Select Page

Dalam pipeline design ada yang dinamakan design temperature (nilainya konstan) dan ada juga temperature profile sepanjang route. Design temperature adalah temperature maksimum selama operation plus safety factor yang nilainya konstan sepanjang pipeline route. Pressure yang digunakan bersama design temperature ini, tentunya juga design pressure yang juga bernilai konstan sepanjang pipeline route. Temperature profile sepanjang route didapat dari steady state hydraulic analysis yang mana pressure dan temperature akan bervariasi sepanjang route. (Jadi bukan temperature konstan dan tekanannya berbeda2).

Tanya – Ahmad Firdaus

Mohon pencerahan untuk hal-hal berikut:

1. Apakah temperatur gas di sepanjang pipeline bisa dianggap sama (konstan) walaupun tekanannya berbeda-beda?. Kebanyakan gas pipeline menggunakan isolator apakah ini untuk menjaga agar tidak terjadi perpindahan panas sehingga temperatur bisa konstan?

2. Bagaimana dengan aliran forced flow?. Jika pada titik tertentu dipasang kompresor apakah temperatur di suction bisa dianggap sama dengan jika tidak ada kompresor? Kemudian tekanan di suction apakah sama dengan tekanan jika tidak dipasang kompresor? Masalahnya jika tekanannya lebih rendah maka head kompresor harus lebih tinggi sehingga dayanya juga lebih besar.

3. Mengapa satuan aliran yang digunakan sebagai referensi adalah scfd (volume) dan bukan lb (mass flow). Apakah mass flow sepanjang pipeline itu berbeda-beda?

4. Apakah perbedaan fungsi scrubber dan filter?.

Atas sharing ilmunya kami sangat hargai.

Tanggapan 1 – Satio Braskoro

Pertanyaan yang sangat bagus Mas Firdaus,

Mencoba menjawab pertanyaan anda:

1. Apakah temperatur gas di sepanjang pipeline bisa dianggap sama (konstan) walaupun tekanannya berbeda-beda?.
Dalam pipeline design ada yang dinamakan design temperature (nilainya konstan) dan ada juga temperature profile sepanjang route.

Design temperature adalah temperature maksimum selama operation plus safety factor yang nilainya konstan sepanjang pipeline route. Pressure yang digunakan bersama design temperature ini, tentunya juga design pressure yang juga bernilai konstan sepanjang pipeline route.

Temperature profile sepanjang route didapat dari steady state hydraulic analysis yang mana pressure dan temperature akan bervariasi sepanjang route.
(Jadi bukan temperature konstan dan tekanannya berbeda2).

Kedua ‘temperature type’ ini tentu saja digunakan tergantung keadaannya, contohnya: kalau anda melakukan stress atau wall thickness analysis etc, maka design pressure dan design temperature-lah yang kita pakai. Untuk expansion analysis, maka temperatur profile-lah yang kita pakai, bisa saja anda pakai design temperature, tetapi akibatnya expansion lengthnya akan terlalu besar (terlalu konservatif dan tidak memodelkan keadaan yang sebenarnya).

Kebanyakan gas pipeline menggunakan isolator apakah ini untuk menjaga agar tidak terjadi perpindahan panas sehingga temperatur bisa konstan?

Fungsi dari isolator adalah untuk meminimal temperature lost (seperti yang anda katakan, meminimalkan perpindahan panas). Isolator ini dipakai
contohnya; Jika oil yang akan ditransport terkandung wax, maka pipeline haruslah beroperasi pada temperature yang cukup tinggi untuk menjaga wax agar tetap pada kondisi suspensi (temperature pada pipeline wall harus lebih besar dari pada cloud point temperature). Selain isolator, injeksi dengan bahan kimia bisa juga dilakukan untuk mencegah terjadinya wax atau lakukan pigging secara teratur. (Maaf kalau contoh penjelasannya menyimpang dari pertanyaan).

2. Bagaimana dengan aliran forced flow?. Jika pada titik tertentu dipasang kompresor apakah temperatur di suction bisa dianggap sama dengan jika tidak ada kompresor? Kemudian tekanan di suction apakah sama dengan tekanan jika tidak dipasang kompresor? Masalahnya jika tekanannya lebih rendah maka head kompresor harus lebih tinggi sehingga dayanya juga lebih besar.

Untuk orang pipeline, temperature dan pressure pada inlet compressor untuk kedua kondisi diatas dianggap sama, tentunya ouletnya akan berbeda.

3. Mengapa satuan aliran yang digunakan sebagai referensi adalah scfd (volume) dan bukan lb (mass flow). Apakah mass flow sepanjang pipeline itu berbeda-beda?

Satuan aliran fluida memang diekpresikan dalam fungsi volume per satuan waktu. Pertanyaan yang satu ini sebenarnya sama saja dengan: Berapa liter air yang kita minum per hari? Mengapa tidak; Berapa kilo air yang kita minum per hari? Jadi mungkin jawabannya, karena oil dan gas itu adalah suatu fluida, kalau benda padat kita mengekpressikannya dengan satuan massa.

4. Apakah perbedaan fungsi scrubber dan filter?.
Yang ini saya tidak tahu, mungkin orang mechanical yang biasa men-design compressor tahu jawabannya.

Semoga bermanfaat ..

Tanggapan 2 – alvina@technip

Cuma mau nambahin sedikit dari terminologi singkatnya :

4. Apakah perbedaan fungsi scrubber dan filter?.

Scrubber is a type of separator used to handle flow streams with high gas-to-liquid ratios (API 12J), maksudnya memisahkan kandungan liquid yang masih ada dari aliran gas supaya tidak membahayakan sistem atau merusak sistem (contoh : scrubber utk sistem kompressor).

Filter adalah utk memisahkan kandungan pengotor dari stream yang dimaksud, contoh paling mudah adalah filter air rumah tangga utk memisahkan pasir, tanah, padatan dari aliran air yang akan dipakai utk mandi, minum, dll. Secara umum yang dinamakan filter pasti ada filter element yang harus secara periodik diganti (indicatornya adanya DP yang tinggi dibanding DP pada normal operasi), yang gunanya menahan pengotor (padatan atau cairan) dari aliran yang dimaksud. (Mungkin maksud Pak Firdaus adalah Gas Filter vs Scrubber ya ???).

Maaf bila masih ada kesalahan karena pipeline bukan bidang saya sebenarnya…., silakan saja dikoreksi dan ditambahkan bagi yang lain.

Share This