Untuk pondasi yang menerima beban getaran seperti pump foundation dan juga dimana permukaan atas menerima panas dari kerja mesin, memang tidak semua jenis grouting bisa diaplikasikan.
Jika memang grouting yang sekarang memperlihatkan retak struktur dalam, ada baiknya dibongkar (dismantling) dan diganti. Luas pembongkaran tergantung jenis dan arah retak. Namun kalau dari awal sudah salah mengaplikasikan jenis grouting, jalan yang terbaik adalah bongkar total untuk menghindari kerusakan struktur dikemudian hari. Pilihan yang sulit memang karena mungkin equipment sudah terpasang.
Namun patut dipahami bahwa sifat/karakteristik material grouting berbeda dengan beton, jadi belum tentu tindakan perbaikan terhadap retak beton bisa diaplikasikan ke lapisan grouting atau sebaliknya.

Tanya – Errick

Rekan-rekan Migas,

Saya harus memperbaiki pondasi yang retak untuk sebuah Blower IDF (putaran impeler sekitar 1100 rpm) yang digerakkan oleh motor listrik 110 kW 1450 rpm. Baru beberapa bulan operasional, namun terjadi keretakan pondasi seperti dalam lampiran (mohon bantuan pak Budhi untuk lampirannya).
Yang ingin saya tanyakan (karena background saya dan company dimana saya bekerja adalah mechanical engineering) adalah prosedur untuk memperbaiki pondasi ini. Apakah harus menggunakan chemical bounding agent dsb?

Terima kasih,

Tanggapan 1 – uci sanusi

Mungkin juga harus ditinjau analisa dinamik dari pondasi tersebut.

Tanggapan 2 – Errick

Analisa dinamik seperti apa yang dibutuhkan?
Kami hanya mengukur getaran dari motor listrik dan bearing shaft. Hasilnya seperti terlampir.
Hanya ini yang kami punya. Masalah intinya adalah material grouting tidak mau menempel (atau menyatu) dengan beton pondasi yang di cor sebelum instalasi equipment.

Terima kasih,

Tanggapan 3 – Thomas Yanuar

Pak Errick,

Untuk pondasi yang menerima beban getaran seperti pump foundation dan juga dimana permukaan atas menerima panas dari kerja mesin, memang tidak semua jenis grouting bisa diaplikasikan.
Jika memang grouting yang sekarang memperlihatkan retak struktur dalam, ada baiknya dibongkar (dismantling) dan diganti. Luas pembongkaran tergantung jenis dan arah retak. Namun kalau dari awal sudah salah mengaplikasikan jenis grouting, jalan yang terbaik adalah bongkar total untuk menghindari kerusakan struktur dikemudian hari. Pilihan yang sulit memang karena mungkin equipment sudah terpasang.
Namun patut dipahami bahwa sifat/karakteristik material grouting berbeda dengan beton, jadi belum tentu tindakan perbaikan terhadap retak beton bisa diaplikasikan ke lapisan grouting atau sebaliknya.
Kebetulan saya tidak melihat attachmentnya, hanya bisa mengira-ngira berdasarkan postingan Pak Errick saja. Jadi usul saya diatas hanya bersifat umum. Saya ada beberapa softcopy jenis grouting material untuk rotating equipment dan cara aplikasinya, jika Pak Errick mau bisa japri kesaya. Kebetulan di proyek saya dulu, kami mengalami keretakan struktur grouting dibeberapa pondasi Boiler Fan dan menjalar ke pondasi beton dibawahnya, dan tindakan perbaikan yang dilakukan memberikan hasil yang memuaskan. Untuk keretakan pondasi, cara injeksi grouting merupakan cara yang paling berhasil yang pernah saya lakukan. Saya masih menyimpan juga file untuk metoda perbaikan keretakan dalam struktur beton.

Tanggapan 4 – Hanifa Gunawan

Yth Pak Errick,

Perkenalkan saya Gunawan, alumni T.Sipil Konstruksi Atmajaya dan sudah bekerja di bidang Teknik Sipil selama 20 tahun, menggeluti berbagai proyek dari mulai gedung bertingkat 20, mall, pekerjaan sipil pada jalan raya serta jalur kereta api layang maupun darat.

