Kebetulan saya mendapati problem berupa crack pada area haz dan
logam induk (joint antar material hardox400 thick 80mm). Crack baru
terjadi sekitar dua bulan sesudah finish proses welding . Pada
proses pengelasan dilakukan preheat dulu , CET Hardox400 = 0.48,
Hardness HRC 370-430.
Berdasarkan catatan yg ada, pada bagian tsb sempat dilakukan repair
welding (karena terjadi defect) sampai 5x. Repair dilakukan dengan
gouging diteruskan preheat dan welding lagi
Barangkali ada yg pernah punya kasus sama atau bagaimana
penyebabnya, dan sampai berapa kali proses repair tsb bisa dilakukan
(sesuai spec material tsb) namun masih dalam batas aman ?

Tanya – Raharjo

all,

saya mendapati problem berupa crack pada area haz dan
logam induk (joint antar material hardox400 thick 80mm). Crack baru
terjadi sekitar dua bulan sesudah finish proses welding . Pada
proses pengelasan dilakukan preheat dulu , CET Hardox400 = 0.48,
Hardness HRC 370-430.
Berdasarkan catatan yg ada, pada bagian tsb sempat dilakukan repair
welding (karena terjadi defect) sampai 5x. Repair dilakukan dengan
gouging diteruskan preheat dan welding lagi
Barangkali ada yg pernah punya kasus sama atau bagaimana
penyebabnya, dan sampai berapa kali proses repair tsb bisa dilakukan
(sesuai spec material tsb) namun masih dalam batas aman ?
Mohon sharingnya ….

Terimakasih banyak sebelumnya

Tanggapan 1 – joni hasto saputro

P Raharjo

Dari pengetahuan saya yang minim jika terjadi repair sampai 5x itu artinya
material sudah fatique dan harus diganti dengan material baru karena max heat
input untuk satu pass pengelasan hardox 400 thickness 80mm adalah max
5kj/mm,kita asumsikan pengelasan awal 0.5kj/mm terus repair pertama 1kj/mm
(welding+gouging juga harus dihitung) terus repair ke 2 dst jadi jika material
mengalami repair 5x tentu sudah over fatique.

Preheat dan interpass temperature juga harus dimantain
Preheat minimum 1500 celcius dan interpass temperature max 2200 celcius
Pemilihan electrode juga essential karena material hardox 400 hanya ada 2 type
electrode recommended yaitu lower strength electrode dan matching hardness
electrode dalam hal ini saya percaya tentuya P Raharjo sudah memegang kitab
sakti WPSnya untuk guideline.
Sependek yang saya tahu proses pengelasan yang recommended juga hanya
SMAW/GMAW/FCAW atau mungkin dari para experts yang lain bisa menambahkan.

Tanggapan 2 – Herliwin

Bapak Bapak yang terhormat,

Saya ada case untuk repair AISI 304,

How repair is carried out on Austenitic Stainless Steel (e.g. AISI 304
Controlled Carbon) component of a pressure vessel that is suspected to have
sensitived i.e. due to long term exposure at temperature approx. 600 deg. C. The
component hardness have increased significantly and material ferromagnetism also
increased (i.e. attract magnet). Repair attempted using normal austenitic
stainless steel repair/welding technique but several cracks (in all direction)
developed adjacent to the HAZ as well as the surroundng base metal. Besides
sentization, Polythionic Acid SCC is also one of the potential damage mechnism.
How is repair carried out on Austenitic Stainless Steel (e.g. AISI 304
Controlled Carbon) component of a pressure vessel that is suspected to have
sensitived i.e. due to long term exposure at temperature approx. 600 deg. C.
(ii) Instead of the usual austenitic stainless steel repair/welding technique,
where moisture/contaminant are removed prior to welding and limiting the
interpass temperature at 175 deg. C., the repair was successfully carried out
using the following technique/steps. The area to be repaired was heated up to
350 deg.C and held for 3 hours, and the temperature was reduced to 200 deg. C.
The welding was carried out at minimum temperature of 200 deg. C. Upon
completion of the welding the repaired area was covered with insulation blanket
and cooled down naturally. No crack detect after using this technique. What is
the effect/significance of this repair technique to the material properties?
(iii) Are there any references where similar technique have been applied on
sensitized/aging austenitic stainless steel?

Thank you for your attention,