Yang dapat membantu untuk mengurangi voltage drop pada saat motor starting adalah : – memperbesar size cable yang digunakan, sehingga impedansi system akan lebih kecil dan VD pun akan lebih kecil pula, tapi harus diperhatikan juga bahwa besarnya cable sesuai juga dengan terminal motor ; – Pemasangan capacitor parallel dengan motor. Power factor system yang bagus dapat membantu mengurangi Voltage drop; – dan jika dalam satu MCC terdapat beberapa motor, usahakan start motor yang terbesar terlebih dahulu. Sedangkan pengaruhnya jika tegangan drop melebihi 85%, hal ini ditakutkan akan mengganggu beban2 yang lain yang sedang beroperasi.

Tanya – adiprio@lycos

Dear Miliser,

Salam kenal, nama saya Adiprio, ingin menanyakan beberapa hal mengenai Electrical Analysis :

1. Bagaimana membuat tegangan pada terminal motor diatas 85 % rated voltagenya pada saat starting, jika tidak diperbolehkan mengubah parameter-2 seperti : – Rating Trafo (kapasitas, impedansi) di upstream padahal kapasitasnya hanya 2.5 x motor terbesar – Lock Rotor Current, pf steady state, metode starting D.O.L dan efisiensi lalu kalo’ drop terminal motornya masih lebih dari 15 %, dampaknya ke motor atau MCC/SWGR nya jadi seperti apa yah??

2. Ada yg bisa kasih referensi buku untuk mempelajari koordinasi proteksi Sistem Tenaga Listrik? terutama yg isinya banyak contoh-2 kasus proyek beserta urutan settingnya…

Terima kasih atas perhatiannya, mohon pencerahannya..

Tanggapan 1 – asepsae@s

Mungkin beberapa hal dibawah ini yg bisa membantu untuk mengurangi voltage drop pada saat motor starting;

– memperbesar size cable yang digunakan, sehingga impedansi system akan lebih kecil dan VD pun akan lebih kecil pula, tapi harus diperhatikan juga bahwa besarnya cable sesuai juga dengan terminal motor.

– Pemasangan capacitor parallel dengan motor. Power factor system yang bagus dapat membantu mengurangi Voltage drop.

– Dan jika dalam satu MCC terdapat beberapa motor, usahakan start motor yang terbesar terlebih dahulu.

Sedangkan pengaruhnya jika tegangan drop melebihi 85%, hal ini ditakutkan
akan mengganggu beban2 yang lain yang sedang beroperasi. Misalnya,

– Beban2 lighting akan mengalami flicker.

– Ada kemungkinan motor2 yang sedang bekerja akan berhenti bekerja karena contactornya terlepas akibat tegangan di MCC drop terlalu tingggi sehingga coilnya kehilangan supply. Untuk Referensi relay coordination bisa cari recommended practice-
nya IEEE. Ada juga Protection Relay Application Guide keluaran GEC Alstom, dan saya pernah baca bukunya Irwin Lazar tentang Electrical System lumayan lengkap contoh2nya serta mudah dipahami.

Semoga bisa membantu.

Tanggapan 2 – adiprio@lycos

Terima kasih bapak Asep atas responnya, hanya masalahnya memperbesar size cable tidak signifikan mengurangi drop tegangan, istilahnya sudah jenuh…dan aplikasi penambahan paralel kapasitor rasanya agak jarang dilakukan entah kenapa..

Kasus ini sebenarnya kasus existing, dimana data yang didapat dari owner kenyataan dilapangan memang begitu dan mereka mengaku fine-2 aja dengan kondisi tersebut padahal kalo’ disimulasi (ETAP) voltage drop starting sekitar 18 – 20 %, apa mungkin simulasi di ETAP menghasilkan output yang faktor safety-nya terlalu besar?? karena dari literatur yang pernah saya baca, kalo’ mau dilihat pengalaman -2 yang ada, hasil design mempunyai perbedaan sekitar 30 – 40 % melebihi kenyataan dilapangan.

Anyway, Thx for the reference, its very helpful..