Aplikasi compressor di pipeline biasanya untuk booster, alias meningkatkan tekanan pada saat tekanan mulai turun. Untuk itu biasanya dimulai dari akhir pipeline. Artinya berapa tekanan minimum dan maksimum yang diinginkan dari gas di ujung pipeline. Dari situ orang pipeline engineer akan melakukan simulasi dengan menggunakan software pipeline untuk menentukan dimana booster compressor akan ditempatkan ditinjau dari segi proses dan lokasi, biasanya akan dipilih lokasi yang paling menguntungkan dari segi operasional, misal lebih baik ditempatkan di darat daripada di offshore. Tentu saja kompressor tidak sendirian karena pasti ada beberapa mechanical equipment lainnya untuk memenuhi sifat gas yang memang berbeda dari liquid, misal harus ada filter, scrubber, cooling tower, dan utilities equipment. Tipe-tipe mechanical equipment ini akan muncul dari simulasi yang dilakukan oleh process engineer bekerjasama dengan mechanical engineer dan pipeline engineer.

Tanya – Ahmad Firdaus

Saya anggota milis Migas yang relatif masih baru tetapi aktif memantau dialog-dialognya. Saya ingin bertanya apakah ada arsip tentang perancangan kompresor untuk pipeline?
Kalau ada mohon saya diberi tahu bagaimana mengaksesnya.

Terima kasih atas bantuannya.

Tanggapan 1 – Soendoro, Iwandana Iwandana.Soendoro@conocophillis

Pada hakekatnya yang mendesign compressor itu orang mechanical/rotating equipment dan untuk alur prosessnya orang proses yang lebih berperan atau orang – orang topside. Orang pipeline menerima data dari mereka seperti pressure yang perlukan, temperature, flowrate dsb.

Dengan data tersebut orang pipeline akan medesign pipeline nya sedemikian rupa sehingga dapat mengakomodir data – data tersebut.

Tanggapan 2 – Bambang Sugiharta@klaras

Sekedar sharing info, karena kebetulan dulu pernah involve di dua project besar gas pipeline dan sekarang juga belajar menggeluti dunia perkompressoran;
Aplikasi compressor di pipeline biasanya untuk booster, alias meningkatkan tekanan pada saat tekanan mulai turun. Untuk itu biasanya dimulai dari akhir pipeline. Artinya berapa tekanan minimum dan maksimum yang diinginkan dari gas di ujung pipeline. Dari situ orang pipeline engineer akan melakukan simulasi dengan menggunakan software pipeline untuk menentukan dimana booster compressor akan ditempatkan ditinjau dari segi proses dan lokasi, biasanya akan dipilih lokasi yang paling menguntungkan dari segi operasional, misal lebih baik ditempatkan di darat daripada di offshore. Tentu saja kompressor tidak sendirian karena pasti ada beberapa mechanical equipment lainnya untuk memenuhi sifat gas yang memang berbeda dari liquid, misal harus ada filter, scrubber, cooling tower, dan utilities equipment. Tipe-tipe mechanical equipment ini akan muncul dari simulasi yang dilakukan oleh process engineer bekerjasama dengan mechanical engineer dan pipeline engineer.
Sedang jenis compressor sendiri, orang mechanical akan menentukan apakah akan dipakai jenis recip compressor atau centrifugal compressor, mereka punya pertimbangan sendiri. Apakah penggeraknya pake motor atau gas driven, juga bergantung dari design mechanical engineer. Lebih detil mengenai compressor dulu ada anggota milis yang pernah upload mengenai the beauty of compressor, anda juga bisa browsing ke beberapa situs milik Ajax, Ariel, Solar, Shenyang,Mitsui etc. Untuk sistem kontrolnya anda bisa menghubungi OEMnya atau system integrator. Biasanya untuk recip compressor, local system integrator sudah bisa mengerjakan dengan berbasis PLC.
Pak Agus Wardiman atau Pak Wisnu dari Promatcon bisa bantu untuk nambahin?

Tanggapan 3 – yohisar yos

Tambahan dari Saya Yohisar, sekedar pelengkap.

Menurut pandangan dan pengalaman saya,

Bahwa pemakaian kompresor harus diperhatikan.

1. jenis fluida yang dialirkan haruslah superheated dalam arti usahakan gas yang akan masuk ke kompresor komposisi gas benar-benar kering dari unsur fluida.

2. untuk memastikan gas saturated tersebut biasanya sebelum gas masuk ke kompresor dipasang heat exchanger atau heater.

3. Minimum tekanan dan temperatur, komposisi gas (berat jenis) dari wells harus diketahui.

4.Perbedaan ketinggian dari wells ke booster, kecepatan gas, kekasaran pipa, banyaknya elbow, diameter pipa.

5. Temperatur luar lingkungan bila tidak stabil pada pipa harus di isolasi sehingga temperatur gas dalam pipa tetap stabil, dan heat transfer keluar pipa kecil.

6. Dari data di atas ada yang dicari dan ada yang di dapat dilapangan.

7. Dari sini posisi booster haruslah yang gampang dijangkau dan ada sarana jalan yang baik.

DEmikian sekilas info, mungkin ada tambahan dan mohon dilengkapi. namanya juga membantu, oke.

Dokumen Compressors & Expanders yang saya terima dari Mas Satio Braskoro – Moderator KBK Pipeline Milis Migas Indonesia berukuran cukup besar > 1 MB, scan halaman depan 1,446 KB dan scan halaman belakang 1,394 KB. Tentu saja dengan ukuran dokumen yang melebihi 1 MB, tidak dapat didistribusikan langsung ke anda lewat attachment email.

Sebagai gantinya, kedua dokumen ini telah saya upload di Migas Indonesia Online (www.migas-indonesia.com ) halaman
‘Download’. Anda dapat mendownloadnya tanpa perlu log-in sebagai member MIO di URL http://www.migas-indonesia.com/index.php?module=download &act=browse&id=1&page=2

Tanggapan 4 – Satio Braskoro@intecengineering

Bapak Firdaus,

Saya mencoba mengirim dua file (1.21 & 1.24 MB, dua kali kirim) ke anda dan ke mas Budhi. Tampaknya anda tidak dapat menerima e-mail saya tersebut, mungkin karena kapasitas besar. E-mail yang ke mas Budhi kelihatannya dapat diterima.

Jika anda punya e-mail lain yang mungkin kapasitasnya lebih besar, atau ada cara lain (asal jangan lewat post) mungkin saya bisa kirim ulang. Atau mungkin bisa diup-load ke mailing list mas Budhi ? (atau mungkin juga terlalu besar?).