Tujuan utama frac adalah membuat saluran berkonduktivitas tinggi (fluida hidrokarbon akan mudah mengalir lewat saluran ini) antara formasi hidrokarbon dgn sumur, yg akan menaikkan produksi sumur. Aplikasi umum frac: 1. Formasi dgn natural permeability yg rendah (Ke<10md); 2. Produksi secara natural masih di bawah potensi ekonomis sebenarnya; 3. Sumur dgn skin yg tinggi akibat high-permeability.

Tanya – yudi_handradika

Dear All,

Saya mohon pencerahan lagi nih, mengapa sih, kebanyakan untuk stimulasi, mereka lebih memilih menggunakan fracturing ? apa kelebihan fracturing dibandingkan cara2 stimulasi yang lain dan ada tidak, software yang bisa menghitung/ mengkalkulasi fracturing itu berhasil atau tidak, terima kasih.

Tanggapan 1 – samperuru@labuan.oilfield.slb

Dear Pak Yudi,

Saya coba ulas lewat milis, karena banyak anggota milis adalah para praktisi reservoir & production engineering juga mahasiswa perminyakan, biar makin banyak yg bisa melengkapi.

Saya coba dari basic saja. Ada dua area dimana ‘flow capacity’ dari suatu sumur akan berkurang:

1. Wellbore (dalam lubang sumur): scale damage, sand fill, plugged perforations, paraffin plugging, asphalt deposits, dsb.

2. Area ‘Critical Matrix’ (sekitar lubang sumur): drilling fluid damage, cement damage, completion fluids, emulsion block, water block, native clays/fines, dsb.

Stimulation: metode secara mekanikal dan/atau chemical untuk menaikkan kapasitas produksi hidrokarbon suatu sumur. Stimulation ditujukan untuk membersihkan kedua area tsb di atas. Ada berbagai cara pengelompokannya. Salah satunya sbb:

A. Wellbore cleanup: fluida tidak diinjeksikan ke dalam formasi.

Contohnya: Chemical treatment, screen wash & Perfs wash.

B. Matrix stimulation: fluida diinjeksikan ke dalam formasi di bawah fracture pressure.

Contoh: Matrix acidizing & Chemical treatment

C. Fracturing: fluida diinjeksikan ke dalam formasi di atas fracture pressure.

C1. Acid Frac: Fracturing memakai fluida Acid.

C2. Propped Frac: Fracturing memakai Proppant.

Tujuan utama frac adalah membuat saluran berkonduktivitas tinggi (fluida hidrokarbon akan mudah mengalir lewat saluran ini) antara formasi hidrokarbon dgn sumur, yg akan menaikkan produksi sumur. Aplikasi umum frac:

1. Formasi dgn natural permeability yg rendah (Ke<10md)

2. Produksi secara natural masih di bawah potensi ekonomis sebenarnya.

3. Sumur dgn skin yg tinggi akibat high-permeability.

Pada propped frac, proppant digunakan untuk menahan fractures agar tetap terbuka. Pada acid frac, acid yg dipompakan akan ‘memakan’ fractures sehingga fractures akan menganga terbuka.

Pada matrix stimulation, prinsipnya acid atau chemicals lainnya dipompakan ke dalam formasi, tanpa merekahkan formasi. Secara kimia (& mekanikal), acid ini akan bereaksi, memakan & melarutkan partikel-partikel yg menyumbat formasi (mirip tayangan iklan-iklan pembersih kulit/jerawat di TV). Istilahnya, skin akan direduksi. Hasilnya, hidrokarbon akan lebih lancar mengalir melewati area critical matrix masuk ke dalam lubang sumur. Memperkirakan jenis damage apa yg terjadi adalah krusial krn ini akan menentukan pilihan metode & chemicals apa yg harus digunakan. Misalnya, emulsi, water block atau perubahan wettability harus menggunakan surfactant & mutual solvents. Organic deposit harus memakai mutual & aromatic solvents. Untuk scale damage, harus diidentifikasi dulu jenis scalenya; karbonat harus pakai HCl atau asam asetat, sulfat harus dibersihkan oleh EDTA atau NARS, silica dapat dibersihkan dgn mud-acid, dsb. Untuk silts & clays, lagi-lagi harus dilihat apa jenisnya; untuk reservoir karbonat digunakan HCl, untuk sandstone: HF, dsb.

Kembali ke pertanyaan Pak Yudi, pilihan metode stimulation ditentukan oleh berbagai ragam faktor, dari jenis reservoirnya, apa penyebab damagenya, logistiknya, pengalaman, dsb.

Menyontoh dari kasus-kasus sejenis gampang dilakukan lewat SPE paper. Reservoir di Texas & San Joaquin Valley California sangat cocok diterapkan propped fracturing. Di daerah Wyoming, acid frac sering dilakukan. Di DSF Caltex, wellbore cleanup harus dilakukan secara teratur krn deposit paraffin & asphaltene yg tinggi. Di Ataka Unocal, DSF, Kern River & Gulf of Mexico, propped frac barengan dgn sand control lebih efektif krn reservoirnya berpasir. Tidak semua metode stimulation cocok diterapkan di sembarang tempat. Pernah dengar cerita sehabis di frac sumurnya malahan mati ? Tidak ada kelebihan metode yg satu terhadap metode yg lain. Yg ada, setiap metode stimulation memerlukan kriteria tertentu agar berhasil. Hanya metode stimulation yg tepatlah yg akan berhasil dgn maksimal.

Untuk software frac, sudah banyak tersedia secara komersial. Salah satunya FracCADE (http://www.sis.slb.com/content/software/production/fraccade.asp). Dgn software ini kita bisa mendesign frac treatment dgn lebih akurat, mengkalkulasi kebutuhan material, memprediksikan produksi, memperkirakan NPV (Net Present Value), dsb. Frac treatment dikatakan berhasil jika produksi sumur naik sesuai dgn yg diprediksikan.

Sejak ditemukan di tahun 1946, metode frac telah terus berkembang, semakin disempurnakan & aplikasinya semakin beragam. Terakhir, di GOM & Laut Utara frac digunakan untuk menginjeksikan drill cuttings disposal & sampah solid maupun cair dari oilfield ke dalam formation dalam yg letaknya jauh dari sumber air. Ini salah satu aplikasi untuk mendispose sampah secara aman.

PS: mohon maaf banyak menggunakan istilah dalam English.