Salah satu fungsi FPSO/FSO adalah sebagai tanki penampung sebelum di jual, sama seperti tanki2 penampung onshore. Dengan demikian, peralatan lab di FPSO/FSO umumnya sama dgn peralatan laboratorium di tank farm onshore. Untuk laboratorium di FSO tidak dibutuhkan sertifikasi, tetapi beberapa peralatan yang digunakan, misalnya metering system untuk proses Custody Transfer, maka harus mendapatkan ijin penggunaan dari Ditjen Migas dan sertifikasi/kalibrasi dari Ditjen Metrologi.

Tanya – Ina Hakim

Dear all..

Mohon informasinya supplier/manufacture/vendor ‘Metering skid’ yang ada di Indonesia.

Mohon pencerahannya juga tentang :

1. laboratorium apa saja yang seharusnya ada diatas sebuah FSO dan bagaimana hubungannya dengan fasilitias yang ada di darat (CPP). Apakah harus sama antar lab yang ada di FSO dan CPP ?

2.Apakah ada sertifikasi migas yang mencakup Laboratorium ini.

Terima kasih sebelumnya.

Tanggapan 1 – hasanuddin_inspector

Mbak Ina

Di website Ditjen Migas rasanya ada data tentang perusahaan perakit dan perekayasa sistim ukur yang sudah terregister dan approved by Ditjen Migas.

Tanggapan 2 – hamid rais

Mbak Ina,Bisa kunjungi website www.pratiwiputrisulung.com
perusahaan perakit perekayasa metering.atau contact bagian Bussiness Development Bpk. Bambang di 085213891535semoga membantu.

Tanggapan 3 – El Mundo

Ina,

Salah satu fungsi FPSO/FSO adalah sebagai tanki penampung sebelum di jual, sama seperti tanki2 penampung onshore. Dengan demikian, peralatan lab di FPSO/FSO umumnya sama dgn peralatan laboratorium di tank farm onshore.

Minimum equipment yg harus dimiliki al:

alat utk mengukur kadar air dan sediment ( B S &W) dalam crude

alat utk mengukur besaran flash point

alat utk mengukur kadar minyak dalam air (ppm meter)

Protable Oxigen, H2S, Hydrocarbon detector. Dll

Gas/oil spectrometry

B S &W mutak harus ada, karena berhubungan dgn custody transfer

Sepengetahuan saya peralatan lab tadi tidak perlu mendapat persetujuan/dikalibrasi oleh BPMigas, kecuali peralatan Custody Transfer dan meter prover, yg tidak termasuk alat2 lab.

Tanggapan 4 – Didik Pramono

Mba Ina,

Menambahkan yang telah disampaikan Pak El. Untuk laboratorium di FSO memang tidak dibutuhkan sertifikasi, tetapi beberapa peralatan yang digunakan, misalnya metering system untuk proses Custody Transfer, maka harus mendapatkan ijin penggunaan dari Ditjen Migas dan sertifikasi/kalibrasi dari Ditjen Metrologi.

Dan seperti yang telah disampaikan Pak Hasanuddin, perusahaan perakit dan perekayasa harus ter-register dan approved oleh Ditjen Migas. Demikian pula jenis/tipe metering system harus approved oleh Ditjen Migas dan Ditjen Metrologi. Beberapa jenis metering system, misalnya yang menggunakan radar system, Ditjen Migas bersama dengan Ditjen Metrologi bahkan mewajibkan adanya FAT untuk proses approval-nya.