Menurut informasi dari Flare Industries Inc. Flame Front Generator bisa di install hingga jarak 1 mille (1600 m) from the base of flare stack, sementara system operasinya bisa automatic or manual mode. Saat ini memang perkembangan Flare Technology sangat pesat, oleh sebab itu Vendor Flare pun mempunyai berbagai macam design/ model dan type flare ada yang model ground flare, elevated flare, enclosed flare, sonic flare dll.

Tanya – haryo bhimo

Dear all,

Mau nanya nih,

Kalo di pilot buat flare bisakah combustion chambernya (CC) di letakkan di lokasi yang agak jauh dr flare? misalnya 10 m lebih. tujuannya agar memudahkan waktu maintenance.

Saya punya contoh PnID cuma tidak ada petunjuk lokasinya dimana (wajar..PnID :).

Kalo saya pake logika aja, kayaknya gak mungkin krn fuel gas yang dibakar didalam pipa kan tinggi suhunya, jd mesti pake pipa yang tahan suhu tinggi ( mahal ) belum lg apakah apinya bisa jalan sampe sejauh itu? jangan2 tinggal asapnya aja yg sampe tip-nya. tinggi flare-nya 40 m.

Mohon bantuannya.

Terimakasih.

Tanggapan 1 – hadiwinoto soedar

Ada pak namanya Front flame Generator dan biasa hal ini dipakai sehingga maintenance lebih murah dibanding dipasang diujung tip, untuk detailnya anda buka web sitenya dari flare tip & monitor dari salah satu merk kladair, jhon zink, corona, crown, abb dsbnya.

Tanggapan 2 – haryo bhimo

oke, makasih pak hadi.

Tanggapan 3 -Ginting Simeon

Pak Bhimo,

Umumnya semua FFG Panel dirancang untuk diletakkan maksimum 1000 ft dari pilot. Untuk kasus Bapak, berarti FFG Panelnya masih dapat diletakkan sejauh kira-kira 260 m dari stack/riser. Tentunya semakin dekat lokasi FFG Panel ke stack akan lebih bagus untuk menghindari kegagalan penyalaan.

Material pipa untuk ignition cukup dari Carbon Steel saja karena walaupun akan dilewati api hal ini hanya akan berlangsung beberapa menit saja dan frekwensi pemakain juga sangat jarang.

Tanggapan 4 – tono

Saya coba untuk menambahkan, untuk Front Flame Generator (FFG) memang bisa diletakkan jauh dari flarenya. Biasanya diletakkan pada heat radiance yang aman. Jadi tidak perlu diletakkan persis dibawah flare. Vendor biasanya sudah mengantisipasi hal ini, konfirmasikan ke mereka berapa jauh jarak piping yang bisa diaplikasikan untuk FFG mereka.

Saat ini vendor flare punya pemantik (ignitor) di ujung pilotnya, sehingga lebih mudah menyalakan flare tip dibandingkan dengan FFG.

Pada sistim FFG, api dinyalakan hanya sebentar saja, dan yang dikirim ke pilot adalah bola apinya. Jadi api tidak dinyalakan terus menerus, hanya pada saat start saja. Kendalanya adalah menentukan jumlah perbandingan antara fuel gas dan air (biasanya inst. air) untuk dapat membuat bola api yang bisa sampai ke ujung pilot. Tentunya dengan pemantik yang ada di pilot ini akan lebih mudah.

Mudah2an ini bisa membantu. Terima kasih.

Tanggapan 5 – permana chepy

Kalau menurut informasi dari Flare Industries Inc. Flame Front Generator bisa di install hingga jarak 1 mille (1600 m) from the base of flare stack, sementara system operasinya bisa automatic or manual mode.

Saat ini memang perkembangan Flare Technology sangat pesat,
oleh sebab itu Vendor Flare pun mempunyai berbagai macam design/ model dan type flare
ada yang model ground flare, elevated flare, enclosed flare, sonic flare dll..

Menurut saya sebaiknya detailed design requirement di finalkan/ dijabarkan dulu di internal perusahaannya maunya bagaimana dan seperti apa barulah contact, diskusi and komunikasi dengan vendor Flare, setelah jelas plus dan minusnya baru tentukan model/ type Flare yang cocok untuk plant anda. yang jelas project Flare spt ini sehubungan dengan regulasi pemerintah yang berhubungan dgn lingkungan dan kadar emisi gas buang yang harus di monitor maka terkadang perusahaan2 tertentu menunda-nunda project flare ini bisa jadi karena budget/ cost investasi yang mahal dan bisa juga karena bukan bagian dari core bisnis mereka…hanya saja saya menyarankan dengan semangat Globar Warning itulah para pemilik saham atau juragan2 pemilik perusahaan mulai memikirkan dan menginplementasikan project Flare satack and Monitoring system.

Saya berpikir yang di monitor bukan hanya Flare stack akan tetapi sudah sewajibnya knalpot boiler2 power plant karena ouput yang dihasilkan begitu hitam pekat mengempul dan ini juga sangat menggangu kesahatan pekerja dan local cumminity sekitarnya,
karena kadar misi gas buangnya tidak pernah kita ketahui apakah masih ambang wajar atau tidak.
Mungkin sudah banyak juga company yang memasang alat Continous Emmission Monitoring System (CEMS). yang jelas dengan paket CEMS kita bisa bisa monitor Opacity meter, H2S meter, CO2 Meter, Oxygen Analyzer dll sehingga dengan demikian kita bisa tahu sebenarnya gas emisi plant yang kita miiliki tsb. tapi jika saya lihat banyak juga yang yang sudah punya system CEMS tapi kurang begitu di maintain dengan baik karena part atau alat control (spt PLC system) atau Instrument & control Measuringnnya rusak terkadang di dibiarin aja.

