Beberapa aplikasi Thermal Spray Coating (TSC) pada offshore platform: flare boom area, flare bridge, underside deck, riser, process piping with high temperature operation (carbon steel/stainless steel), dll. Pada umumnya adalah daerah-daerah yang sulit akses perawatannya dan/atau daerah yang beroperasi pada temperature tinggi. TSC sebagai corrosion control mempunyai beberapa keuntungan: long-life corrosion protection (tahan sampai lebih dari 25 tahun); high adhesion to substrate; hampir tidak perlu perawatan ; tahan terhadap temperatur tinggi; high hardness, erosion/abrasion and wear resistance.

Tanya – sahm@telkom

Dear All,

Mohon pencerahannya mengenai themal spray coating sebagai salah satu alternatif corrosion control. Apakah thermal spray coating ini yang paling banyak digunakan terutama untuk offshore industry atau ada alternatif lain yang lebih ekonomis? Ada berapa jenis thermal spray coating?

Tanggapan 1 – DNugraha@mcdermott

Pak Sahm Budjana,

Untuk aplikasi pencegahan korosi pada offshore platform, paint-coating masih lebih banyak digunakan dibandingkan dengan thermal spray coating (saya singkat TSC). Beberapa aplikasi TSC pada offshore platform: flare boom area, flare bridge, underside deck, riser, process piping with high temperature operation (carbon steel/stainless steel), dll. Pada umumnya adalah daerah-daerah yang sulit akses perawatannya dan/atau daerah yang beroperasi pada temperature tinggi.

TSC sebagai corrosion control mempunyai beberapa keuntungan:

– long-life corrosion protection (tahan sampai lebih dari 25 tahun)

– high adhesion to substrate

– hampir tidak perlu perawatan

– tahan terhadap temperatur tinggi

– high hardness, erosion/abrasion and wear resistance

Mengenai segi ekonomis TSC dibandingkan dengan paint coating , harus ditinjau dari:

– Biaya aplikasi. Hal ini menyangkut aspek material, peralatan, tenaga aplikasi, waktu, kecepatan proses aplikasi, kemudahan handling dll. Saya tidak tahu pasti mana yang lebih ekonomis. Perlu dilakukan pengamatan secara menyeluruh terhada semua aspek tadi. Sebagai contoh, kecepatan aplikasi TSA lebih lambat (untuk 1 kali pelapisan), sedangkan paint coating lebih cepat namun ada minimum re-coating time untuk aplikasi lapisan berikutnya. Selain itu TSA handling time-nya lebih cepat.

– Biaya perawatan. TSC hampir tidak perlu perawatan, sehingga biaya perawatannya lebih ekonomis dibandingkan dengan paint coating.

Jenis TSC untuk aplikasi corrosion control, secara umum bisa dibedakan:

1. Berdasarkan Prosesnya:

a. Combustion process: flame spraying (wire/powder), HVOF spraying, detonation flame spraying

b. Electric process : arc spraying, plasma spraying

2. Berdasarkan Materialnya:

a. Anodic coating, misal : zinc dan aluminium

b. Cathodic coating, misal: cooper, brass, bronze, stainless dll

Tanggapan 2 – sahm@telkom

Pak Deny Mulya,

Terima kasih banyak atas pencerahannya…. Kalo tidak keberatan saya ada beberapa pertanyaan tambahan…(lebih mengarah kepada sisi komersial) Menilik dari banyaknya jenis TSC dari segi materialnya, manakah yang termasuk paling populer di Indonesia? Untuk menajamkan pertanyaan saya mengenai nilai ekonomis, jika harga TSA per sqm. diperkirakan antara 80-120 USD per sqm, apakah cukup kompetitif dibandingkan aplikasi corrosion control lainnya?
Demikian pertanyaan tambahan, terima kasih lagi sebelumnya…

Tanggapan 3 – DNugraha@mcdermott

Pak Sahm,

Sejauh yang saya ketahui, yang paling banyak digunakan adalah alumunium dan zinc. Di Norsok Standard (M-501) hanya tercantum aluminium atau paduan aluminium sebagai bahan metal spraying sebagai protective coating. Sedangkan di SSPC, Australian/New Zealand Standard (AS/NZS 2312) dan British Standard (BS 5493) mencantumkan zinc dan aluminium.

Beberapa project yang kita kerjakan, semuanya menggunakan aluminium wire 99% dengan proses arc spraying. Ketebalan lapisannya sekitar 200-250 mm.

Mengenai nilai ekonomis, saya tidak tahu pasti harga tersebut ekonomis atau tidak. Tentu harus dibandingkan dengan biaya corrosion control yang lain (missal paint coating) dan juga harus dipertimbangkan life-time protection dan kebutuhan perawatannya.

Mungkin anggota milis yang lain ada yang lebih mengetahuinya… Pak Lindung mana nih…kasih pengarahan dong Pak….

Tanggapan 4 – andisetiawan@pal

Pak Sahm,

Saya ikut rembuk, kalau pada thermal spray coating sama-sama ada surface preparation dan dilihat dari ketebalan lapisan yang cukup tinggi apabila dibandingkan dengan paint coating, jelas thermal spray coating lebih mahal dari segi ekonomis. Untuk diketahui rata-rata biaya material paint / square meter sekitar USD 2, ini sudah memperhitungkan loss factornya. apalagi pada thermal coating sesuai standard BS 5493 menggunakan zinc & aluminium.

Benar apa kata Pak Deny, masalah ini Pak Lindung Sillalahi jauh lebih mengetahui…….iya khan Pak Sillalahi….