Mohon pencerahannya atas summary dari penggunaan code/formula untuk menghitung sisa umur/residual strength thd pipa offshore aging.

Tanya – karyo pelor

Dear All,

Mohon pencerahannya atas summary dari penggunaan code/formula untuk menghitung sisa umur/residual strength thd pipa offshore aging…

Dari hasil IP, bila dihitung dg DnV RP F101 (LRFD & ASD), ASME B31.G, Modified ASME B31.G, API 579….hasilnya allowable pressurenya berbeda2 spt tabel brikut:

1. DnV RP F101 (Part A-LRFD) — > X

2. DnV RP F101 (Part B-ASD) –> Y (>X)

3. API RP 579 –> Z (>Y)

4. ASME B31.G –> A (>Z)

5. Modif. B31.G –> B (>A)

Pertanyaan dari saya adl:

1. Dari dasar hal apakah kta tentukan mana code yg akan kita pakai properly?? krn akan menentukan action berikutnya (in-line dg batasan operating pressure yg ada), sementara yg paling komprehensif adl DnV RPF101 (part A) dan yg paling konservatif jg….

2. Modified ASME B31.G dg RStrength apakah in-line (sama)? kira2 sumber yg tepat utk perhitungannya ada di source apa ya (atau mungkin sudah ada code nya)? sementara saya pakai buku fitness for service and integrity of piping, vessels & tanks, George Antaki.

Terimakasih,

Tanggapan 1 – Muhammad Abduh

Yth Bpk. Karyo,

Masing2 code (kecuali API-579 saya kurang mengerti) dibedakan atas definisi flow stress dan bulging factor untuk geometri cacat (Battelle NG-18 regime). Pendek kata, Modified B31.G is not recommended for line pipe steel grades above API 5L X65 (kecuali flow stress yang dipakai rata2 yield strength and tensile strength).

Lebih lanjut bisa melihat Pipeline Defect Assessment Manual (Europe Joint Industry Project)- Andrew Palmer & Phil Hopkins May 2003.

Tanggapan 2 – Gerhard Indra

Mas Pelor,

Saya coba ngasi pendapat ya Mas.
Siapa tau bisa berguna.
Menurut saya tergantung dari company sendiri mau menggunakan yang mana.
Kalau ingin yang paling aman ya mungkin bisa pakai yang paling konservatif.

Tanggapan 3 – Marthin Winner

Kok anda gak pake API 570?? karena setau saya untuk evaluasi MAWP atau menghitung remaining life pipa dengan input corr.rate nya menggunakan standar tersebut. Kalau utk ANSI B31.3 dan sebangsanya itu untuk design pipa baru.

Di API 570 anda akan dapat menghitung remaining pipeline life yang salah satunya adalah fungsi seberapa sering anda melakukan inspection, semakin pendek interval inspection maka semakin panjang umur pipeline saudara.

Untuk code selain standard US saya gak familiar, code apa yg setara dengan API 570.

Tanggapan 4 – Marthin Winner

Oops..maaf..saya gak baca thread awal dengan baik , saya salah baca ANSI B31.G dengan ANSI B31.3,

ANSI B31.G juga bisa digunakan sama halnya dgn API 570, API 579.
yg menarik, ternyata hasil hitungan bpk dengan menggunakan ANSI B31.G tidak memberikan hasil yg paling konservatif spt yg dibicarakan dibeberapa sumber

Satu info lagi, untuk kasus pipa yang ‘tua’, say > 20-30 years, DNV jangan digunakan, karena code tersebut didevelop masih cukup baru dan merupakan pengembangan dari B31.G, dimana DNV didevelop untuk jenis material yg bisa mengalami ‘plastic collapse’, dimana pipa2 yg didevelop 20-30 yrs yg lalu gak akan mengalami hal tersebut dikarenakan duktilitasnya lebih rendah dibanding pipa2 jaman sekarang.

Tanggapan 5 – Dwi A.S. Utomo

Saya pikir bolak balik, masih nggak bisa ‘nangkep’ kalimat ini:

‘Di API 570 anda akan dapat menghitung remaining pipeline life yang salah
satunya adalah fungsi seberapa sering anda melakukan inspection, semakin pendek
interval inspection maka semakin panjang umur pipeline saudara.’

Faktor apa dari interval inspection yang bisa memperpanjang umur pipeline?

Bukannya umur pipeline ‘hanya’ tergantung pada corrosion rate dan remaining consumable thickness (ditambah hasil analisa untuk other loads, creep, fatigue, dll)?

Sependek pengetahuan saya, yang diperoleh dari memperbanyak jumlah inspeksi (dengan memperpendek interval inspeksi) hanya data yang semakin banyak, sehingga confidence factor atas data yang diperoleh bisa semakin tinggi.

Mohon pencerahan..