Saat ini saya bekerja sebagai gas controller d PGN. mau tnya apakah bedanya SCADA SYSTEM dengan DCS SYSTEM secara specifik. ryan vebrian ryanvebrian@yahoo.co.id

Saat ini saya bekerja sebagai gas controller d PGN. mau tnya apakah bedanya SCADA SYSTEM dengan DCS SYSTEM secara specifik.

budi handoyo handoyobudi@yahoo.com

Salam kenal buat warga masyarakat KMI, nama saya juga budi menyamai ketuanya. kebetulan saya beginner dan diberikan kesempatan bekerja di salah satu produk DCS. kalau yang saya tau mas ryan pada prinsipnya pengertian SCADA (Supervisory Control and aquisition data) dan DCS (Distributed control system) yang masih awam ini sebagai berikut.Fungsi pokok nya dari DCS adalah pengontrol system yang biasanya bersifat local artinya hanya terdistribusi dalam satu area local, sedangkan SCADA lebih kepada pengontrolan yang dilakukan pada posisi remote, misalnya untuk controlling di offshore yang termasuk dalam area hazardous kita tidak perlu ditunggui karena akan bikin bosen, tingkat safety nya dan cost yang lumayan untuk membayarnya…he…he..untuk komunikasi remotenya bisa menggunakan satelit ataupun VPN (yang pernah saya lakukan) sehingga real time data bisa diperoleh.

system SCADA agar lebih safety (DCS juga sebenarnya) biasanya dibatasi dengan acces level sehingga tidak semua level bisa fully controll misal hanya supervisory saja disesuaikan dengan kondisi dilapangan.mungkin gambaran sederhananya gitu kali ya…kalau ada yang mau menambah atau mengurangi keterangan saya silahkan. maturnuwunRegards,Budi H

Yuddi Krisna yuddi.krisna@depriwangga.com

Dear Milis

Saya ada sedikit pertanyaan tambahan juga mengenai topik SCADA sistem dan DCS?

Saya pernah sedikit belajar PLC. dimana untuk keperluan kontrol yang cakupanya luas dan banyak PLC.

maka di kontrol menggunakan DCS atau SCADA system (CMIIW).

Untuk Softwarenya sendiri (SCADA/DCS) apakah masih sama dengan PLC?

Apa saja software yang dapat di gunakan (untuk DCS/SCADA) dan dimana saya bisa mendapatkanya, minimal trial / student version nya

Apakah ada lembaga/ jasa kursus untuk operating DCS/SCADA?

Terimakasih

Budhi, Swastioko (Singgar Mulia) Budhi.Swastioko@se1.bp.com

SCADA, DCS dan PLC sebenarnya berbeda, meskipun dengan kemajuan

teknologi sekarang ini, batas-batas perbedaan dan kemampuannya menjadi

kabur. Pasti nanti banyak para instrument engineer yang memberikan

penjelasan mengenai hal ini di Milis Migas Indonesia. Sambil menunggu,

anda bisa baca-baca dulu SCADA, DCS dan PLC di URL :

http://migas-indonesia.net/index.php?option=com_docman&task=cat_view&gid

=131&Itemid=42

budi handoyo handoyobudi@yahoo.com

Mas Yuddi,

Dikit nambahi ya biasanya untuk DCS/PLC/SCADA semuanya ada 2 bagian yaitu bagian logicnya(termasuk programnya/sequence) dan MMI. Untuk Logic bisa berupa FB(function block -DCS/PLC/SCADA) atau Ladder(PLC) atau penggunaan bahasa bawaannya. di Logic ini kita bisa membuat otaknya untuk pengontrolan sehingga nantinya program bisa berjalan sesuai yang diinginkan. sedangkan pada bagian MMI/HMI mengemban tugas sebagai indera penglihat/interfacing antara program logic dengan si manusianya biasanya berupa gambar misal untuk indikasi motor running diberikan warna merah dan motor stop di beri warna kuning atau motor trip diberikan warna blink merah-kuning bergantian dsb.tetapi untuk MMI sebenarnya ada juga yang tidak memerlukan logic tapi langsung menggunakan script misal kalo kita pake wonderware untuk MMI softwarenya maka disitu ada script dengan bahasanya base on basic language sehingga sequence maupun logicnya bisa langsung dibuat disitu.itu kalo mau develop

sofware murni dr MMI.Yang saya tau semua program untuk logic akan berbeda2 tetapi pada dasarnya sama misal untuk fungsi FB akan ada fungsi ADD, GT(Greater than) dsb.atau ladder juga begitu. untuk SCADA fungsi di wonderwarenya juga bisa menangani hanya mungkin perlu beberapa tambahan device.(sorry kebetulan sedikit taunya baru wonderware, untuk citec dsb belum ngerti….yang pasti banyak program untuk MMI…kalo penasaran minta petunjuk mbah google aja)Sorry kalo penjelasannya sangat sederhana.

Jakfar Mesin ITS jakfar_mesinits@yahoo.com

Dear Milister,

saat ini saya sedang mempelajari masalah PLC/SCADA/DCS untuk implementasi di pembangkit tenaga listrik, namun karena begitu kompleknya buku yang saya baca membuat saya susah untuk memahaminya dengan cepat….barangkali ada para pembaca bisa membantu kesulitan saya dengan memberikan panduan singkat memahami sistem kontrol tersebut terutama di PLTU.

slamet supriyadi slamet_supriyadi@yahoo.com

Dear Jakfar,

Anda perlu memahami proses-nya dahulu. Ini diperlukan P&ID (Piping & Instrument Diagram) terutama yang berhubungan dgn PLTU System.

Langkah kedua : Ada harus mengetahui Plant Configuration (Control Network, Plant Network and of Fieldbus). Ini karena minat anda ke arah PLC/SCADA/DCS.

Literatur tsb lebih focus jika anda bisa dapatkan dari vendor Control System seperti Yokogawa, ABB, Siemens.

Mungkin saya bisa kirim kan beberapa file lewat email pribadi anda yang mungkin bisa anda review.

Dari background user name anda sepertinya anda punya background dari mesin.

Saya tidak tahu benar apa yang hendak anda pelajari disini.

Sampaikan saja secara spefisik apa yang hendak butuhkan.

permana chepy chepy_permana@yahoo.com

Mas Jakfar,

Share2 pengalaman semoga bermanfaat.

Spt kita ketahui karena complexnya system yang ada di PLTU tsb.

supaya lebih memudahkan analisa untuk itu sebenarnya ada berapa Input dan output (I/O Point) yang akan di kontrol atau jenis apa saja yang akan di kontol oleh PLC/DCS tsb.

karena kalau semua dikontrol atau di monitor pasti banyak sekali I/O account/ point yang harus di masukan ke PLC/ DCS.

kalau pengalaman saya sih biasanya hitung dulu berapa kebutuhan I/O point tersebut sehingga lebih mudah untuk menentukan apakah lebih untung/ maximum pake PLC atau DCS.

sekaligus kita pelajari operating and Control philosphy dari plant design’nya requirement maunya spt apa dan bagaimana plant tsb operational, selain itu untuk memudahkan dalam memahami suatu control system bisa juga dibuatkan semacam chart cause effect & effect matric/ diagram sehingga

akan memudahkan dalam membuat suatu logica untuk PLC/ DCS tentunya yang akan kita berikan ke vendor nantinya, karena vendor itu sendiri biasanya kana minta dengan kita

1. P&ID

2. Operating and Control Philosphy

3. I/O List (Point/ Account) yang telah dihitung tadi

4 Chart Cause & Effect Mactric/ Diagram-> diagram sebab akibat

5. System Architecture, gambar ini menjelaskan system secara over all misalnya letak PLC/ DCS apakah masuk ke jaringan atau tidak, masuk area ON Plot atau OFF Plot, jenis modulenya/ PLC/ DCS apa, layoutnya connectionnya spt apa, kalau misalnya ada SCADA letak SCADA ada di Room mana, yang pasti di gambar ini kita buat se informatif mungkin, inti dari gambar ini untuk memudahkan orang yang membaca & mengerti kalau PLC/ DCS/ SCADA ini connect kesini terus masuk kejaringan/ data base ini dst….

6. Oya satu lagi Logic Diagram atau gerbang logika bisa kita buat preliminary logic ya tujuannya untuk memudahkan saja, jadi nanti pada saat vendor yang akan men’ design sebuah Program Logic Control akan lebih mudah karena dia sudah tahu urutan dan alurnya harus gimana dan kemana arahnya logic tsb. tentunya dari informasi diatas yang kita berikan, karena vendor programmer PLC/ DCS tentunya akan men’ design sesuai/ mengikuti dengan kebutuhan user/ costumernya.

Menurut saya yang point 1, 2 dan 3 aja dulu di fahami kalau untuk basic itu kan ga teralalu sulit, sehingga diharapkan untuk aplikasi lanjutan akan lebih mudah nantinya dari pada banyak baca buku suka bigung saya juga begitu, mendingan baca dulu apa yang saat ini menjadi kebutuhkan sangat urgen kalau merasa sudah cukup lalu baca lagi apa yang menjadi kebutuhan berikutnya…istilah namah tidak diborong sekaligus euy hehehe…slow but sure…

permana chepy chepy_permana@yahoo.com

sebagai tambahan aja,

kebutuhan PLC, DCS dan SCADA dewasa ini sungguh sangat pesat,

tapi ini kembali lagi aplikasinya disesuikan dengan kebutuhan kita didalam plan design kita.

1. Untuk kebutuhan tag (I/O) yang tidak terlalu besar katakanlah 500-1000 tag kita bisa pilih PLC, selain relative lebih mriing harganya juga kebutuhannya disesuiakan dengan I/O tersebut.

2. Sementara untuk kebutuhan tag (I/O) yang besar hingga 10.000-20.000 tag kita bisa pilih DCS selain dibutuhkan Speed, juga kapasitas yang bisa menampung dan mengolah data yang cukup besar, selain itu tugas yang akan dihadapinya lebih comlplex dibanding PLC karena tag yang besar tersebut.

3. SCADA adalah Supervisory Control and Data Acquisition tugsanya yaitu mengawasi dan mengontrol sub2 PLC/ RTU (Remote Terminal Unit/ Master Station yang ada, jadi dengan demikian semuanya bisa kita monitor baik total, unit, kapasitas, ON-OFF sebuah pompa atau motor dll…dari jarak jauh dengen menggunakan cable fibre oftic atau melalaui frekwensi radio ya ..itu tergantung budget dan kebutuhan saja.

dari masing2 vendor spt Honeywell, Emerson, Yokogawa, ABB, Siement Allen Bradley dll…punya software sendiri2 tergantung kita beli yang model dan brand apa, kalau system pemograman hampir sama, apalagi saat ini rata2 sudah open system

sehingga brand manapun harus bisa interconnection via modbus, profibus, RS485 atau RS232 dll…

Akh. Munawir amunawir@gmail.com

Ingin mengerucutkan pertanyaan,

Apakah perbedaan antara PLC & DCS hanya pada kapasitasnya saja (Memory, I/O,

CPU), bahwa PLC kecil dan DCS lebih besar ?

Karena setahu saya PLC itu bisa diibaratkan spt ‘Komputer rakitan’ yg banyak

dijual di Mangga Dua atau Glodok dan mmng kapasitasnya hanya utk

meng-handling sedikit I/O Analog dan Digital, oleh karena itu dipakai utk

local control saja.

Sedangkan DCS memiliki kapasitas yg bisa jauh lebih besar sampai ribuan I/O

dan VENDOR biasanya memiliki build-up DCS package yg memang

dedicated utk Process yg spesifik.

e.g: DCS utk Refinery, DCS utk Cement Industry, DCS utk Food Industry, DCS

utk Steel Casting, dll.

