenter). Dalam tahap diskusi, kira2 ada 20 pertanyaan yang diajukan oleh audience.

Keabsahan data (data validity) yang dipertanyakan di London Conference sebelumnya, tidak diributkan lagi karena Dr. Rudi Rubiandini sebagai saksi ahli dan mantan ketua team investigasi yang terlibat langsung sejak tahap awal investigasi hadir dalam event tsb.

Secara umum, hasil dari AAPG di atas merupakan jawaban (counter statement) atas Press Release yang dibuat oleh team Lapindo Brantas di London Conference yang ‘mengatas-namakan’ kesepakatan 100 pakar geology internasional.

Pertanyaan Mas Rawindra:

‘.. Jadi saya bertanya ke mas Harry, apakah pemicu bencana ini masih menjadi faktor penentu dalam memilih metode penghentian semburan tsb ??..’

Jawaban saya:

Ya jelas dong Mas. Kita kalo sakit demam panas 3 hari gak turun2, badan pegal2, itu ada beberapa kemungkinan: gejala flu, malaria, typhus atau demam berdarah’. Nah, untuk mengobatinya kita harus tau dulu akar permasalahannya, periksa ke dokter, kalo perlu pake lab test segala. Setelah ketauan penyakitnya, baru dikasih obat yang tepat.

Demikian juga halnya dengan Lumpur Lapindo tsb. Dari data, fakta dan informasi yang ada, semua menunjuk kepada korelasinya dengan aktifitas pemboran. Gak ada itu gejala akibat mud volcano, apalagi akibat gempa Yogya (saya gak pernah lihat para pakar pro bencana alam membuktikan hal itu, Cuma teori2 aja). Yang lebih bahaya lagi, bila mud volcano dijadikan kambing hitam, bisa jadi komunitas drilling akan menjadi perusak lingkungan dimana2, tanpa punya tanggung jawab profesional. Kenapa? Karena fenomena abnormal pressure (over pressure zones) – entah itu karena mud volcano atau hantu2 yang lain – merupakan hal yang lumrah di dunia drilling dan harus selalu diantisipasi, baik dalam tahap data acquisition, drilling engineering & design maupun pada tahapan operasional.

Setelah AAPG ini lalu apa yang diharapkan?

Entahlah.. Banyak orang udah apatis (termasuk beberapa komentar dari anggota di milis ini). Saya sendiri juga gak yakin, karena selama ini terkesan Pemerintah tutup mata dengan data dan fakta yang ada, dengan alasan dan perhitungan politis (mungkin) yang saya sendiri tidak mengerti. Padahal persoalannya murni masalah teknis dan operasional aja.. Saya pernah minta ke Bapak Menteri yang membawahi permasalah teknologi dan kajian ilmiah untuk membuat forum yang mempertemukan kedua pihak yang berbeda pendapat, tapi tidak ada jawaban dari beliau. Namun dengan adanya seminar AAPG di Afsel kemarin, permintaan saya itu udah gak perlu lagi.. karena akhirnya publik bisa menilai sendiri hasil diskusi yang dilaksanakan secara profesional, open dan demokratis tsb – oleh para ahlinya dari berbagai penjuru dunia.

Laporan lengkapnya (hasil seminar AAPG tsb) kita tunggu aja ya..

Tanggapan 1 – ebahagia

buat KBK Bor – Mas Herry Eddyarso yang selalu Gaul (baca up-to-date) ‘Anda layak dapat bintang bung!’. Great post & thank you for sharing.

Tanggapan 2 – Sulistiyono

Pak Harry,

Hasil Seminar AAPG di Cape Town saya anggap lebih obyektif dan lebih bisa dipertanggung jawabkan secara scientific ketimbang statement2 pihak Lapindo /EMP bahkan keputusan pengadilan kita yang selalu di scenario bahwa lusi adalah akibat gempa Jogya . saya ingat betul salah satu VP Lapindo/EMP saat awal kejadian sudah mendeklarasikan bahwa lusi adalah akibat gempa Jogya , meskipun stasiun BMG Pasuruan mengatakan bahwa gempa Jogya hanya berskala 2 skala richter di Pasuruan yang dekat Sidoarjo. Itupun di permukaan bukan di kedalaman 9,000 ft, yg logikanya jauh lebih kecil dampaknya.

Sekarang kita menunggu hasil seminar Cape Town di publikasikan dan di umumkan di media. Mungkin milis migas kita atau KMI dapat ikut menyebarluaskan informasi tersebut antara lain nanti mengundang Pak Rudi Rubiandini dan Pak Susila untuk suatu half day seminar atau luncheon talk di Jakarta .

Tanggapan 3 – iwan saputra

Mas Harry,

Saya memang bukan orang Pengeboran…tapi saya setuju pendapat Mas Harry kalau Bencana Lumpur Lapindo Brantas adalah kesalahan procedur pengeboran dan bukan dari factor Alam..

Sebenarnya dari dulu pun saya nggak sutuju kalau Bencana Lumpur Lapindo Brantas dijadikan Bencana Nasional..Dan sampai sekarang saya tetap belum ngerti mengenai statement tersebut..
Karena kenapa ulah manusia yang salah tapi yang disalahkan Alam..

Kenapa kita selalu memakai ‘Metode Pembenaran’ dibalik kesalahan kita sendiri.
Dan kenapa kita tak pernah merasa bahwa diri kita salah dan selalu merasa diri kita benar..

Alangkah indahnya bilamana Pak Menteri SDM bisa memfasilitasi pertemuan kedua belah pihak yang berbeda pendapat. , yang satu pihak mewakili 100 Pakar geologi Intenational..dan satu pihak di luar tim tersebut.

Karena saya yakin dan percaya , ‘ Suatu masalah pasti ada pemecahannya dan suatu bencana pasti ada akhirnya. Asal kita yakin dan percaya .

‘Tiada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah; Dan barang siapa yang beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan petunjuk kedalam hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu’. (QS. At-Taghaabun: 11).

‘ Allah tidak akan menurunkan suatu penyakit* melainkan Allah juga menurunkan obatnya’ ( HR. Abu Hurairah ). (* penyakit bisa dikatakan juga musibah…red)

Saya hanya bisa bantu doa ‘Semoga Bencana Lumpur Lapindo Brantas bisa segera berakhir dan lumpurnya tidak keluar lagi ‘ dan semoga dengan semangat Sumpah Pemuda kita bisa bersatu di atas perbedaan untuk mengakhiri bencana Lumpur Lapindo Brantas..

Maaf bila salah cakap..

Tanggapan selengkapnya dari Diskusi ini dapat dilihat dalam file berikut: