Select Page

Biasanya, untuk pengalaman pertama, bearing (ball, roll, thrust dll) dan mekanikal seal dioperasikan sampai dijumpai kondisi failure (bisa lewat vibration dll) dari situ kita ketahui data umur pakainya. Sehingga dengan mengetahui data tersebut , untuk unit pompa (atau apapun) yang lain, kita dapat menentukan: 1. Kapan harus beli bearing dan seal baru (memperhitungkan leadtime); 2. Kapan harus mengganti bearing dan seal (idealnya kan sesaat sebelum rusak).
Itu mungkin cara paling sederhana yang bisa dilakukan.

Tanya – Dedy Novandi

Dear Pakar Migas..

Saya mau tanya susuai tentang subjeck saya tersebut di atas,,,,,, ball bearing, thrust bearing, and Mechanical Seal.

Apakah Bapak2 dan Ibuk2 pernah buat PM (Preventive maintenance) untuk spare part tsb di atas?? khususnya untuk pompa?
mohon Informasinya.
Dan banyak terima kasih.

Tanggapan 1 – Lutfi

Biasanya, untuk pengalaman pertama, bearing (ball, roll, thrust dll) dan mekanikal seal dioperasikan sampai dijumpai kondisi failure (bisa lewat vibration dll) dari situ kita ketahui data umur pakainya. Sehingga dengan mengetahui data tersebut , untuk unit pompa (atau apapun) yang lain, kita dapat menentukan:

1. Kapan harus beli bearing dan seal baru (memperhitungkan leadtime)

2. Kapan harus mengganti bearing dan seal (idealnya kan sesaat sebelum rusak).

Itu mungkin cara paling sederhana yang bisa dilakukan. Kalau tidak salah anda manufakturer pompa ya…

Tanggapan 2 – Bambang S. Santoso

Mas Dedy,

Kalau mengikuti ilmu Reliability Centered Maintenance II, untuk menyusun task PM/PdM apa saja perlu, maka bergantung kepada seberapa besar resiko bila bearing/seal tsb. gagal.

Untuk pompa yang kalau gagal berakibat rugi ratusan ribu dollar, mungkin perlu on line vibration monitoring system. Tetapi bila Cuma pompa air, yang kalau rusak cuma beresiko diomelin isteri, ya biarkan saja nggak usah di PM, tetapi siapkan saja cadangan bearing nya (atau tandai dimana bisa beli cepat dan murah).

Ada atau tidak nya pompa spare (stand by) juga menentukan, task yang diperlukan.

Untuk pompa yang criticalitynya moderate untuk produksi, umumnya pengecekan vibrasi setiap 2 bulan sekali cukup untruk memantau kondisi bearing.

Untuk mechanical seal, bergantung kepada fluida yang di handle. Bila kimia berbahaya dan tidak boleh bocor, mungkin scheduled discard task diperlukan (rusak nggak rusak, diganti setiap period tertentu).

Bila fluida tidak berbahaya seperti air, bisa di amati secara harian oleh operator, bila operatornya bertugas walk around setiap hari.

Begitulah, kira-kira cara menentukan task PM / PdM yang saya ketahui.
Semoga bermanfaat.

Tanggapan 3 – Dedy Novandi

Untuk mechanical seal, bergantung kepada fluida yang di handle. Bila kimia berbahaya dan tidak boleh bocor, mungkin scheduled discard task diperlukan (rusak nggak rusak, diganti setiap period tertentu).

***Nah, yang ini Pak,apa bisa bantu saya untuk mendapatkan schedule discard task kapan dan berapa jam biasanya di lakukan di tempat bapak atau bapak pernah mengetahuinya di tempat lain?

Share This