Sistem deteksi kebakaran (fire detector) terdiri dari beberapa macam, bisa dipilih: flame detector (detektor nyala api), heat detector (detector panas), atau smoke detector (asap) mana yang sesuai untuk diaplikasikan. Ketiganya termasuk alat untuk mendeteksi kebakaran secara dini. Kejadian kebakaran karena terpenuhinya 3 unsur (fire chain): fuel (hidrokarbon), heat, dan oxigen. Pencegahannya memutus rantai tersebut dengan meniadakan salah satu dari ketiga unsur.

Tanya – Fitri Ade Gunawan

Dear all

Di perusahaan kami lagi mo install fire detektor. selama ini kami memakai heat detektor tapi kejadian sebelum ini ada api kok heat detektor gak mendeteksi. mohon pencerahan dari teman-teman kira2 jenis fire detektor apa yg cocok mengingat daerah yg dideteksi relative panas?

Trima kasih

Tanggapan 1 – M. Luthfi, Hasim

Wah ambient temp. nya kok panas sekali ?. kok rasanya belum pernah tahu ya yg untuk temperature sampai segitu. kalau produk GM sekitar -40 s/d 90 deg C, kalau produk Honeywell sekitar -40 s/d 80 deg C.

Berarti bisa pasang yg range ini tapi harus ada air coolingnya, tetapi air cooling kadang membuat permukaan lensanya kotor, jadi perlu perawatan.

Tanggapan 2 – Suryanto, Slamet

Pak Gunawan,

Sebelumnya mohon feedbacknya apakah fungsi dari extruder dalam proses? apakah akan terdapat HC atau flammable material (gas/liquid?) lain dalam process streamnya? apakah punya profil temperatur vs jarak sekitar alat tersebut? Thanks.

Tanggapan 3 – nono.prihandono

Sistem deteksi kebakaran (fire detector) terdiri dari beberapa macam, bisa pilih: flame detector (detektor nyala api), heat detector (detector panas), dan smoke detector (asap) mana yang sesuai untuk diaplikasikan. Ketiganya termasuk alat untuk mendeteksi kebakaran secara dini. Kejadian kebakaran karena terpenuhinya 3 unsur (fire chain): fuel (hidrokarbon), heat, and oxigen. Pencegahannya memutus rantai tersebut dengan meniadakan salah satu dari ketiga unsur.

Sedikit melengkapi dari keterangan bapak Nugroho yang sudah cukup gamblang, mungkin perlu dipastikan flame detector memiliki fitur solar blind untuk aplikasi outdoor.

Tanggapan 4 – akbar syah alam

Pak Gunawan,

Saya sepakat dengan penjelasan dari Pak Nono, bahwa Fire detector sistem dapat mendeteksi kebakaran dari ke-3 hal tersebut. flame,Heat,smoke. saya pernah menginstall Fire detector sistem didalam enclousure taurus Solar Turbine yang normal temperaturenya juga cukup tinggi. Untuk mendeteksi Flame saya menggunakan manufacture Detronic UVIR flame detector X5200, sedangkan untuk mendeteksi Heat saya menggunakan Thermal detector FENWAL. Dengan controllernya Eagle Quantum premier Controller. Dalam kasus pak Gunawan yang menjadi fokus adalah Temperature extruder yaitu 250 deg C. solusinya bapak tinggal memilih thermal indicator dengan setpoint yang sesuai bapak inginkan. tentunya harus lebih tinggi dari normal relative temperature extruder 250 deg C. nantinya Fire detector system ini akan bekerja apabila temperature terpenuhi dan juga UVIR flame detector menangkap adanya UV dan IR dari api itu sendiri. UV sensor akan mempunyai prinsip kerja Solar blind terhadap komponen ultraviolet dari matahari. sehingga tidak usah khawatir akan Fals Alarm source. namun UV sensor akan merespon terhadap komponen ultra violet dari
Api,arc welding, high voltage corona,X-ray dan gamma radiation. Untuk IR sensor telah di disain untuk mengabaikan steady state Infra red source yang tidak mempunyai Flicker frekuensi seperti pada api.

Sedikit tambahan kenapa sistem ini tidak menggunakan smoke detector. Karena smoke bersifat absorb radiation sedangkan pada sistem ini UVIR sensor yang terdiri dari IR sensor akan mendeteksi api dari Infra red yang dipancarkan oleh api dengan Flicker frekuesinya. karena itu mounting nya didekat ceiling fan dimana kira2 kumpulan asap yang terjadi saat kebakaran telah berkurang mungkin sedikit penjelasan saya diatas dapat sedikit membantu.

