H2S memiliki kelarutan yang relatif tinggi dalam air/HC liquid (pada temp ambient 3.5 gr H2S/kg water compared with CO2 1.5 gr CO2/kg water), seiring dengan penurunan pressure (HP->MP-LP) , Kvalue (y/x) h2s semakin tinggi, artinya H2S lebih milih ngikut gas ke atas dari pada bareng liquid, jadi tidak heran jika komposisi H2S semakin ke lower pressure system (vapor section) makin tinggi….kalo misalkan kita berangan2 di LP separatornya ditambahkan agitator, saya jamin H2S composition di vapor section jauh lebih tinggi, karena disolved H2S di liquid terdorong keluar..

Tanya – danang adiwibowo

Dear all,

Saya mau bertanya, di sini terdapat 3 separator HP,MP dan LP. knp untuk H2S content di LP selalu lebih besar? tolong pencerahannya.

Contoh kasus:

HP Separator kondisi Operasi P =500 psig dan T=92 F H2S content =110 ppm (inlet dari X platform)

MP Separator kondisi Operasi P =250 psig dan T=84 F H2S content = 280 ppm ( inlet dari Y platform dan Liquid dari HP sep.)

LP Separator Kondisi Operasi P= 25 psig dan T = 82 F H2S content = 600 ppm (inlet dari MP sep.)

Tanggapan 1 – Johanes Anton Witono

Pak/ Mas Danang,

Dengan jumlah H2S content seperti itu, apakah tidak ada H2S treatment

sebelum masuk ke separator? Mengingat dengan adanya H2S dan air, bisa

mengakibatkan korosi.

Mungkinkah H2S content di LP separator berasal dari akumulasi H2S dari

HP dan MP Separator?

Tanggapan 2 – danang adiwibowo

Dear pak Anton,

Berikut saya lampirkan flow diagram proses tersebut.

Dari flow diagram tersebut, H2S yang di treatment adalah Outlet Gas dari HP dan MP menggunakan H2S scavenger Triazine based. namun untuk LP sep tidak.

Apa bisa jadi pada saat di LP H2S yang terpisah dari liq lebih banyak dari Hidrocarbonnya sehingga bisa menyebabkan contentnya semakin tinggi? mohon pencerahannya.

Tanggapan 3 – Riky Bernardo

Mas Danang,

Kemungkinan besar H2S tersebut berasal dari aktifitas SRB (Sulphate Reducing Bacteria).

Tidak ada salahnya sampeyan monitor bacterial growth di HP, MP, dan LP separator.

Kalau SRB growth-nya tinggi (diatas 10,000 col/stud) tidak heran makin ke downstream akan makin banyak kandungan H2S-nya.

Mas Anton, H2S memang sangat korosif. Tidak butuh airpun dia tetap akan korosif. Berbeda dengan mekanisme korosi akibat CO2 yang mutlak membutuhkan air.

Sesuai dengan Nace MR 0175 kita bisa memprediksi apakah kondisi operasi bapak berada di zona aman atau zona korosif terhadap SSC corrosion.

Dari pengamatan saya secar sekilas di LP kondisinya aman, tapi di MP dan HP sepertinya mendekati zona SSC corrosion.

Tanggapan 4 – Dwi A.S. Utomo

Mas Danang & Mas Anton,

IMHO, H2S dari HP separator (berasal dari X-pf) terbawa oleh fasa liquid ke MP Separator, ditambahi H2S dari Y-pf, dibawa fasa liquid ke LP separator, ditambahi lagi H2S dari berbagai sumber yang terkumpul di LP header (such as condensate recovery system, oil recovery system, etc.) no wonder H2S di LP Separator jadi tinggi.

Memang ada akumulasi plus carryover & memang perlu ada H2S treatment.

Tapi biasanya treatment H2S ada process tersendiri. Untuk melindungi Separator-separator itu sih biasanya mengaplikasikan internal coating atau CRA-cladding (shall comply with NACE MR0175).

Tanggapan 5 – asoulisa@technip

Sepakat dengan Bung Anton,

Ini sepertinya staggered set ya?

effluent dari HP lari ke MP

effluent dari MP lari ke LP

Tanggapan 6 – Marthin Winner

Mas Danang,

H2S memiliki kelarutan yang relatif tinggi dalam air/HC liquid (pada temp ambient 3.5 gr H2S/kg water compared with CO2 1.5 gr CO2/kg water), seiring dengan penurunan pressure (HP->MP-LP) , Kvalue (y/x) h2s semakin tinggi, artinya H2S lebih milih ngikut gas ke atas dari pada bareng liquid, jadi tidak heran jika komposisi H2S semakin ke lower pressure system (vapor section) makin tinggi….kalo misalkan kita berangan2 di LP separatornya ditambahkan agitator, saya jamin H2S composition di vapor section jauh lebih tinggi, karena disolved H2S di liquid terdorong keluar..