Soft starter berfungsi untuk mengurangi hentakan start
pada motor jadi bisa soft. ( motor protection).
tetapi dalam penggunaanya arus start untuk motor tersebut masih tiga kali arus
nominal motor.

Tanya – okta.saparinda

Dear Rekans,

Saya punya kasus, sebuah motor dengan kapasitas 75 kW dipakai untuk
meng-convey batubara dengan kapasitas 1000 TPH (ton per hour), sistem
starter yg mau saya pake adalah soft starter (atau mungkin temen2
punya saran yg lebih bagus lagi), saya mempunyai kesulitan dalam
penentuan time delay yg ideal dalam proses starting motor tersebut.
Mungkin dari rekan2 ada yg bisa bantu?

Tanggapan 1 – ivran amriadi

Dear Okta,

Untuk aplikasi soft starter pada converyor harus mempertimbangkan starting
torque dari motor yang kita peroleh pada saat membeli motor. Karena prinsip
daripada soft starter adalah dengan mengurangi tegangan input dari motor
sehingga apabila tegangan di kurangi, maka torque akan berkurang secara
kuadratik. Untuk conveyor membutuhkan starting torque yang cukup tinggi sehingga
pada umumnya design motor yang dibutuhkan adalah NEMA design C. Intinya perlu
perhatian khusus untuk dapat mengaplikasikan soft starter pada beban2 yang
membutuhkan sarting torque yang besar
Untuk menentukan time delay sepertinya bisa di dapatkan pada kurva karakteristik
dari motor dimana pada kurva tersebut kita peroleh waktu yang dibutuhkan motor
untuk mencapai speed maksimum.

Tanggapan 2 – Andy

Pak Okta,

Kalo boleh sedikit di jelaskan objective soft start disini untuk apa
pak? apakah motor protection? energy saving?

Saya akan coba sharing setelah pertanyaan di atas terjawab.

Tanggapan 3 – okta.saparinda

Terima kasih tanggapan dari rekan2 sekalian.

Pada prinsipnya, soft starter ini digunakan untuk proteksi terhadap
motor dan ujung2 nya saving energy juga, dimana disini budget
merupakan ‘classic constrain’.
Yang menjadi concern saya jika dalam kondisi terburuk, motor trip
(asumsi starting pertama, motor tanpa beban), dimana conveyor dipenuhi
oleh 60 Ton batubara yg berasal dari dump hooper, pada saat kita akan
men-start kembali si motor, time delay dan Is (starting current) akan
menjadi vocal point yg utama, jika terlalu singkat time delay nya dan
beban yg besar saya kawatir Is akan mengalami lonjakan yg sangat besar
sehingga motor akan mengalami kegagalan dalam starting karena CB utama
akan selalu trip.
saya mohon pencerahan dari rekan2 sekalian, sebelumnya saya ucapkan
terima kasih.

Tanggapan 4 – Sadikin, Indera

Dear pak Okta,

Soft starter bisa saja tapi jangan lupa tambah hydraulic coupling.tapi
lonjakan daya start masih besar loh.konsekuensinya anda perlu power
supply/genset lebih besar.saran saya kalau budget-nya longgar lebih
baik pakai frequency inverter aja.equipment lebih awet.time delay juga
tinggal diprogram saja.saya kurang tahu standarnya,tapi saya biasa set
di sekitar 3-5 second.mungkin rekan2 yang lebih expert bisa
menjelaskan.

Tanggapan 5 – Triez

Iya,betul mas indera, masih besar tuh arus startingnya klo ga salah sekitar 250%
sampai 300% dari arus nominal. Saya juga mikirnya dulu kecil,kan dah ada
thyristor jadi lonjakannya ga signifikan ternyata masih gede juga, ya tapi masih
mending daripada kita pake DOL atau start delta,lah….Mungkin maksudnya pake
VSD atau VFD ( Variable frequency Drive) mungkin mas tapi harganya juga
lumayan..ibarat soft start bisa dapat 3 atau 4 VSD cuman 1 doank…just share
aja..

Tanggapan 6 – Suri Tata Atmaja

Dear P. Okta,

Mungkin sedikit membantu, Soft starter berfungsi untuk mengurangi hentakan start
pada motor jadi bisa soft. ( motor protection).
tetapi dalam penggunaanya arus start untuk motor tersebut masih tiga kali arus
nominal motor.

Semoga membantu.

Tanggapan 7 – Sadikin, Indera

Dear mas triez,

Engineer harus melihat dalam skala sistem yang lebih luas sebelum mengambil
keputusan, supaya tidak jatuh ke dalam designer pitfall. soft starter memang
jauh lebih murah dari frequency inverter. tapi konsekuensinya anda harus
oversize genset atau power supply, atau tambahkan voltage regulator. untuk
aplikasi conveyor yang bebannya fluktuatif, masih perlu tambah
fluid/hydraulic coupling untuk meredam impact di hopper. fluid coupling
sendiri perlu dimonitor temperaturnya untuk safety. shaft alignment juga
tidak gampang.

Pakai shaft-mounted bevel-helical gearbox + frequency inverter sangat
praktis dan mengcover sebagian besar problem di atas. termasuk
troubleshooting saat trip, dimana inverter akan memberi pesan error yang
membantu kita melacak penyebab trip. yang pernah melakukan troubleshooting
saat commissioning pasti tahu kalau pesan error ini adalah berkah :). dari
sisi komersial, saya amati harga nominal inverter cenderung turun terus.
yang bikin naik akhir2 ini karena konversi kurs saja (saya bukan penjual
inverter loh hehehe).

Saya ada pengalaman buruk dengan soft starter dimana rectifier untuk
brakemotor jebol terus kena power surge waktu start conveyor. tiap kali
start, genset keluar asap hitam. memang untuk kondisi tertentu soft starter
lebih efektif dan ekonomis. tapi sekali lagi, berhati2lah untuk tidak jatuh
ke designer pitfall.

Tanggapan selengkapnya dari pembahasan yang diambil dari rangkuman diskusi Mailing List Migas Indonesia pembahasan bulan Desember 2008 dapat dilihat dalam file berikut: