LED mempunyai beberapa keunggulan dibandingkan dengan lampu pijar konvensional. LED tidak memiliki filamen yang terbakar, sehingga usia pakai LED jauh lebih panjang daripada lampu pijar, LED tidak memerlukan gas untuk menghasilkan cahaya. Selain itu bentuk dari LED yang sederhana, kecil dan kompak memudahkan penempatannya. Dalam hal efisiensi, LED juga memiliki keunggulan. Pada lampu pijar konvensional, proses produksi cahaya menghasilkan panas yang tinggi karena filamen lampu harus dipanaskan. LED hanya sedikit menghasilkan panas, sehingga porsi terbesar dari energi listrik yang ada digunakan untuk menghasilkan cahaya dan membuatnya jauh lebih efisien.

Tanya – ebahagia

Rekan-rekan milist,

Mohon pencerahan apakah penggunaan LED Lamp sudah lazim di oil & gas?
Bagaimana dengan cost analysis-nya, dimana energy usage-nya (LED) sangat kecil vs lampu pijar or TL? Terima kasih,

Tanggapan 1 – usman kuniyo

Pak Ibnu,

Seharusnya sih beberapa mungkin sudah ada yg menggunakannya, meski mungkin masih sangat sedikit. saya jadi teringat dulu waktu masih mahasiswa juga pernah menulis tentang LED. berikut kutipan artikelnya:

LED sebagai sumber cahaya

Lampu pijar lebih murah tapi juga kurang efisien dibanding LED. Lampu TL lebih efisien daripada lampu pijar, tapi butuh tempat besar, mudah pecah dan membutuhkan starter atau rangkaian ballast yang terkadang terdengar suara dengungnya.

LED mempunyai beberapa keunggulan dibandingkan dengan lampu pijar konvensional. LED tidak memiliki filamen yang terbakar, sehingga usia pakai LED jauh lebih panjang daripada lampu pijar, LED tidak memerlukan gas untuk menghasilkan cahaya. Selain itu bentuk dari LED yang sederhana, kecil dan kompak memudahkan penempatannya. Dalam hal efisiensi, LED juga memiliki keunggulan. Pada lampu pijar konvensional, proses produksi cahaya menghasilkan panas yang tinggi karena filamen lampu harus dipanaskan. LED hanya sedikit menghasilkan panas, sehingga porsi terbesar dari energi listrik yang ada digunakan untuk menghasilkan cahaya dan membuatnya jauh lebih efisien.

RGB (Red Green Blue) LED atau LED yang bisa mengeluarkan warna yang dipancarkan lebih dari satu warna sehingga memungkinkan aplikasi LED yang semakin luas, khususnya menambah keindahan dalam dunia desain interior dan eksterior.

Dalam terminologi teknik pencahayaan, LED dapat dikatakan memiliki tingkat efisiensi luminus (cahaya) atau efikasi yang tinggi, karena perbandingan banyaknya energi cahaya yang dikeluarkan LED dengan besarnya daya listrik yang dikonsumsinya cukup tinggi jika dibandingkan dengan lampu pijar konvensional.

Salah satu contoh produk dari LED adalah LedVision yang dikeluarkan oleh Philips sebagai traffic light (lampu lalu lintas) yang tersusun dari ribuan LED yang dipasangkan pada lampu lalu lintas dengan umur (life time) mencapai 100.000 jam atau sekitar 10 tahun lebih sehingga efektif dalam mengurangi biaya perawatan.LedVision beroperasi pada tegangan rendah dan arus yang lebih kecil sehingga bisa menghemat sampai 90% energi listrik yang dikonsumsi oleh lampu pijar (yang sekarang banyak digunakan) dan umurnya 10 kali lebih panjang.

LED dengan cahaya monokromatiknya memiliki keunggulan kekuatan yang besar lebih dari cahaya putih ketika warna yang spesifik diperlukan. tidak seperti cahaya putih tradisional, LED tidak membutuhkan lapisan atau diffuser yang banyak mengabsorpsi cahaya yang dikeluarkan. cahaya LED mempunyai sifat warna tertentu, dan tersedia pada range warna yang lebar. salah satunya yang baru-baru ini warnanya diperkenalkan adalah emerald green (bluish green, panjang gelombangnya kira-kira 500nm) yang cocok dengan persyaratan sebagai sinyal lalu lintas dan cahaya navigasi. Cahaya LED kuning adalah pilihan bagus karena mata manusia sensitif pada cahaya kuning (kira-kira yang dipancarkan 500lm/watt).

Kelebihan LED dari lampu yang ada sekarang (lampu pijar, TL,dll) yaitu dalam hal efisiensi energi dan umur yang panjang menjadikan LED sangat berpotensi untuk dijadikan sumber pencahayaan pengganti lampu di masa depan. Kemajuan teknologi mungkin akan mengurangi biaya sehingga LED bisa menjadi idola sebagai lampu dimasa depan.

artikel lengkapnya: http://usmanft.blogspot.com/2006/05/led-sebagai-sumber-cahaya-masa-depan.html

maaf buat rekan2 milis yang lain, nyampah gini saya, gak penting banget :p. piss..

mudah2an riset yg sekarang sudah lebih maju dari saat artikel ini dibuat.

Tanggapan 2 – ebahagia

Pak Usman,

Tulisan Anda sangat menarik, terima kasih banyak Pak.

Saya masih penasaran penerapan di Indonesia pada aplikasi LED pada lampu jalan & penerangan pada fasilitas perkantoran mau pun industry .. Apa iya sudah segitu ‘aware-nya’ terhadap penghematan energy mengingat harga lampu LED masih lumayan tinggi.

Tanggapan 3 – usman kuniyo

Pak Ibnu,

Dengan keterbatasan pengetahuan saya yang masih sangat minim, memang di Indonesia masih sangat jarang. alasan terkuat untuk menggunakan LED setahu saya juga memang karena hemat energi, namun kekurangannya dengan cost yang tinggi.

Mohon maaf pak saya tidak bisa memberikan jawaban yg memuaskan, karena memang saya tidak bergerak di bidang itu.
mungkin bapak bisa lihat2 di website philips untuk mengetahui perkembangan terkini http://www.lighting.philips.co.in