Substansi penting dalam menguji kelayakan kerja suatu safety relief valve (dalam hal ini PSV) adalah dengan melakukan ‘pressure test’ pada selang operasinya; dimana setelah melewati threshold rating pressuse setting-nya, maka PSV harus me-release media bertekanan (udara, steam atau gas) yang ada pada inlet-nya tersebut. Umumnya dikenal dengan istilah ‘pop-up’.Hendri D hendri.dh@gmail.com

Dear All,
Kami mempunyai alat kalibrasi untuk berbagai ukuran flange pressure safety valve dan selama ini untuk air supply ke flange tsb menggunakan tubing 1/2′. Apakah sdh benar prosedur spt ini & standar? Atau apakah PSV yg kita kalibrasi berukuran DN25 hrs menggunakan pipa DN25 utk menghubungkan air supply ke flange. Mohon pencerahan nya.

arnold antonius arnoldantonius@yahoo.com

Untuk inlet PSV, seharusnya ukuran pipanya tdk jd masalah karena prinsipnya PSV respon terhadap besarnya tekanan, sehingga dimensi pipa / tubing pada inlet ini hanya akan mempengaruhi terhadap kecepatan build up pressure-nya saja.

Sedangkan untuk outlet PSV, berdasarkan API 527 menjelaskan bahwa tubing yang harus dipakai outsite dia. 5/16 inch dan wall thichness 0.035 inch.

Perlu sedikit penjelasan tambahan, apakah kalibrasi yang dimaksudkan pada email dibawah itu untuk ‘buble test’ ataukah ‘leakage test’ saja?

Hendri D hendri.dh@gmail.com

Dear pak antonius,
Kita mau melakukan kalibrasi 6 bulan sekali untuk leakage test. Dari penjelasan bpk bahwa outlet dari PSV hrs di pakai tubing juga dan selama ini itu tdk dilakukan. Apakah ukuran tubing yg dipasang di oultet various utk setiap size outlet flange atau berdasarkan Kv dari disk PSV. Mohon pencerahan nya kembali.

arnold antonius arnoldantonius@yahoo.com

Mas Hendri.
Substansi penting dalam menguji kelayakan kerja suatu safety relief valve (dalam hal ini PSV) adalah dengan melakukan ‘pressure test’ pada selang operasinya; dimana setelah melewati threshold rating pressuse setting-nya, maka PSV harus me-release media bertekanan (udara, steam atau gas) yang ada pada inlet-nya tersebut. Umumnya dikenal dengan istilah ‘pop-up’.

Namun, ¡kegagalan¢ lain yang terjadi pada PSV biasanya karena kebocoran yang terjadi di outlet-nya padahal, rating pressure masih dibawah setting. Secara visual bisa terlihat dari bekas lelehan pada saluran outlet atau adanya perubahan temperatur permukaan yang siknifikan.
Kondisi ini terjadi, umumnya akibat keketatan (tightness) antara ‘seat’ dengan ‘disk’ sudah sedikit longgar atau akibat adanya ganjalan pada permukaan ‘seat’. Hal ini mungkin terjadi akibat kondisi ‘spring’ yang sdh lemah / fatique atau bisa juga akibat adanya kotoran pada permukaan seat atau telah terjadi ¡abrasive¢ atau ¡corrosive¢.

Untuk mengetahui tingkat ‘keketatan’ (tightness) tersebut, maka harus dilakukan pengujian. Umumnya disebut ‘bubbles test’ atau ‘bubbles check’. Media pengujian bisa menggunakan udara bertekanan atau air atau steam.
Secara konstruksi, instalasi pengujian dilakukan dengan memasukan ‘media bertekanan’ pada inlet PSV (dengan menggunakan regulator) dan memasang flange pada output dan terkoneksi dengan sebuah tubing dan ujung tubing tersebut dimasukan kedalam air. (Misalnya bila media yang dipakai uji yang dipergunakan udara maka ukuran tubbing adalah outsite dia. 5/16 inch dan wall thichness 0.035 inch dengan ujung tubbing direndam pada air sedalam ½ inch saja).
Selanjutkan buka regulator inlet PSV pada nilai 90% dari ratting set pressure-nya; ini untuk set pressure >3,3 bar(g) dan bila lebih kecil maka test pressure diatur sekitar kurang dari 0.33 bar(g) dari ¡set pressure¢-nya. Selanjutnya dilakukan test kebocoran dan perhitungan jumlah ¡bubble per menit¢. Namun sebelumnya udara bertekanan tersebut harus ditahan selama sesuai dengan ukuran diameter pipa PSV tersebut. Dan selanjutnya, bila terjadi kebocoran, maka jumlah ¡bubbles per menit¢ harus tidak boleh melebihi aturan yang ditetapkan; dimana detil aturannya bisa dilihat pada API 527.

Jika ditemukan, jumlah ¡bubbles¢ melebihi dari standar yang ditetapkan, maka harus dilakukan ¡lapping¢ dengan menggunakan alat kusus dan menggunakan ¡scraping paste¢ sampai permukaan seat menjadi rata kembali.

Sebagai catatan bahwa pekerjaan kalibrasi PSV harus dilakukan oleh badan atau perusahan yang telah bersertifikasi ¡migas¢ dan dll. Dan setelah itu harus disegel sesuai aturan perundangan yang berlaku.

Mengenai periode PM (preventive maintenance), saran saya untuk periode 6 bulan terlalu singkat karena bila terlalu sering dibuka / pasang akan mengakibatkan goncangan yang akan mengakibatkan perubahan struktur dan penjajaran dari komponen2 PSV. Saran saya sebaiknya sebelum dilakukan pengujian sebaiknya dilakukan ¡condiotion based monitoring¢ dengan cara melakukan pengukuran dan perbandingan temperature permukaan outlet dan inlet PSV; outlet harus jauh lebih rendah dari temperatur inlet atau sama dengan temperaur sekitar.