Waste Water Treatment Plant (WWTP) biasanya terdiri dari oil separator dan biotreatment. Metode yang umum digunakan di oil separator adalah pemisahan secara gravity menggunakan oil skimmer API/TPI. Sedangkan tugas biotreatment adalah menurunkan kandungan organic, COD, BOD, dan phenol dengan bantuan bakteri.

Tanya – putri nora novera mindra

Dear Rekan Milis,

Mohon informasinya tentang waste water, treatment2 yg diperlukan,
kualitas air buangan (kira2 bisa dapat infromasi darimana ya?)
Dan apakah perbedaan treatment untuk wastewater di onshore & offshore,
khususnya industri oil n gas
Maaf kalau pertanyaannya terlalu banyak, saya masih awam ttg waste water ini
Terimakasih..

Tanggapan 1 – Thomas Yanuar

Mbak Putri,

Berikut sekilas rangkuman diskusi waste water dimilis kita ini dan silahkan
dibandingkan dengan WTP secara umum. Selengkapnya, bisa dibuka di Buku
Pintar Migas Indonesia.
Karena lumayan panjang, ada baiknya di print supaya lebih mudah mencernanya.

Ini tulisan Pak Adhi Budhiarto: (silahkan Mbak Putri kontak beliau juga)
Sebenernya ulasan mengenai Sour Water Stripping unit sudah tercakup dalam
tulisan saya untuk Buku Pintar Migas Indonesia berjudul Teknologi Proses
Kilang Minyak Bumi, yaitu di Bab XII Sour Water Stripping Unit (mungkin
tinggal tunggu waktu aja untuk di-release/di-upload ke server website sama
mas Budhi).

Karena tulisan tersebut belum sempet di-upload oleh mas Budhi, mungkin bisa
saya sarikan sebagai berikut :

Pengolahan limbah cair di petroleum industry (terutama di kilang) dilakukan
melalui 2-3 tahap, yaitu diolah di Sour Water Stripping unit dan di Oil
Separator (dan biotreatment).

Biasanya untuk plant yang ada H2S nya dilengkapi dengan Sour Water Stripping
(SWS) unit untuk mengolah limbah cairnya sebelum kemudian dikirim ke Waste
Water Treatment Plant (oil separator & biotreatement). Untuk di petroleum
industry, unit SWS biasanya terdiri dari :

1. Degassing Drum

Di degassing drum ini dilakukan pemisahan 3 macam komponen feed SWS, yaitu
gas hydrocarbon ringan dan H2S, minyak, dan air.

Gas hydrocarbon ringan dan H2S yang terkandung dalam feed SWS masuk
ke dalam degassing drum dan menuju bagian degassing drum yang dilengkapi
dengan packing column. Packing column ini berisi 1′ ceramic rashing ring
packing. Di packing column ini, gas hydrocarbon ringan dan H2S dikontakkan
dengan stripped water produk SWS Column untuk mengambil kandungan
hydrocarbon berat yang mungkin terikut gas. Hydrocarbon berat yang
di-absorb tersebut kemudian masuk kembali ke dalam degassing drum untuk
kemudian dipisahkan dari water dan dipompakan ke Skim Oil Drum. Sedangkan
gas dari stripping column degassing drum mengalir ke Vent Gas Absorber untuk
dikontakkan dengan lean amine (MEA, MDEA, DGA, atau lainnya) untuk di-absorb
H2S nya. Off gas dari Vent Gas Absorber kemudian dikirim ke Thermal
Oxidizer yang ada di Sulphur Recovery Unit untuk di-burn. Sedangkan Rich
Amine (amine yang mengandung banyak H2S) keluar dari bottom vent gas
absorber dan kemudian dialirkan ke Amine Regeneration Unit (ARU) untuk diregenerasi
amine-nya. Di ARU, H2S yang keluar di top Amine Regenerator dialirkan ke
Sulphur Recovery Unit untuk di-recover sulphur-nya.

* Minyak

Minyak yang terkandung di dalam feed dipisahkan dari water berdasarkan
perbedaan berat jenis. Minyak yang mempunyai berat jenis lebih ringan
daripada water akan berada pada lapisan atas/di permukaan water pada level
degassing drum. Minyak ini (biasa disebut skimmed oil) kemudian dialirkan
ke Skim Oil Drum untuk kemudian dipompakan ke Slop Oil Tank. Slop Oil yang
ada di Slop Oil tank ini selanjutnya dapat di-blending dengan Crude Oil
untuk diumpankan ke Unit Crude Distillation Unit (3-5% total feed CDU) atau
di-blending dan dijual sebagai Low Sulphur Waxy Residue/LSWR atau sebagai
Fuel Oil (dapat digunakan sendiri sebagai bahan bakar fired heater atau
dijual).

Water

Water kemudian dialirkan ke preheater (feed/product heat exchanger) sebelum
kemudian menuju SWS Column.

Tekanan degassing drum didisain cukup rendah agar kandungan H2S dan
hydrocarbon ringan (yang mudah menguap) dari feed sour water dapat ter-flash
off. Biasanya tekanan degassing drum sekitar 0,5 kg/cm2g.

Pembahasan selanjutnya dari Diskusi Mailing List Migas Indonesia ini dapat dilihat dalam file berikut: