Structure di boiler harus rigid dari bawah kolom sampai top girder. Semua steel pakai fixed joint (weld or bolted). Hal ini karena Boiler yang cukup besar semua beban digantung distructure (biasanya pake hanger rod). Beberapa bagian yang berada disisi bawah boleh ‘diganjal’ pakai tipe sliding support yang sesuai untuk ‘mengarahkan’ expansi boiler. Design boiler yang baik memberikan informasi yang cukup kearah mana bagian boiler akan ‘bergerak’ saat beroperasi, nah structure support designer tinggal ikut informasi itu bila di tempat tertentu membutuhan support/penopang berat (sambil memberi sliding-pad/stopper sesuai arah expansi). Hal yang sama juga berlaku di bagian boiler lain seperti ducting / piping. Support steel berfungsi penopang berat, sambil memberi sliding/stopper diposisi yang perlu (atau bisa juga pakai spring hanger).

Tanya – Didit Haryanto@merakenergi

Mohon sharing pendapatnya untuk yang berhubungan dengan Steel structure Boiler (khususnya CFB type) untuk hal-hal berikut :

1.Berapa panas yang kira-kira terjadi pada structure baja akibat operasional boiler.

2.Apakah perlu sambungan ‘type slip’ di balok/ kolom sebagai antisipasi untuk mengakomodasi ‘thermal expansion’.

3.Apakah perlu di ‘base plate’ kolom structure juga didesign untuk mengakomodasi ‘thermal expansion’.

4. Apakah cukup untuk mengakomodasi ‘thermal expansion’ dengan ‘menggantung ‘ boiler dan memberi ‘slip’ di dudukan boiler.

Terima kasih atas bantuannya.

Tanggapan 1 – Thomas Yanuar

Pak Didik,

Saya coba memberi masukan sependek pengetahuan saya, dari sisi terapan lho:

1. Point ini saya belum punya jawabannya.

2. Sejauh ini, saya belum melihat penerapan type slip atau mungkin lebih tepatnya istilah sliding joint, CMIIW, untuk sambungan antar struktur baja dionshore yang mengakomodasi penempatan equiment. Untuk meminimalkan pengaruh thermal boiler terhadap struktur, baik diproses maupun utility area, struktur baja diberi proteksi lapisan fireproofing disamping aplikasi fireproofing juga untuk dinding luar boiler yang berhadapan langsung dengan ladder dan inspection area saat plant dalam kondisi beroperasi.

3. Ketebalan base plate biasanya 50 % hingga 200 % dari flange steel member (H Beam. I Beam, WF dll) tergantung hasil perhitungan desain dan penggunaan.

Untuk desain perletakan equipment yang menghasilkan thermal, sudah jamak thermal load/allowance juga dihitung sebagai gaya gaya luar oleh design engineer berdasarkan value yang diberikan oleh mechanical/equipment engineer. Atas dasar ini, perletakkan equipment yang menghasilkan panas dipedestal terdiri dari Fixed Joint dan Sliding Joint.

4. Tanggapan saya berkaitan dengan poin no. 2 tentang penggunaan fire proofing diatas jika struktur terdampak langsung dengan panas/thermal.

Rekan-rekan lain silahkan menambahkan dan mengkoreksi.

Tanggapan 2 – Errick

Rekan-rekan sekalian,

Saya coba jawab, ini juga sepengetahuan saya yang cukup pendek, juga dari sisi terapan boiler secara umum:

1. Ukuran pastinya belum pernah saya ukur. Tapi ukuran subyektifnya adalah sudah tidak bisa tahan bila dipegang lama oleh tangan kita untuk struktur yang dekat dengan furnace dan membrane wall. Bila di dekat permukaan tanah, masih bisa tahan dipegang berlama-lama.

2. Untuk antar beam, tidak perlu sliding joint (hanya toleransi lubang bolt and nut). Namun bracket pemegang membrane wall boiler dan Water Drum (Mud Drum) ke beam itu perlu diberi sliding joint. (CMIIW) Untuk fire proofing, tidak perlu. Agar painting lebih awet, perlu diberikan Heat Resistant Paint.

3. Setahu saya (untuk boiler ukuran kira-kira 25 tph), tidak perlu diberikan slot hole untuk base plate. (sekali lagi CMIIW). Tapi base plate harus ada dan adequate secara perhitungan oleh seorang designer.

4. Untuk boiler ukuran kecil hingga sedang saya pikir cukup dengan menggantung boiler dan memberikan sliding hole pada bracket untuk membrane wall boiler dan pada saddle water drum (mud drum).

Terima kasih,

Tanggapan 3 – Yoga Perdana

Mas Didit,

Setahu saya, structure di boiler harus rigid dari bawah kolom sampai top girder. Semua steel pakai fixed joint (weld or bolted). Hal ini karena Boiler yg cukup besar semua beban digantung distructure (biasanya pake hanger rod).

Beberapa bagian yang berada disisi bawah boleh ‘diganjal’ pakai tipe sliding support yang sesuai untuk ‘mengarahkan’ expansi boiler. Design boiler yang baik memberikan informasi yang cukup kearah mana bagian boiler akan ‘bergerak’ saat beroperasi, nah structure support designer tinggal ikut informasi itu bila di tempat tertentu membutuhan support/penopang berat (sambil memberi sliding-pad/stopper sesuai arah expansi).

Hal yang sama juga berlaku di bagian boiler lain seperti ducting / piping. Support steel berfungsi penopang berat, sambil memberi sliding/stopper diposisi yang perlu (atau bisa juga pakai spring hanger).

Tapi, untuk EP (Electrostatic Precipitator) / Bag Filter, dg support memakai steel (bukan RC), design structurenya memang akan seperti yang anda concern. Sebabnya adalah karena EP/Bag Filter harus ‘duduk’. Untuk ini biasanya support bagian bawah (dibuat fixed) dipisah dg bagian atas agar bisa akomodasi tehrmal expansion saat operasi.

Mudah-mudahan manfaat.

Tanggapan 4 – tono

Saya coba sharing pengetahuan saya:

1. Untuk panas distructure, diharapkan temperatur di struktur tidak tinggi. Mengingat batas panas yang bisa diterima oleh struktur baja tersebut. Kalau terlalu panas maka struktur baja akan menjadi terlalu mahal. Desainer boiler pasti sudah akan memperhitungkan ini.

Saya tidak ingat berapa panas yang harus diambil sebagai dasar untuk perhitungan. Mungkin bisa dikonfirmasikan ke boiler desainernya.

2. Thermal expansion memang harus disiapkan, desainnya tergantung pada desain boiler itu sendiri. Boiler setahu saya ada dua macam tipe, yaitu tipe hanging atau sitting on fondation. Dua2nya butuh sliding connection sebagai guidance pada saat boiler bekerja. Berat boiler akan ditanggung dibawah untuk tipe sitting on foundation atau di struktur baja paling atas untuk tipe hanging. Boiler desainer harus menginformasikan tipe boilernya.

3. Saya rasa no. 2 sudah mewakili hal ini. Yang jelas untuk boiler tipe hanging, dia akan bergerak kebawah karena thermal expansion saat operasi sedang tipe sitting akan sebaliknya. Sliding plate hanya sebagai guidance saja.

4. Untuk tipe menggantung, gerakan thermal expansion terbesar adalah kebawah karena paling panjang, sedang kesamping juga akan ada dan ini diakomodasi oleh gantungannya (satu fixed dan satu sliding).

Mudah2an ini bisa membantu.