Tanggapan 5 – Arief Rahman T

Sistem deteksinya gagal bisa karena beberapa sebab :

1. Fire Systemnya tidak bekerja baik (Bisa sensor, bisa Fire Panelnya, bias juga Panel/displaynya tergantung konfigurasi system anda). Anda harus test keseluruhan sistemnya periodically.

2. Bisa kesalahan peletakan sensornya sehingga ketika ada fire, panasnya tidak mencapai sensor yang anda install sehingga tidak pernah melewati set point.

3. Yakinkan operator anda tidak meng-inhibit input (kalau fasilitas tersebut ada) karena ini sering dilakukan untuk menghindari false shutdown.

Sebab-sebab lain mungkin yang lebih pakar bisa memberikan saran buat anda.

Kalau soal sensor yang cocok bisa bergantung pada banyak factor terutama barang/equipment apa yang akan di sensor, feasibility (maintainability, accessibility dsb-dsb) dari area yang akan di sensor dan kemungkinan penempatan sensornya, speed of response dsb-dsb. Anda harus lebih detail memberikan gambaran apa yang akan disensing dan requirement anda.

Satu yang bisa saya sarankan, kalau anda akan menggunakan IR Flame detector yakinkan bahwa sensor tersebut harus mampu membedakan background IR radiation (karena barangnya sendiri sudah panas) dengan IR radiation sebagai hasil dari api. Ini penting supaya sensor anda tidak constantly false.

Note : Nggak ada jeleknya anda baca artikel di www.iips-online.com (Introduction to fire detection system).

Tanggapan 6 – T.Alexander Leo – PT Suplintama MajuSemesta

Mas Gunawan,

Mudah-mudahan jawaban saya belum telat. Kita perlu sedikit informasi bapak dimana pemasangan heat detector yang tidak bisa mendeteksi api tersebut.

Sedikit gambaran singkat untuk pemakaian fire detector.
Biasanya heat detector dan smoke detector dipasang diruang tertutup sehingga panas dan asap yang ditimbulkan oleh api terakumulasi diruangan tersebut, ini yang akan dideteksi oleh detector tersebut.

Sedangkan untuk flame detector banyak digunakan ditempat terbuka untuk mendeteksi api ataupun flame tersebut, tergantung kondisi lapangan, salah satunya adalah kemungkinan sumber api tersebut apakah dari hydrocarbon gas ataupun lainnya.
Beberapa type flame detector yang ada di market :

1.IR detector

2.UV detector

3.Dual IR detector

4.UV/IR detector

5.UV/IR and Visible detector

6.Triple IR detector

7.CCTV flame detector

Ketiga detector yang disebut terakhir (5,6,7) banyak disebut-sebut oleh produsennya untuk menggantikan keempat detector, terutama item 4 UV/IR detector yang banyak dipakai dan banyak menimbulkan false alarm yang disebabkan oleh orang mengelas, petir ataupun panas yang ditimbulkan oleh logam (antara lain: pipa) yang disengat panas matahari sehingga terjadi kepulan panas.

Yang banyak dipakai saat ini untuk menggantikan detector tersebut adalah UV/IR and Visible detector dan triple IR detector,sedangkan CCTV flame detector sepanjang saya tahu cuman satu perusahaan yang pake di Indonesia yaitu Conocophillips untuk Belanak FPSO.Bagaimana performancenya, mungkin teman-teman dari Belanak mungkin bisa membantu dalam hal ini. Track record kehandalan barang ini belum banyak terdengar gaungnya, karena baru satu perusahaan yang membuatnya (belum ada kompetitornya) dan saat ini ada Fire&Gas company yang sedang mempersiapkan launching produk tersebut yang semestinya tahun lalu.

Mungkin ini yang bisa sedikit saya share ke mas Gunawan.

Tanggapan 7 – Fitri Ade Gunawan

Memang pemasangan heat detektor ini tidak di ruangan tertutup. jadi tiupan angin juga bisa mempengaruhi panas yg nyampe ke heat detektor.

Pak Alex punya modelnya utk uv/ir detektor ?

Tanggapan selengkapnya dari rekan-rekan yang tergabung dalam Mailing List Migas Indonesia ini dapat dilihat dalam file berikut: