Select Page

Category mana yang Low Press, mana yang Medium dan mana yang high press itu cuma istilah atau peraturan tidak tertulis yang muncul di lapangan saja. Sementara yang namaya safety aspect, mau Low, mau medium atau high tetap saja berbahaya kalau terjadi ledakan.

Jangankan untuk Hydro Testing. Air Flushing yang hanya menggunakan compressor dengan max. 7 BAR saya tergolong bahaya untuk aspect safety Pak.

Tanya – Alex H

Met Pagi para Senior,

Mohon petunjuknya, apakah ada Standar yang menyebutkan berapa Pressure yang dapat di category-kan Low Pressure, Midium Pressure dan High Pressure untuk Hydrotest (piping wellhead platform) ?

Saya dapet pertanyaan ini dari Safety (beliau lagi bikin Risk assessment untuk Hydrotest), saya sudah buka2 ASME B16.5 dan ANSI B31.3 tapi ga dapet, apakah ada referensi lain?,

Makasih sebelumnya,

Tanggapan 1 – Anshori Budiono

Mas Alex,

Boleh saya tahu, apa alasan beliau yang di safety itu untuk mengkatagorikan ‘pressure’ dengan ‘Low, Medium dan High’ untuk risk assessment pekerjaan hydrotest pipa?

Tanggapan 2 – Alex H

Pa Budi,

Betul sekali, Risk Assessment untuk Piping Hydrotest (wellhead platform),

Terima kasih banyak respond-nya,

Tanggapan 3 – Yacob Messakh

Pak Alex,

Saya gak punya pengetahuan tehnik mendalam soal ilmu Hydro Testing ini.

Tapi sampai sekarang saya menggantungkan rezeki dari Hydro testing Services, khususnya Piping Test Packages di Platform, dan Gas Plant.

Sedangkan yang saya tahu, tidak ada category yang tegas dan jelas mana yang Low Pressure, mana yang medium dan mana yang high pressure.

Cuma saya pernah mengerjakan Hydro Testing di Project pemasangan Compressor yang namanya : LP Compression Project.

Dan se-ingat saya, Pressure yang paling tinggi yang saya Test adalah rata : 75 PSI sampai paling tinggi 435 PSI. Dan saya menggunakan Pressure Recorder 600 PSI.

Sampai sekarang saya belum menemukan Procedure ataupun spec tertulis yang meng-categorize soal Hydro test Pressure.

Category mana yang Low Press, mana yang Medium dan mana yang high press itu cuma istilah atau peraturan tidak tertulis yang muncul di lapangan saja. Sementara yang namaya safety aspect, mau Low, mau medium atau high tetap saja berbahaya kalau terjadi ledakan.

Jangankan untuk Hydro Testing. Air Flushing yang hanya menggunakan compressor dengan max. 7 BAR saya tergolong bahaya untuk aspect safety Pak.

Cuma kalau berpatokan pada Pressure Recorder yang miliki, kami mengolompokan-nya sbb. :

Untuk yang range 0 – 100 PSI sampai 0 – 600 PSI itu kami anggap Low Pressure.

Untuk yang range 0 – 1000 PSI sampai 0 – 3000 PSI kami anggap Medium Pressure.

Dan untuk yang range 0 – 5000 PSI sampai 0 – 20,000 PSI kami anggap High Pressure.

Biasanya di Welhead Platform itu Pressure-nya tinggi-tinggi.

Tanggapan 4 – Anshori Budiono

Itu dia Pak Yacob. Saya itu ingin tahu alasannya beliau yang si Safety tempat Pak Alex bekerja mengkatagorikan Pressure menjadi Low, Medium dan High untuk pekerjaan risk assessment hydrotest. Barangkali ada pendekatan baru di dunia safety untuk itu dan berharap Pak Alex menanyakan ke beliau yang di Safety itu dan bisa membagi nya di milist ini.

Kaget juga saya baca jawabannya ‘Betul sekali, Risk Assessment untuk Piping Hydrotest (wellhead platform), Terima kasih banyak respond-nya.’ Masa muda itu keroso semangat e…. ya. He3x

Tanggapan 5 – Alex H

Met Siang pa Budi..,

Ma’af sepertinya kemarin saya salah faham dengan kalimat pa Budi, sebelumnya

saya pikir pa Budi ingin meng-Konfirmasi apakah Risk Assessment yang dibuat

Safety kami untuk Pekerjaan Piping Hydrotest atau bukan, tetapi setelah saya

baca email pa Budi yang ke-2 saya baru nyadar maksud pertanyaan pa budi

adalah menanyakan Alasan Safety tersebut mengkategory- kan Hydrotest

Pressure,

Setelah saya diskusikan dengan beliau (safety tea), alasan beliau mau

meng-kategory- kan pressure karena dia berencana membedakan safety

requirement berdasarkan Risk Analyze dari tiap2 pressure category, karena

menurut beliau Hydrotest untuk High Pressure tentu saja Risk dan Safety

Requirment-nya berbeda dengan yang low pressure, misalkan… contoh kasus…

sebagai berikut:

Berdasarkan Risk Analyze dari setiap kategory pressure, maka safety

requirement dan preventive action yang dapat dilakukan untuk melindungi

manusia dan lingkungan (termasuk equipment) disekitar lokasi hydrotest

sebagai berikut:

*Press Category Risk (Radius) Equipt. Protection Req. Personal Protection Req.*

Low Press 5meter Tarpaulin

Safety shoes, Helmet, Safety Glass, etc.

