Mohon bantuan milister yang punya experience dengan GT untuk membri advise berapa kapasitas trafo yang optimum (yang tidak menyebabkan trafo trip dikarenakan arus start yang tinggi) jika start motor direct on line, dan berapa kapasitas trafo yang optimum jika strat motor menggunakan soft starter.

Tanya – Budiawan Butarbutar

Dear Milister,

Customer saya punya proyek PLTG yang menggunakan mesin GEC ex-used.

Black start PLTG ini menggunakan back-feeding dari PLN.

Ada pertanyaan sedikit terkait sizng trafo yang optimum untuk starting motor.

Sebuah motor dengan kapasitas 800kW pada 3.3kV akan di-start pada kondisi no load. Setelah motor mencapai rated speed-nya motor akan di-cranking ke turbine via trque converter.

Data motor : kapasitas 800kW, voltage 3.3kV, I start : 176A, I no load : 30A, starting current 5.63 times, frequency 50Hz, starting torque : 0.65 mN. Data lain tentang MV motor tidak ada.

MV motor ini di-feed melalui 1 unit transformer 6.6kV/3.3kV.

Tidak ada beban lain yang di-feed oleh trafo ini kecuali 1 unit MV motor ini (captive transformer).

Mohon bantuan milister yang punya experience dengan GT untuk membri advise berapa kapasitas trafo yang optimum (yang tidak menyebabkan trafo trip dikarenakan arus start yang tinggi) jika start motor direct on line, dan berapa kapasitas trafo yang optimum jika strat motor menggunakan soft starter.

Terima kasih sebelumnya atas kesediaan milister memberi tanggapan atas pertanyaan kami ini.

Tanggapan 1 – Erwin (Jakarta)@WorleyParsons

Pendekatan yg gak pelu mikir panjang dan juga mesti ada di pasar = 800

KW x 2 = 1600 KW / 0.8 =…KVA..di jamin aman untuk DOL..apa lagi pake SS paling 0.8 nya cukup.

Kalo untuk detail..silahkan hitung ulang ….ato tanya ke ahli nya…

Tanggapan 2 – teuku adamsyah

Pak Budiawan,

Sejujurnya saya belum pernah lihat starting motor (untuk GT) yang memakai torque converter, tapi menurut apa yang saya tau, pak Budi cukup baca data yang ada di name plate eg;.starting current 176 Amps dengan prediksi inrush current 5.6 X starting current…dengan itu udah bisa siapin Tr untuk feed-up starting motor.

Selama ini saya selalu lihat (karena keterbatasan saya)…starting motor nempel dicasing turbine dan akan engage (saat crank/ 1st rolling) dan dis-engage pada saat turbine rotation speed reach 10% dari speed set (tergantung design dari turbine tsb), karena pada saat itu compressor sudah aktif untuk men-suct air dan diumpankan ke combustion chamber.

Atau ada juga starting motor dengan memakai starting shaft (ini perlu shaft alignment) dan yang terakhir dengan menggunakan starting oil.

Demikian, maaf atas kekurangannya.