Toluene sebagai pelarut untuk memaksimalkan kandungan molekular crude oil. Bisa juga dengan memakai n-pentan atau campuran kedua-duanya sekaligus, terutama apabila diperlukan untuk memecah pengumpalan kandungan asphaltene. F46 adalah merek dagang/patent dari resin aryl-sulfonate oxyalkylated ethylene formaldehyde, dicampur dengan kandungan tertentu dari hidrokarbon aromatik dan senyawaan alkohol. F46 dibuat oleh Petrolite Corporation.

Tanya – Priyo Susetyo

Saya ingin bertanya tentang beberapa hal dibawah ini :

1. Pada proses mengukur density crude oil dilakukan pengujian dengan

menggunakan heater cylinder dengan mencampurkan antara toluena dengan crude

oil pada suhu tertentu dan ditambahkan senyawa F46..,Pertanyaan Saya adalah

apakah toluena pada reaksi tsb sebagai pelarut? kalo iya apakah hanya

toluena saja yang dijadikan pelarut, bisa tidak dengan senyawa lain?

Bagaimana reaksi kimia dari proses pencampuran toluena dengan crude oil?

Nama senyawa F46 itu nama dagang atau nama kimia? kao seandainya nama

dagang apakah nama kimia senyawa tsb..,lalu apakh fungsi F46 pada reaksi

pencampuran tsb?

Terima Kasih atas kesedian jawaban dari Bapak/Ibu atau Mas/Mba yang ada

dimilis migas ini.

Tanggapan 1 – Yudhistira Hayuatma

Sepertinya proses yang bapak sebutkan adalah pengukuran BS&W, bukan density (atau API Gravity), karena setahu saya density tidak melibatkan pencampuran (hanya pemanasan jika crude terlalu kental) dan menggunakan hidrometer standar.
Coba mas lihat API standard untuk BS&W measurement (poin 8 kalau tidak salah).
Selain toluen dapat juga digunakan kerosene.
Toluene dan kerosene hanya sebagai pelarut, tidak ada reaksi.
Toluene sebelum dicampur harus dijenuhkan dulu dengan air (karena toluene dapat melarutkan air, walau sedikit) sedang kerosene tidak.
F46 sepertinya merek dagang, kalau saya tebak fungsinya sebagai demulsifier. Demulsifier tidak memiliki gugus kimia spesifik, setiap merek punya formula sendiri (bisa unsur kimia murni bisa campuran) yang merupakan rahasia dagang.

Tanggapan 2 – razali

Dear Mas Priyo,

1. toluene tsb sebagai pelarut untuk memaksimalkan kandungan molekular crude
oil. bisa juga dengan memakai n-pentan atau campuran kedua-duanya sekaligus,
terutama apabila diperlukan untuk memecah pengumpalan kandungan asphaltene.

2. tidak ada reaksi kimia. yang ada demulsifying atau pemecahan emulsi
subtansi crude oil yang menggumpal agar density-nya bisa ditera.

3. F46 adalah merek dagang/patent dari resin aryl-sulfonate oxyalkylated
ethylene formaldehyde, dicampur dengan kandungan tertentu dari hidrokarbon
aromatik dan senyawaan alkohol. F46 dibuat oleh Petrolite Corporation.

4. fungsi polimer F46 untuk membantu memisahkan fase minyak dari air dan
impurities lainnya. mungkin demikian, terimakasih kembali.

Salam migas