Gas scrubber, diameter sizenya memang hanya ditentukan oleh
gas flow ratenya saja (determining case). Ketinggiannya ditentukan
dari minimal levels mulai dari LLLL s/d HHLL yg ditentukan oleh
standard company atau lihat di GPSA. Untuk mengecek residence time
liquidnya bisa dihitung dari maximum liquid carry over dari
equipment sebelum scrubber tsb atau asumsikan berapa liquid carry
over per gas flow rate.

haryo bhimo bhimo_haryo@yahoo.com

Dear bpk/ibu yth,

Skrng saya lg mengerjakan gas scrubber sizing untuk suatu fuel gas compressor

Sebenarnya bagaimanakah seharusnya kita meng-estimasi liquid yang akan terpisahkan
oleh equipment ini agar hasilnya bisa sedekat mungkin dengan kondisi sebenarnya?
(filosofinya)

Saya kesulitan untuk mengestimasi karena data dr client hanya komposisi gas (dry basis)

Mohon percerahannya..

Atas bantuannya saya ucapkan terimakasih

Muchlis Nugroho mandor01@yahoo.com

Feed untuk fuel gas compressor suction scrubber biasanya sudah kering (minimal saturated gas), jadi memang sering nggak ada liquidnya. Sedangkan untuk discharge scrubber (kalau ada) biasanya memang ada liquidnya, hasil dari pengembunan gas yang telah dikompresi. Kalau gas anda datanya dry basis maka silakan di saturate dulu dengan water.Filosofi untuk suction scruber kira-kira: – Sebagai jaga-jaga jikalau di upstream upset sehingga terjadi carryover liquid.- Kalau compressornya reciprocating, kadang-kadang juga difungsikan sebagai pulsation dampener.Dalam hal ini, ada dua pendekatan:- Estimasi carryover liquid, say 0.001 berat/berat gas- Jumlah liquid tidak usah diestimasi, liquid level ditentukan berdasarkan kriteria minimum yang biasanya didasari pada rasio L/D dan jarak minimum antara tangent to inlet nozzle (atau minimum level gauge). Silakan cari di buku GPSA atau yang lainnya.Cari dari dua pendekatan diatas, mana yang
memberikan ukuran terbesar. Sedangkan Filosofi untuk discharge scrubber (tidak selalu ada untuk fuel gas compressor) adalah untuk menangkap pengembunan dari discharge compressor cooler. (Untuk compressor reciprocating dan centrifugal).Pendekatannya juga ada 2. Mirip seperti diatas, kecuali pendekatan nomer satu diganti karena saat ini kita membayangkan selalu ada feed 2 fasa yang masuk scrubber. Jumlah liquid adalah sejumlah yang terkondensasi.Kalau compressornya screw, biasanya discharge scrubber ada 2, yang pertama adalah untuk menangkap lube oil dari screw (sizingnya tanya sama vendor compresor berapa aliran lube oilnya). Sedangkan yang kedua adalah untuk menangkan kondensasi setelah discharge cooler (sizingnya sama dengan case untuk centrifugal).Demikian kiranya,Rgds,MNG— On Wed, 11/12/08, haryo bhimo wrote:From: haryo bhimo Subject: [Oil&Gas] Gas Scrubber DesignTo:
Migas_Indonesia@yahoogroups.comDate: Wednesday, November 12, 2008, 2:39 AMdear bpk/ibu yth, skrng saya lg mengerjakan gas scrubber sizing untuk suatu fuel gas compressor sebenarnya bagaimanakah seharusnya kita meng-estimasi liquid yang akan terpisahkan oleh equipment ini agar hasilnya bisa sedekat mungkin dengan kondisi sebenarnya? (filosofinya) saya kesulitan untuk mengestimasi karena data dr client hanya komposisi gas (dry basis) mohon percerahannya. . atas bantuannya saya ucapkan terimakasih regards, bhimo

Teguh Santoso tgh_san@yahoo.co.id

pak bhimo
Flowrate nya berapa? ini untuk mendapatkan sizing-nya
operating pressure berapa? ini untuk menghitung ketebalan dinding veselnya
Temperature? untuk memilih material specnya
Gas composition? untuk menentukan level liqiudnya

tanpa data tsb tidak akan bisa menentukan apa-apa…
hanya para sastrawan yang bisa…
Semoga bermanfaat

Fakhri fkh0301@gmail.com

Pak Teguh,
Kalau gas scrubber, diameter sizenya memang hanya ditentukan oleh
gas flow ratenya saja (determining case). Ketinggiannya ditentukan
dari minimal levels mulai dari LLLL s/d HHLL yg ditentukan oleh
standard company atau lihat di GPSA. Untuk mengecek residence time
liquidnya bisa dihitung dari maximum liquid carry over dari
equipment sebelum scrubber tsb atau asumsikan berapa liquid carry
over per gas flow rate.

Semoga membantu atau ada yg lain yang bisa menambahkan..

rahmat sunandar rachmats77@yahoo.com

mas bhimo,

pada kondisi normal operation, fuel gas disuplai dari treated gas yang relatif kering sehingga sulit untuk menentukan berapa kandungan liquid HC (hydrocarbon)/water dalam gas tersebut untuk kepentingan sizing FG (fuel gas) Scrubber.

alternatif lain, pernahkah anda mempertimbangkan source fuel gas pada kondisi black start-up?
pada kondisi ini, fasilitas dioperasikan kembali setelah mengalami total shutdown.
tentu saja pada saat tersebut treated gas belum tersedia karena fasilitas produksi masih disuplai dengan utility yang sifatnya masih emergency (mis. electrical atau instrument air).
nah, untuk itu anda bisa gunakan raw gas dari salah satu well untuk kemudian dialirkan ke FG unit.

biasanya raw gas ini masih banyak mengandung water dan heavier HC component.
untuk menentukan berapa jumlah condensat/water yang perlu dipisahkan, anda bisa lakukan simulasi dengan menurunkan tekanan operasi sumur ke tekanan FG scrubber (HYSYS dkk cukup membantu kiranya).

hope will help….