Penggunaan APK jenis halon 1211 & cfc dilarang pengunaannya per desember 2007 sesuai surat edaran dari Kementrian lingkungan hidup, dan yang diperkenankan halon 1211, di dunia penerbangan saja saat ini, untuk regulasinya dapat menggunakan hcfc 123, hfc 227, hfc 236 dst sebagai bahpenganti.

Tanya – ebahagia

Dear rekan milist,

Mohon pencerahan pengunaan APK terutama penggunaan Halon di Indonesia.

Bukankah material Halon sudah dilarang? apa ada regulasi nasional yang mengatur/pengawasan terkait side efeknya thd lingkungan hidup?

Tanggapan 1 – ifan rifandi

Mas Ibnu,

Minggu lalu ada seminar mengenai ‘material pengganti halon’, yang diadakan oleh dan di Dinas PU DKI.

Perusahaan saya kebetulan ikut pameran (untuk fire proofing) tapi tidak ikut seminarnya.

Yang saya tahu adalah Halon pemakaiannya dibatasi dan diatur oleh Bank Halon Indonesia (Indonesian Halon Bank).

IHB ini dipercayakan ke Garuda Indonesia (GMF) karena halon masih belum bisa tergantikan untuk APK pesawat terbang.

Coba tanya ke GMF untuk lebih jelasnya.

Maaf tidak detail infonya.

Tanggapan 2 – Alvin Alfiyansyah

Mas Eka,

Larangan perdagangan dan produksi Halon, CFC dibuat oleh MenLH (KepPres No.23/1992) dan Menteri Industri dan Perdagangan (Kep No.110/MPP/Kep/1/1998) karena merusak lapisan ozon yg berdasar pada hasil konvensi dan konferensi thn 2007 di Bali. Selain itu dalam ruangan tertutup dapat menyebabkan oxygen deficiencies.

See detail list Indonesian regulation here : http://sofyanlubis.blogspot.com/2008/07/perangkat-hukum-dalam-global-warming.html

Tanggapan 3 – Egi Al Ghifari

Pak Alvin,

Kepmen terbaru tentang larangan memproduksi bahan perusah ozon (BPO, termasuk Halon) dan barang yang menggunakan BPO adalah Kepmen Perindustrian no. 33/M-IND/PER/4/2007.

Hati-hati juga, blog dibawah ditulis oleh advokat, bukan oleh orang teknik, jadi kurang tepat juga dalam menghubungkan fenomena pemanasan global dan perusakan ozon (ini dua hal berbeda yang penyebabnya berbeda dan efeknyua berbeda). kalo yang di Bali 2007 itu untuk mendiskusikan masalah pemanasan global, bukan perusakan ozon.

Untuk memahami regulasi tentang perlindungan lapisan ozon, Kementrian LH mengeluarkan bundel kumpulan peraturan, mulai dari Montreal Protocol, standar kompetensi, peraturan perdagangan, pengelolaan limbah, dll.

Tanggapan 4 – Alvin Alfiyansyah

Mas Egi,

Thanks atas koreksinya.

Sebagai orang baru dalam dunia environment, saya sebenarnya hanya ingin mempelajari pada KepMen atau UU yg dirujuk Advokat tersebut bukan meminta Mas Eka-Ibnu baca isi blog tersebut, maklumlah orang HSE suka terikat dan harus mengerti suatu isi regulasi.

Kesulitannya di negara kita, sosialisasi detail ttg suatu aturan baru atau dimana bisa baca petunjuk lengkap regulasi suatu masalah publikasinya terkadang tidak semuanya sampai, apalagi ke tangan kontraktor.

I’ll re-read again references of all clue on your email regarding different of global warming and depletion of ozon layer.

Tanggapan 5 – Dedy Desril A.

Dear pak Alvin,

GWP adalah Global Warming potential, ini biasa disebabkan oleh polusi CO2(Carbon dioksida), HFC(Hydro Fluoro Carbon), HCFC(Hydro chloro fluoro Carbon), CH4,N2O,PFCs. Populasi unsur ini diatmosfer mengakibatkan efek rumah kaca, dimana kita menyebutnya Pemanasan Global. Hal ini membuat meningkatnya Suhu permukaan bumi. HFC & HCFC ini hanya menyumbang 4 % atas efek rumah kaca.

Sedangkan ODP adalah Ozon Depletion Potential yang disebabkan oleh Unsur Chloro pada HCFC/CFC(Chloro Fluoro Carbon) yang mengikat O3(Ozon) sehingga akan terjadi kerusakan lapisan ozon diBumi. efeknya adalah radiasi sinar Ultra violet yang bisa menyebabkan Kanker kulit, Katarak Mata, mempengaruhi biota laut, penurunan imun tubuh dll.

Kedua hal ini yang dibicarakan pada Kyoto dan Montreal protocol.

Perbedaan antara kedua program ini adalah pada Montreal Protocol lebih menitik beratkan pada issue Ozone layer sehingga ODS( Ozon Depletion Substance) akan diphaseout yang berarti akan digantikan dengan Unsur Non-ODS.

Pada Kyoto protocol lebih menitik beratkan pada climate change tetapi tidak menyebutkan phaseout, melainkan mengurangi pemakaian ODS.

Montreal –> ODS –> phaseout

Kyoto –> ODS –> reduction

Kontribusi yang terbesar

ODP (Ozone layer) –> CFC dan HCFC

GWP (Global Warming) –> CO2 (HFC cuma 4%).

Thanks.

Tanggapan 6 – ricardus danisworo

Untuk tambahan ilmu :

Boleh browse disini :

http://solutions.3m.com/wps/portal/3M/en_US/Novec/Home/Product_Information/Fire_Protection/?WT.mc_id=www.3m.com/novec1230

Tanggapan 7 – ebahagia

Rekan milist,

Terima kasih banyak atas berbagai lampiran dokumen & sharing rekan-rekan.

Saya jadi lebih banyak informasi walaupun masih penasaran bagaimana proses pengisian bahan kimia pemadam ke dalam tabung. Apakah dapat dilakukan sendiri para end-user selama memiliki peralatannya. atau ada regulasi khusus dalam pelaksanaannya?

Novec 1230 sepertinya memiliki spec yang menarik sebagai replacement media dari sisi teknis & aplikasi, kalo dari sisi ekonomis apakah feasible & adaptable?

Selain itu apa ada sangsi dan badan pengawasan pada industri (migas khususnya) pada penggunaan APK yang tidak ramah lingkungan? Apa sebatas ‘green & CER’ policy tiap-tiap perusahaan.

Tanggapan 8 – banyubiruinova_pt

Ibnu yth

Untuk apk jenis halon 1211 & cfc dilarang pengunaan per desember 2007 sesuai surat edaran dari Kementrian lingkungan hidup,dan yang dipperkenankan halon 1211 dunia penerbangan saja saat ini, untuk regulasinya dapat menggunakan hcfc 123, hfc 227, hfc 236 dst sebagai bahpenganti, di perusahaan kami bekerja sedang melaksanakan pengantian apk jenis halon 1211, bisa menghubungi ibu Luky – 081330143833 / 031-8702714