Tanya – haryo bhimo

Dear all,

Mau nanya nih,

Kalo di pilot buat flare bisakah combustion chambernya (CC) di letakkan di lokasi yang agak jauh dr flare? misalnya 10 m lebih. tujuannya agar memudahkan waktu maintenance.

Saya punya contoh PnID cuma tidak ada petunjuk lokasinya dimana (wajar..PnID :).

Kalo saya pake logika aja, kayaknya gak mungkin krn fuel gas yang dibakar didalam pipa kan tinggi suhunya, jd mesti pake pipa yang tahan suhu tinggi ( mahal ) belum lg apakah apinya bisa jalan sampe sejauh itu? jangan2 tinggal asapnya aja yg sampe tip-nya. tinggi flare-nya 40 m.

Mohon bantuannya.

Terimakasih.

Tanggapan 1 – hadiwinoto soedar

Ada pak namanya Front flame Generator dan biasa hal ini dipakai sehingga maintenance lebih murah dibanding dipasang diujung tip, untuk detailnya anda buka web sitenya dari flare tip & monitor dari salah satu merk kladair, jhon zink, corona, crown, abb dsbnya.

Tanggapan 2 – haryo bhimo

oke, makasih pak hadi.

Tanggapan 3 -Ginting Simeon

Pak Bhimo,

Umumnya semua FFG Panel dirancang untuk diletakkan maksimum 1000 ft dari pilot. Untuk kasus Bapak, berarti FFG Panelnya masih dapat diletakkan sejauh kira-kira 260 m dari stack/riser. Tentunya semakin dekat lokasi FFG Panel ke stack akan lebih bagus untuk menghindari kegagalan penyalaan.

Material pipa untuk ignition cukup dari Carbon Steel saja karena walaupun akan dilewati api hal ini hanya akan berlangsung beberapa menit saja dan frekwensi pemakain juga sangat jarang.

Tanggapan 4 – tono

Saya coba untuk menambahkan, untuk Front Flame Generator (FFG) memang bisa diletakkan jauh dari flarenya. Biasanya diletakkan pada heat radiance yang aman. Jadi tidak perlu diletakkan persis dibawah flare. Vendor biasanya sudah mengantisipasi hal ini, konfirmasikan ke mereka berapa jauh jarak piping yang bisa diaplikasikan untuk FFG mereka.

Saat ini vendor flare punya pemantik (ignitor) di ujung pilotnya, sehingga lebih mudah menyalakan flare tip dibandingkan dengan FFG.

Pada sistim FFG, api dinyalakan hanya sebentar saja, dan yang dikirim ke pilot adalah bola apinya. Jadi api tidak dinyalakan terus menerus, hanya pada saat start saja. Kendalanya adalah menentukan jumlah perbandingan antara fuel gas dan air (biasanya inst. air) untuk dapat membuat bola api yang bisa sampai ke ujung pilot. Tentunya dengan pemantik yang ada di pilot ini akan lebih mudah.

Mudah2an ini bisa membantu. Terima kasih.

Tanggapan 5 – permana chepy

Kalau menurut informasi dari Flare Industries Inc. Flame Front Generator bisa di install hingga jarak 1 mille (1600 m) from the base of flare stack, sementara system operasinya bisa automatic or manual mode.

Saat ini memang perkembangan Flare Technology sangat pesat,
oleh sebab itu Vendor Flare pun mempunyai berbagai macam design/ model dan type flare
ada yang model ground flare, elevated flare, enclosed flare, sonic flare dll..

Menurut saya sebaiknya detailed design requirement di finalkan/ dijabarkan dulu di internal perusahaannya maunya bagaimana dan seperti apa barulah contact, diskusi and komunikasi dengan vendor Flare, setelah jelas plus dan minusnya baru tentukan model/ type Flare yang cocok untuk plant anda. yang jelas project Flare spt ini sehubungan dengan regulasi pemerintah yang berhubungan dgn lingkungan dan kadar emisi gas buang yang harus di monitor maka terkadang perusahaan2 tertentu menunda-nunda project flare ini bisa jadi karena budget/ cost investasi yang mahal dan bisa juga karena bukan bagian dari core bisnis mereka…hanya saja saya menyarankan dengan semangat Globar Warning itulah para pemilik saham atau juragan2 pemilik perusahaan mulai memikirkan dan menginplementasikan project Flare satack and Monitoring system.

Saya berpikir yang di monitor bukan hanya Flare stack akan tetapi sudah sewajibnya knalpot boiler2 power plant karena ouput yang dihasilkan begitu hitam pekat mengempul dan ini juga sangat menggangu kesahatan pekerja dan local cumminity sekitarnya,
karena kadar misi gas buangnya tidak pernah kita ketahui apakah masih ambang wajar atau tidak.
Mungkin sudah banyak juga company yang memasang alat Continous Emmission Monitoring System (CEMS). yang jelas dengan paket CEMS kita bisa bisa monitor Opacity meter, H2S meter, CO2 Meter, Oxygen Analyzer dll sehingga dengan demikian kita bisa tahu sebenarnya gas emisi plant yang kita miiliki tsb. tapi jika saya lihat banyak juga yang yang sudah punya system CEMS tapi kurang begitu di maintain dengan baik karena part atau alat control (spt PLC system) atau Instrument & control Measuringnnya rusak terkadang di dibiarin aja.