Medium Press 10meter Tarpaulin, Multiplex etc. etc. + (dianjurkan dilakukan pada saat aktifitas pekerjaan disekitar testing area seminimal mungkin).

High Press 15meter etc.

etc etc. etc + (selain test operator dan atau orang yang berwenang dilarang berada pada Radius 15meter dari test area).

Kurang lebih demikian penjelasan dari Safety kami, saya sendiri tidak berani

menyimpulkan apakah yang beliau sampaikan benar atau kurang beralasan,

berhubung dalam hal ini pengalaman saya pribadi baru seumur jagung…,

Untuk sementara saya sudah jelaskan kepada beliau bahwasanya belum ada

Standard / code yang meng-kategori- kan Hydrotest Pressure kedalam beberapa

kategory seperti yang beliau maksud, kalaupun suatu saat saya dapat petunjuk

insyaAllah saya forward…,

Pa Yacob,

Terima kasih banyak atas masukan & penjelasanya,

Tanggapan 6 – kukuh wicaksono

Asslmkm Om Alex,

Apa kabar?

Saya lampirkan contoh risk assement untuk chemical loading. ya, kurang lebih sama lah untuk hydrotest.

Sepertinya yang di maksut si Om Alex adalah pembuatan risk assesment (RA) untuk melakukan sebuah pekerjaan, RA ini di perlukan sebagai lampiran permit to work selain document-2 lainnya.

Kalo untuk Hydrotest, kita bisa lakukan urutan pekerjaan yang akan di lakukan seperti preparation (connection hose, install PG at Top and Bottom, open vent, tools, chart recorder, etc..etc-lah).

kemudian perhatikan kolom Hazard; adalah potensial kemungkinan kecelakan yang timbul. misalnya fatality karena incorrect tools pada fitter pada saat pengencangan, ya seperti itulah.

kemudian perhatikan kolom hazzard effect; adalah effect yang terjadi. misalnya fatality; equipment damage; etc.

nah kemudian di lihat kolom HE (Hazzard effect) apakah High (H), M(Medium), L(Low). dan Kolom P (Probability) kemungkinan yang terjadi, sama H,M,L.

terus hasilnya adalah R (Risk), sama juga H,M,L. Risk ini bisa berkurang dari HE yang High dengan melakukan tindakan-2 yang dapat meminimkan risk yang kemungkinan terjadi.

kemudian finalnya di overall risk.

Mudah-2an jawaban saya bisa memuaskan ya….

Hehehee….biar nyari di ASME juga gak ketemu…lha wong iki ke maslah septy..

Tapi photo-2 di fesbuk lo boleh juga tuh….kalo kurang jelas japri aja Om.

Tanggapan 7 – Budi Purnomo

Bapak2 saya boleh ikutan sharing ya. Kebetulan ditempat saya bekerja

juga ada aktifitas inspeksi menggunakan hydrotester dg pressure

5000~10.000Psi. Dan alhamdulillaah dari beberapa kali insiden belum

ada yg mencelakai operator dan assistennya.

Menurut saya pembedaan kategori pressure dalam risk assessment yg

dibuat tidaklah begitu diperlukan mengingat clear area di setiap

inspection plant berbeda2 apalagi jika dioffshore.Yang perlu

diperhatikan adalah:

1.Posisi pipa yang akan dihydros,apakah vertikal, horizontal, atau

posisi lainnya. karena ini ada hubungannya dengan posisi tailstock dan

headstock clamp unitnya, inilah yang harus diperhatikan karena jika

salah satu clamp lepas maka pipa akan meluncur bak roket akibat

dorongan air yang dilepaskan.Untuk mengantisipasi ini perlu dibuatkan

semacam stopper pada kedua sisi clamp.

2. Tujuan hydrostatic test adalah untuk memastikan material/pipa tahan

terhadap internal pressure tertentu yang diberikan.Nah logikanya jika

material tersebut failure maka yang terjadi adalah busrt,bengkok,atau

penggelembungan.Untuk mengantisipasi safety risk perlu dibuatkan

safety clamp dan safety cover untuk pipa/material yg akan dihydros

yang berfungsi untuk meredam ledakan jika terjadi failure.

3. Pasang safety sign/warning yang mengatakan tidak boleh berada

diarea hydros selama pengujian berlangsung (tapi tidak mesti dalam

radius sd 15meter). Artinya jika sudah ada safety cover, clear area

tidak perlu terlalu jauh.

4. Jika posisi opr harus dekat dengan pipa/material yg diuji,maka

perlu dibuatkan safety cabin/shelter. Jika perlu yang mobile(kalo

harus berpindah2).

5. Penggunaan APD (alat pelindung diri) tetap mutlak diperlukan dan

disesuaikan dengan kondisi disekitar area kerja.

Demikian sedikit sharing dari saya berdasarkan pengalaman dari insiden

yang ada.Kalo bapak2 ada masukkan atau pengalaman lainnya mohon

disharing.

Share This