Keamanan dan Keselamatan bangunan menjadi perhatian dan kajian kami. Untuk itu saya coba membantu permasalahan Bapak, sebagai berikut:

Melihat cerita Bapak yang tanpa gambar memang sulit di prediksi kondisi keretakannya.

Kemungkinan-kemungkinan yang terjadi adalah:

1. Mutu beton (K berapa?) yang digunakan dulu sudah sesuai dengan beban atau belum, ini bisa diketahui dari disain gambar dan spesifikasi pada saat pembangunan atau dokumen pembangunan yang sebenarnya. Bisa dikonformasi ke Konsultan Pengawas.

2. Jika mutu sudah sesuai disain tapi masih terjadi retak, kemungkinan pada waktu pelaksanaan pengecoran beton tidak di padatkan (vibrator) sehingga beton keropos yang otomatis akan retak atau kekuatan tidak sesuai dengan yang direncanakan.

3. Jika posisi pondasi retak dan miring, kemungkinan tanah dasar fondasi tidak dipadatkan sehingga terjadi settlement atau penurunan. Jika terjadinya penurunan merata maka pengaruh untuk terjadi kertakan kecil, tetapi jika penurunan tidak merata ada yang tinggi ada yang rendah, ada yang besar ada yang kecil maka keretakan jelas disebabkan terjadinya settlement atau penurunan.

4. Jika keretakan hanya pada permukaan maka cukup diperbaiki dengan semen produk SIKA atau merk lain (bisa dilihat brosur produk).

Konsultasi lebih lanjut:

Gunawan

e-mail:gundsk@gmail.com; tel.0811297528; fax 024-7498182

Sebetulnya yang bergabung di mailist ini adalah istri saya: hanifa, yang membidangi Keselamatan dan Kesehatan Kerja tetapi kami mengembangkan K3 di bidang pekerjaan konstruksi. Sehingga apabila ada permasalahan dibidang konstruksi maka kami akan coba membantu.

Tanggapan 5 – Errick

Pak Gunawan,

Yang retak itu bukan pondasi bawah, namun lapisan grouting setebal 6 cm yang dipakai untuk menambah elevasi di sekitar base frame. Namun sekitar base frame tidak retak. Jarak bibir pondasi dengan base frame cukup lebar. Saya sudah dibantu saran dari Pak Thomas Yanuar (anggota Milis Migas) melalui japri untuk menggunakan epoxy grouting. Sekarang kami akan coba aplikasikan akhir minggu ini. Gambar sudah saya lampirkan, namun belum di loloskan ke Milis. Ini kewenangan moderator milis. Saat mengirimkan email ke milis, email yang sama juga saya cc ke Pak Budhi.

Terima kasih,

Attachment : Sikagrout for IDF Satui.pdf & IMG_3457.JPG

Tanggapan 6 – BKC1237

Pa Errick,

Kalo melihat dari gambar yang bapak kirim, saya berkesimpulan bahwa :

1. Surface preparation yang bapak lakukan pada permukaan beton yang akan digrouting itu tidak benar, syarat permukaan beton yang akan di grouting haruslah bersih dari debu atau kotoran yang mudah terlepas, bebas dari grease/olie dan satu lagi permukaan beton yang akan di grouting harus di buat kasar.

2. Perlakuan setelah digrouting permukaan semennya tidak boleh langsung terkena panas yang dapat menyebabkan penguapan air yang berlebihan, harus selau disiram dengan air atau ditutup dengan plastik/kain/karung basah minimal selama 3 hari untuk menjaga kelembapannya. Atau dapat juga menggunakan curring compound.

Untuk memperbaiki kondisi seperti itu adalah dengan membongkar seluruh permukaan grouting dan lakukan prosedure grouting seperti tersebut diatas. Memang jika diperbaiki secara parsial pada bagian yang retak saja bisa dilakukan namun saya tidak bisa menjamin lapisan grouting tersebut akan dapat melekat dengan baik dengan betonnya, sekalipun menggunakan ‘epoxy grouting’ ma’af sepengetahuan saya tidak ada epoxy grouting mungkin yang dimaksudkan adalah epoxy resin (ini pun banyak jenisnya). Untuk merekatkan beton lama dan yang baru bisa menggunakan bonding agent, namun jika surface preparationnya tetap tidak dilakukan tinggal tunggu waktu saja untuk retak berikutnya sesuai dengan muai susut yang terjadi antara lapisan grouting dan beton pondasi dibawahnya.

