Reliability Based Maintenance (RBM) is a maintenance approach based on integrating the benefits of Preventive Maintenance (PM), Predictive Maintenance (PdM) and Proactive Maintenance in a manner that eliminates equipment failures, thereby assuring that the maintenance effort produces capacity rather than being a burden. Reliability Centered Maintenance (RCM) is a process used to determine the maintenance requirements of any physical asset in its operating context.

Tanya – Sketska Naratama@klaras

Dear Milis Migas ..

Saya sedang memperdalam konsep Maintenance ..

Apakah ada yang dapat menjelaskan perbedaan antara Reliability Based Maintenance (RBM) dan Reliability Centred Maintenance (RCM) ? ..

Lalu, bagaimana history dari RBM dan RCM ? .. dan jika memang secara substansi tidak jauh berbeda, mengapa dibedakan ? ..

Mohon pencerahannya .. 🙂

Tanggapan 1 – Bambang S. Santoso@badaklng

Mas SK,

Berikut adalah salah satu definisi RBM yang saya temukan:

Reliability Based Maintenance (RBM) is a maintenance approach based on integrating the benefits of Preventive Maintenance (PM), Predictive Maintenance (PdM) and Proactive Maintenance in a manner that eliminates equipment failures, thereby assuring that the maintenance effort produces capacity rather than being a burden.

Definisi RBM lainnya adalah:

a reliability based approach to maintenance uses the probability of failure to select the most effective maintenance strategy.

Saya belum menemukan definisi yang baku di standards yang ada.

Kalau definisi RCM menurut John Moubray adalah:

Reliability Centered Maintenance (RCM) is a process used to determine the maintenance requirements of any physical asset in its operating context.

RCM juga dibakukan dalam standard SAE JA1011.

Menurut saya, definisi RBM lebih longgar daripada RCM. RBM lebih seperti penggugah wawasan, bahwa kombinasi yang tepat antara PM, PdM dan Proactive Maintenance dapat menghasilkan benefit yang tinggi.

Sedangkan RCM lebih ketat, dimana kombinasiyang tepat itu ditentukan dengan metode dan langkah yang lebih terstruktur, meskipun dalam penentuan resiko-resiko (karena selalu ada keteratasan data dan kemampuan) diutamakan kepada konsensus diantara anggota team RCM yang terdiri dari orang-orang terbaik untuk fasilitas/area/alat ybs. Anggapannya adalah bahwa records ebahagiannya tidak tertulis dan melekat dalam experience orang-orang tsb.

Ada lagi RBM yang artinya Risk Based Maintenance. Disini perhitungan risk nya jauh lebih kuantitatif dan sering melibatkan konsultan atau ahli dari luar. Bila perusahaan menganggap bahwa resiko perlu lebih detail dihitung (ada kemungkinan sangat besar), maka Risk Based Maintenance menjadi mutlak. Mahal dan lama pun perhitungannya tidak menjadi soal.

Mudah-mudahan membantu. Mungkin rekan-rekan moderator KBK Maintenance/Reliability yang lain bisa menambahkan.

Tanggapan 2 – Sketska Naratama@klaras

Terimakasih pak Bambang Santoso ..

Lalu, bagaimana dengan sejarah dari konsep RBM dan RCM tsb? .. Siapa atau
Perusahaan apakah yang memulai dalam penerapannya? ..

Tanggapan 3 – Bambang S. Santoso@badaklng

Mas Es Ka,

Ini bukan pertanyaan testing kan Mas ?

Kalau info yg saya peroleh benar, maka istilah RBM (Reliability B Mtce) pada mulanya digunakan oleh perusahaan CSI yang produk Portable Vibration Analizernya digunakan secara luas sampai sekarang untuk mendukung konsep Predictive Maintenance (termasuk vibration periodic monitoring) sebagai pelengkap PM. Kemudian penggunaan istilah ini meluas seperti yang dikenal sekarang, tanpa keterkaitan dengan CSI.

Sedangkan istilah RCM, seingat saya, pada mulanya digunakan pada studi di Industri Penerbangan (kalau tidak salah United Airlines) oleh Nowland & Heap berdasarkan studi serupa di NASA (tapi saat itu belum disebut RCM). Beberapa penulis mempopulerkan RCM, seperti Anthony Smith, Anderson dan John Moubray.

Bahkan John Moubray memasarkan RCM II nya melalui sistem license dengan jaringan Aladon LLC.

Demikian, kurang lebih nya mohon ma’af. Semoga saya lulus testing ini
… he … he …

Tanggapan 4 – Ilham B Santoso

Akhir-akhir ini juga berkembang RBM yang merupakan Risk Based Maintenance. Yang merupakan
pengembangan dari RCM II nya moubray.

Kalau pada RCM II, intensitas maintenance di arahkan pada unit ataupun equipment yang reliabilitynya paling rendah sedemikian sehingga reliabilitynya dapat diperbaiki. Dengan naiknya reliability unit tersebut maka reliability dari seluruh sistem yang berhubungan dengan unit tersebut diharapkan juga dapat membaik.

Sedangkan RBM, maka dasar pemikirannya mirip dengan RBI (Risk Based Inspection) dimana intensitas perawatan dilakukan pada pelaratan yang tingkat risk nya tinggi. Jadi screening awalnya miripn RBI namun detail penentuan functional failure dan Metode perawatannya serupa dengan RCM II.