Mohon koreksi jika keliru atau kurang,

berlian syako berliansyako@yahoo.com

Sebagai tambahan,

untuk yg awam PLC/DCS/SCADA saya ingin mencoba memberikan gambaran umum sebagai contoh aplikasi.

PLC (Programmable Logic Controller) umumnya digunakan untuk kontrol/monitor satu unit package equipment misalnya Compressor, Boiler, Chiller, dan berbagai utility yg ada disuatu plant. Untuk package equipment yg besar biasanya disediakan juga cabin untuk kontrol/monitor secara lokal. (Local use)

DCS (Distributed Control System) digunakan untuk kontrol/monitor seluruh package equipment dan utility yg ada disuatu plant. Dalam hal ini DCS menghubung kan semua fungsi PLC dari tiap2 package unit. Tiap plant biasanya ada control room, dan DCS melakukan kontrol & monitor dari control room. (Area use)

SCADA (Supervisory Control And Data Aquisition) digunakan untuk monitor/kontrol beberapa plant, atau monitor/kontrol suatu plant dari long distance. Misalnya Perusahaan A mempunyai beberapa plant, Plant A di jawa, Plant B di sumatera dan Plant C di madura. Perusahaan A ingin memonitor semua plant nya tsb dari Head office di jakarta. Maka dalam hal ini SCADA digunakan. (Wide Area use)

Di dunia komputer PLC, DCS, dan SCADA bisa kita analogikan sbb:

PLC kita analogikan dengan satu unit komputer (Local use)

DCS kita analogikan dengan LAN (Local Area Network) yg bisa menghubungkan semua komputer disuatu perusahaan melalui suatu server.

SCADA kita analogikan dengan WAN (Wide Area Network) yg bisa menghubungkan semua server yg terletak di berbagai lokasi/daerah.

masyrofi@technip.com

Sedikit nimbrung,

Sependek yang saya tahu, perbedaan utama PLC & DCS adalah pada sisi

software-nya, di samping beberapa perbedaan pada sisi hardware-nya juga

seperti kapasitas I/O, memory, dsb.

Biasanya, untuk PLC, software-nya based on ladder logic atau paling banter

PID control.

Karena tipikal softwarenya yang memang ringan, jadi sangat cocok untuk

fungsi2 yang memerlukan aksi cepat seperti ESD system dsb.

Sedangkan DCS, disamping didesign untuk process control, bahkan juga

memiliki aplikasi2 advance control seperti Neural Network, fuzzy logic

dsb. yang mana tidak ada di PLC.

Kalau bicara hardware, konon akhir2 ini sudah bermunculan vendor / system

integrator yang bisa menggabungkan hardware PLC dengan software DCS, so

jika demikian maka perbatasan PLC & DCS pada level hardware jadi semakin

beririsan.

CMIIW

Milis Oil tfrsw.2001@yahoo.com

Bapak Asyrofi,

saya sangat tertarik dengan tulisan bapak. terus terang, saya sangat ingin mendalami mengenai tata pemilihan yang tepat antara DCS dan PLC.

Apakah DCS tidak bisa digunakan untuk trip shutdown?

semisal, suatu plant yang punya equipment pompa dan compressor (main process, continuous)…

apakah control yang digunakan DCS atau PLC atau cukup local saja. tolong rekomendasi nya yach pak..

bisakah DCS dan PLC bisa digunakan tanpa local.?

Apa beda local dan PLC pak?

dimanakah letak DCS dan PLC? apakah sama2 di control room?

Apakah Start, Stop, Trip, Running, Fault adalah trip standard sebuah pompa /kompressor?

jika ia, tolong dijelaskan, jika tidak, mohon juga dijelaskan.

terus terang, saya masih banyak belajar dari orang professional dalam oil & gas seperti bapak.

Terima Kasih,

Akh. Munawir amunawir@gmail.com

Terima kasih tanggapannya,

Pertanyaan saya kerucutkan utk Control System.