Tanggapan 7 – Achmad Husni

Bapak-bapak,

Apakah ini bukan karena disebabkan perbedaan susut, sehingga crack yang terjadi cukup panjang/memanjang? saya lihat dari fotonya lebar dan panjang pondasinya cukup memungkinkan terjadi ini (?) walaupun kemungkinan kegagalan persiapan surface adalah yang paling mungkin.

Tanggapan 8 – PURWANTO Dadang@saipem

Betul sekali, selama proses pengeringan permukaan beton harus ditutup dengan karung basah utk menghindari penguapan berlebihan dipermukaan, dengan demikian diharapkan beton akan mengering dg merata baik didalam maupun dipermukaannya. Hal ini penting utk menjaga kualitas beton.

Sy jd tertarik bagaimana merekatkan permukaan beton lama dengan beton baru? Bonding agent?? Karena beton baru pasti akan menyusut slm bbrp bulan pertama, sedangkan beton lama sudah stabil.

Tanggapan 9 – BKC1237

Dari beberapa pengalaman yang sudah saya terapkan, sebenarnya antara beton lama dan beton baru itu sampai kapanpun tidak akan bisa melekat dengan sempurna (monolith) entah kalo sudah ada yang melakukan penelitian tentang hal tsb. Bonding agent biasanya menggunakan material dasar latex sebagai perekat, selain itu rekatan juga sangat tergantung sekali dengan permukaan beton yang akan kita rekatkan, semakin kasar permukaan beton lama maka akan semakin kuat daya rekatnya.

Untuk penyusutan beton lama dan baru biasanya saya menyiasati dengan membasahi permukaan beton yang lama dengan air jika perlu merendamnya dengan air untuk beberapa hari, saya biasa lakukan satu malam agar pagi/siang hari ketika beton akan disambung masih dalam keadaan basah. Untuk menjaga kondisi stabil dalam penguapan/pengeringan minimal 3 hari harus ditutup dengan karung basah atau direndam dengan air. Beton mempunyai sifat menyusut ketika kering ini bisa menambah rekatan antara beton lama dan beton baru.

Tanggapan 10 – Errick

Terima kasih buat rekan-rekan sekalian, namun saya coba dahulu dengan menggunakan epoxy grouting.
Mengenai pengerjaan yang lalu, kemungkinan besar surface preparation tidak diperhatikan.
Lagi pula saat curing juga tidak terlalu diperhatikan dengan menutup permukaan entah dengan karung basah atau terpal agar tidak terlalu tinggi temperatur permukaannya.
Pengerjaannya akan dilakukan dalam awal Desember, mengingat sekarang sedang order epoxy grouting.

Tanggapan 11 – Arek Ciputat

Salam kenal Mas Errick,

Kalo lihat foto, kayaknya retak terjadi antara permukaan beton pondasi dengan lapisan groutingnya. Bener kan? Kalo emang bener, biasanya ini terjadi karena, 1. pemilihan material grouting yang tidak tepat (tapi saya menafikan kemungkinan ini) atau 2. karena proses pengerjaan yang kurang tepat.

Untuk memperbaikinya, sebisa mungkin equipment di-shut down dulu (untuk menghindari getaran akibat equipment, terutama waktu grouting belum mengeras). Gunakan palu untuk meliat area mana aja yang retak (daerah retak akan terdengar ‘nyaring’ waktu diketuk palu, dan daeran yang tidak retak akan terdengar ‘solid’). Buang semua area yang retak. Lakukan chipping pada permukaan existing pondasi. Lakukan pembersihan (permukaan harus bebsa debu, air, oli, minyak, dll). Baru bisa dicor dengan grout. Untuk mempersingkat waktu, bisa pakai rapid set grouting. Juga untuk menyakinkan ikatan dengan existing surface, bisa digunakan bonding agent. Untuk detail, mungkin bisa tanya ke produsen.

Surface preparation sangat mempegaruhi hasil akhir, so harus ada pengawasan extra.

Semoga membantu, cmiiw.