Peraturan yang menyebutkan bahwa subsea pipeline yang rutenya pada kedalaman laut lebih kecil dari 13m harus ditanam di trench adalah peraturan MIGAS, Kepmentamben No. 300.K/38/M.PE/1997, pasal 13 (CMIIW). Hal ini dilakukan untuk menghindari anchor drop/drop object, jangkar, trawling drag, vessel sinking dan sebagainya karena pada kedalam tersebut diasumsikan relatif banyak aktivitas. Alasan lainnya utk memenuhi kestabilan pipa bawah laut di pantai/shore approach.

Tanya – uci sanusi

Dear milister,

Apakah ada yg tahu di code mana peraturan yang bilang bhwa subsea pipeline yg rute nya pada kedalaman laut lbh kecil dari 13m harus ditanam di trench.

Tanggapan 1 – johan noviansyah

Bisa merefer ke peraturan KEPMENTAMBEN no.300.K/38/M.PE/1997 pasal 13 ayat 3.

Tanggapan 2 – nanda pangawitan

Dear Pak Uci

Peraturan yg menyebutkan bhwa subsea pipeline yg rute nya pada kedalaman laut lbh kecil dari 13m harus ditanam di trench adalah peraturan MIGAS, Kepmentamben No. 300.K/38/M.PE/1997, pasal 13 (CMIIW), Hal ini dilakukan untuk menghindari anchor drop/drop object, jangkar, trawling drag, vessel sinking dan sebagainya karena pada kedalam tersebut diasumsikan relatif banyak aktivitas. Alasan lainnya utk memenuhi kestabilan pipa bawah laut di pantai/shore approach.

Semoga membantu.

Tanggapan 3 – didik.s.pramono@exxonmobil

Mas Didi,

Silakan refer ke Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi No.300.K/38/M.PE/1997 Pasal 13 ayat 3 tentang “Keselamatan Kerja Pipa Penyalur Minyak dan Gas Bumi”. Saya lihat peraturan ini juga sudah beberapa kali dibahas di milist Migas, soft copy-nya pun pernah nongol di milist ini.

Tanggapan 4 – Aan Sugeng Ananto

Pak Uci,

Kalo gak salah itu merupakan keputusan mentamben sebagai berikut:

Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi Nomor 300.K/38/M.PE/1997 tentang Keselamatan Kerja Pipa Penyalur Minyak dan Gas Bumi

•Pasal 13 ayat 3 :Pipa penyalur yang digelar di laut wajib memenuhi ketentuan sebagai berikut:

a. Dalam hal kedalaman dasar laut kurang dari 13 meter, maka pipa harus ditanam sekurang-kurangnya 2 (dua) meter di bawah dasar laut (seabed) serta dilengkapi dengan sistem pemberat agar pipa tidak bergeser atau berpindah, atau disanggah dengan pipab. Dalam hal dasar laut 13 meter atau lebih, maka pipa dapat diletakkan di dasar laut, serta dilengkapi dengan sistem pemberat agar pipa tidak bergeser atau berpindah.

Tanggapan 5 – mur jito

Dear all,

Apakah pasal 13 kepmen tersebut berlaku untuk semua kondisi alur pelayaran? jika alur pelayaran tersebut sempit/ terbatas dengan frekwensi traffik kapal yang tinggi bagaimana jika kedalamannya lebih dari 13 m?

Bagaimana dengan resiko yang terjadi sebaliknya, jika pipa meledak (blasting) resiko terhadap kapal dan opportunity economic cost bagaimana?

Jika ternyata ada pipa minyak/ gas (existing) yang telah dipasang laying (tanpa trenching) dalam kedalaman kurang dari 13 m bagaimana konsekuensinya? dibongkar?

Tanggapan 6 – Toto Al Wastoyo

Pak Nana Yth,

Mohon bantuannya juga, bagaimana dengan kapal yg dwt nya diatas 70 Kt dengan laden draftnya diatas 13m?

Tanggapan 7 – didik.s.pramono@exxonmobil

Pak Murdjito,

Selain regulasi Migas tersebut ada hal penting yang tidak boleh dilupakan
dalam hal aturan instalasi offshore pipeline, yaitu Ijin Lokasi. Untuk
menerbitkan Ijin Lokasi, Ditjen Migas cq Direktorat Teknik dan Lingkungan
(DMT) akan mengadakan rapat penggelaran pipa dengan perusahan (KKKS) dan
instanti terkait yang meliputi:

– BPMIGAS.

– SUSMAR (Staff Urusan Maritim), Ditjen Migas

– Ditjen Perhubungan Laut

Dinas Hidrodinamika dan Oseanografi (DISHIDROS) TNI AL

– Gubernur

– Bupati

– Administrasi Pelabuhan (Adpel) setempat.

DMT akan meminta rekomendasi teknis dari semua instansi tersebut diatas
sesuai dengan fungsinya masing2. Rekomendasi teknis ini adalah sebagai
syarat apakah Ijin Lokasi penggelaran offshore pipeline dapat diterbitkan
atau tidak. Sebagai dasar untuk menerbitkan rekomendasi teknis, masing2
pihak terkait harus melakukan kajian yang teliti dan comprehensive,
sehingga diharapkan dikemudian hari pengoperasian offshore pipeline tidak
ada kendala dengan pihak2 lain, termasuk kemungkinan akan mengganggu alur
pelayaran seperti yang Pak Murdjito sebutkan.

Demikian, mungkin ada rekan lain yang menambahkan.