Saya blm pernah mengetahui, apakah Artificial Intelegent Controller (Neural

Network, Fuzzy Logic, dst) juga diapplikasikan di Industri OnG.

Bahkan utk controller yg lebih konvensional pun (PID Controller) saya blm

pernah tau ini digunakan utk controll apa di OnG.

Apakah dr rekan2 ada yg punya pengalaman utk controller2 ini, terutama di

OnG Process ?

Dulu ketika msh menjadi Automation Eng. di suatu Manufactor Industry, hanya

PID Controller yg digunakan utk Velocity Controller pada Electric AC Motor,

walau pun di dlm Citect & Wonderware Software, tool utk AI Controller

disediakan tetapi saya pikir sepertinya jarang sekali digunakan,

karena algorithma n pemodelane wangel tenan 🙂

Ksatria Libra ksatria.libra@yahoo.com

Kalau boleh ikutan juga,

Yang saya tahu, di salah satu BUMN manufacturing company sudah ada aplikasi neural network based control. Kalau di oil & gas, kurang tahu ya. Sebab setahu saya, biasanya untuk process2 yang melibatkan non-linearitas yang mana dibutuhkan aplikasi advance control pun, dengan berbagai pertimbangan, disederhanakan juga dengan pendekatan linear sehingga algoritma PID control di DCS bisa digunakan, dengan error yang tentu dapat diterima. Mungkin inilah yang menyebabkan aplikasi advance control tersebut jarang digunakan di oil & gas (CMIIW).

Btw, bicara soal citect & wonderware, itu han hanya software HMI nya saja, bukan controller. Jadi kalau di DCS terkait tidak memanfaatkan aplikasi advance control, ya tentu saja visualisasi untuk aplikasi tersebut di HMI nya otomatis juga tidak digunakan.

Milis Oil wrote:

From: Milis Oil

Subject: Re: Fw: [Oil&Gas] Re: Mohon Info

To: masyrofi@technip.com

Cc: esetiadi@technip.com

Date: Thursday, November 27, 2008, 7:27 AM

Ini sedikit komentar yang saya dapat setelah di fwd ke dosen pembimbing saya pak,

Apakah DCS tidak bisa digunakan untuk trip shutdown?

(Tentu saja bisa. Tetapi ngapain? Ibarat membunuh

nyamuk pakai bom… orang jawa bilang ‘muspro’ / sia2…)

komentar: biasanya pemilihan PLC / DCS tergantung kapasitas I/O nya. itu ada rule of thumb nya. kalau I/O nya masih ratusan, yach mending pake PLC. tapi kalau sudah puluhan ribu, pakailah DCS.

(Local, tentu saja PLC sudah cukup, karena

sudah ada PID control di sana. Tapi biasanya utk compressor sudah ada controllernya

sendiri utk surging control, electrical device based on PID control…)

Komentar : yach. PLC khan per paket pak.. itu namanya PLC untuk Compressor package

bisakah DCS dan PLC bisa digunakan tanpa local.?

(Bisa saja. Kenapa enggak..?)

komentar: setuju.

Apa beda local dan PLC pak?

(Statement Anda kurang jelas tentag ‘local’.

Mungkin yang Anda maksud adalah electrical / pneumatic device based PID

control dkk. Jelas beda, karena dia parameter2 kontrolnya seperti gain,

konstanta integral dsb. based on hardware baik electrical maupun pneumatic,

sedangkan PLC, software based.)

komentar: PLC itu alat kontrol yang ditemukan di zaman yang agak lama. local itu bukan control, tapi cuma ada beberapa pengaturan manual, seperti shutdown dan beberapa indikator.

Apakah Start, Stop, Trip, Running, Fault adalah trip standard sebuah pompa

/kompressor?

(Semua device yang menggunakan motor termasuk

pompa / kompressor tentu memiliki trip standard itu. Tapi ini tidak ada

kaitannya dengan PLC & DCS.)

Komentar:

tentu saja ada pak. PLC dan DCS itu sebuah control untuk menjalankan fungsi2 diatas.