Gassco AS merubah rencana pengembangan untuk pipeline Skanled yang akan mengirim gas Norwegia ke Sweden dan Denmark pada tahun 2012.

Penulis : Uchenna Izundu

Gassco AS merubah rencana pengembangan untuk pipeline Skanled yang akan mengirim gas Norwegia ke Sweden dan Denmark pada tahun 2012.

Gasco akan melepaskan separation plant untuk gas alam liquid di wilayah Grenland Norwegia bagian tenggara karena Ineos, sebuah Group UK milik swasta dan customer potensial pipeline, telah menunda rencana untuk memperluas crackernya di wilayah Rafnes yang disebabkan oleh perubahan kondisi pasar. Pada tahun 2007, Ineos mengatakan mereka akan memegang 100% saham di separation plant atau menerima saham mayoritas.

Ineos ingin menambah kapasitas 100,000 ton ethylene lainnya di petrochemicals complex, berdasarkan pada kombinasi feedstock dari LPG dan ethane, dan akan memulai sewaktu ada cukup permintaan pasar dan ketersediaan ethane Norwegia. Ineos mengatakan mereka melakukan perpanjangan dari cracker dan pengoperasian Rafnes di Grenland dalam jangka panjang.

Skanled, melalui sebuah spur, akan menjadi pengemudi utama dalam mengembangkan perusahaan industrial di Grenland dan konsortium mengharapkan untuk mengajukan rencana pemasangan dan pengoperasian pada bulan April.

853-km saluran akan berjalan dari Kasto di pesisir barat Norwegia ke wilayah Grenland di pesisir timur dan di Sweden dan Denmark. Gassco mengatakan bahwa izin pemerintah diperlukan dari seluruh tiga kota untuk meneruskan project dan memperkuat kontrak pembelian gas.

Polandia berkeras untuk memperpanjang pipeline kewilayahnya karena Polandia bermaksud akan mengurangi ketergantungannya pada penyuplaian gas Rusia.

Verbundnetz Gas (VNG) Jerman, tertarik dalam penerimaan 10% saham di Skanled dan mencadangkan 2 juta kapasitas standard cu m/hari, yang artinya mereka akan me replace Hafslund.

”Klarifikasi di Rafnes dan jalan masuk yang dimaksud VNG pada project membantu mengurangi resikonya,” kata Vice-Pres. Gassco Thor O Lohne.

Sumber: www.ogj.com/