Wireline dalam industri migas sebetulnya hanya media untuk mengirimkan atau
mengoperasikan special downhole equipment di dalam sumur migas. Karena
menggunakan wireline sebagai medianya, maka peralatan itu biasa disebut
wireline equipment. Wireline dalam industri migas bisa dikategorikan atas 2
macam.

Tanya – ‘the_pranowo’

Saya mahasiswa teknik fisika tahun ke 4 berminat mengerjakan tugas
akhir berkaitan dengan wireline atau spesifik berkaitan dengan
instrumentasi pada industri migas. Tapi sejauh ini masih terbentur
dengan referensi tentang wireline itu sendiri karena blm mendapatkan
referensi wireline yang berkaitan dengan isi dari wireline itu sendiri
dan teknologi apa yang digunakan dll.. Atau jika para anggota dan
admin milis punya masukan tentang tema tugas akhir berkaitan dengan
instrumentasi di dunia migas akan sangat membantu bagi saya.
Atas perhatian dan bantuannya saya ucapkan terima-kasih.

Tanggapan 1 – ‘Karina Sari’

Wah instrumen wireline banyak bgt mas, menarik juga buat dijadikan bahan
skripsi. Cuman mungkin dipersempit dulu ya. Kan ada wireline dengan metode
sonic, beda potensial, medan magnet. Ato justru mau liat kegunaannya? Sekedar
saran, coba deh browsing2 dulu website schlumberger, halliburton ato baker
atlas. Cari tau dulu salah satu tool n kegunaanya. Kalau terlalu luas, susah
juga soalnya…

Saran aja lo…

Tanggapan 2 – ‘Eko Yudha’

Mas Pranowo,

Wireline dalam industri migas sebetulnya hanya media untuk mengirimkan atau
mengoperasikan special downhole equipment di dalam sumur migas. Karena
menggunakan wireline sebagai medianya, maka peralatan itu biasa disebut
wireline equipment. Wireline dalam industri migas bisa dikategorikan atas 2
macam.

Yang pertama adalah slickline, yaitu wireline yang digunakan terutama untuk
mengoperasikan wireline equipment dalam pekerjaan2 workover/well
intervention, completion, fishing job, gas lift installation dan sejenisnya
dalam sumur migas. Dalam hal ini biasanya wireline equipment tsb berfungsi
berdasarkan prinsip mekanis dan dioperasikan dengan manipulasi ‘tarik’ dan
‘ulur’ oleh operator wireline di permukaan.

Yang kedua adalah, electric wireline (e-line), yaitu wireline yg digunakan
dalam pekerjaan2 formation evaluation, logging untuk temperature survey,
production survey, kualitas semen di belakang casing, perforasi, memotong
tubing atau casing, dll dalam sumur migas. Umumnya e-line berfungsi
berdasarkan prinsip elektonik dan komputerisasi, ada pula yang dengan
sinyal2 gelombang suara. Sesuai namanya, tentu e-line beroperasi dengan
sinyal2 listrik oleh operatornya di permukaan.

Secara umum, keterbatasan wireline (baik e-line maupun slickline) adalah
bahwa peralatan tersebut hanya bisa dioperasikan di sumur2 vertical dan
sumur miring dengan kemiringan kurang dari 60 derajat (ini rule of thumb
saja, ada yang bisa lebih miring sedikit dari itu). Bisa digunakan pada
sumur dengan kemiringan lebih dari 60 derajat dengan menggunakan alat bantu
seperti drill pipe (TLC, Tough Logging Condition), atau dengan downhole
tractor.

Nah, yang harus diperjelas dari anda adalah, bagian wireline yang mana yang
ingin anda jadikan fokus untuk TA anda? slickline-nya? e-line-nya? atau
wireline equipment-nya? materialnya? wireline forcesnya? atau
fungsi/operational wireline equipment nya?

Informasi lebih detail bisa anda coba di website nya Schlumberger &
Halliburton untuk wireline logging (e-line) dan http://geoservices.com/ untuk
slickline.

Semoga bermanfaat.

Tanggapan 3 – ‘Wahyudi Suryowinoto’

Mas Pranowo,

Apa yang telah dijelaskan oleh Pak Eko Yudha, adalah jelas sekali,
setidaknya telah membuka wawasan Anda menjadi semakin menuju ke fokus.

Saya hanya ingin menambahkan sedikit dari yang telah dijelaskan oleh Pak
Eko, yaitu tentang ‘slickline’.

Apabila Anda tertarik dan ingin menulis TA tentang Wireline, saya usulkan
agar juga pernah kerja praktek atau mengikuti untuk mengetahui bagaimana dan
apa yang dikerjakan oleh Wireline Operator, terutama seperti yang talah saya
sebutkan diatas, tentang pekerjaan slickline.

Dalam pekerjaan slickline, para Operator wilreline akan bekerja dengan
feelingnya, dan disitulah seninya. Para Operator wireline yang duduk di
Wireline Unit (Model yang lama) tersebut hanya dilengkapi oleh Depth
Indicator dan Weight Indicator. Karena peralatan yang dipakai bekerja
berdasarkan prinsip mekanis, dengan tarik dan ulur (Jar Up & Jar Down), maka
feeling para operator tersebut yang akan mengatakan bahwa alat yang di-run
tersebut telah berhasil atau belum. Disini yang saya masudkan bahwa Anda
sebaiknya mendapat kempatan praktek, untuk duduk di Wire Line Unit dan
merasakannya sendiri, sehingga Anda dapat menuliskannya dengan lebih baik.

Tentang peralatannya sendiri, ada banyak macam dan tipe, sesuai dengan
peruntukan dan ukurannya. Ada satu Box besar tersendiri, dan ini sangat
menarik untuk dipelajari dan ditulis.

Tanggapan 4 – Pak Eko Yudha,

Saya dulu pernah jadi Wire Line Crew di Flopetrol Int’l SA, yang akhirnya
gabung dengan Schlumgerger, di Balikpapan.

Terima kasih Pak Eko, dengan penjelasan yang gamblang tersebut.

Tanggapan 5 – ‘the_pranowo’

Terima-kasih atas saran tanggapan dan masukannya dari mba karina.
Sementara ini saya akan belajar dulu bahan2 yang sudah saya dapatkan
ttg wireline untuk nantinya mempersempit topik bahasan. Nanti ketika
menemui bnyk pertanyaan dlm proses belajar wireline mohon sekiranya
dapat membantu sebagai tempat bertanya.
Atas bantuannya saya ucapkan terima-kasih.

Tanggapan 6 – MiKiRoni Wijaya

Untuk bahan2 juga minta soft file aja sama karina coz sepengetahuan saya karina
nya punya dr baker.

atw bisa minta ke Pak Harry Eddiyarso by japri…

Tanggapan 7 – Harry Eddyarso

Rekan Pranowo

Jangan lupa, anda bisa contact Moderator KBK “Bor” yang lain, yaitu rekan Doddy Samperuru dan rekan Ridwan Hardiawan. Kedua rekan Moderator tsb pasti punya informasi dan knowledge yang lebih banyak tentang electric wireline logging, karena mereka berkarya di Schlumberger, salah satu service company yang leading dalam bidang jasa wireline logging.

Tanggapan 8 – ‘Nataniel Mangiwa’

buka www.slb.com

disitu gudangnya..