Jika terjadi overspec, secara Engineering harusnya nggak ada masalah, selama beberapa aspek penting tadi tetap terpenuhi. Hanya memang harus didiskusikan dulu dengan Engineer yang membuat requisition-nya, karena dia yang lebih tahu apa yang dia inginkan, dan yang terpenting lagi, Vendor/Manufacturer tidak berhak merobah Spec atau apapun juga yang sudah di Approve oleh Engineering, tanpa adanya izin tertulis dari Engineering tersebut.

Tanya – MaNuHoRO

Saya masih agak bingung dengan perbedaan astm ataupun standar api untuk pemilihan material, contohnya saya sedang membeli pipa dengan grade x65 dengan jumlah yang cukup banyak, kemudian muncul permintaan pipa dengan grade yang lebih rendah x52 atau x60 katakanlah, saya propose untuk menggabungkan pembelian tersebut menjadi x65 semua, mengingat kondisi pasar besi yang menggila dan manufacture lebih memilih untuk memproduksi pipa dengan varisasi ukuran dan grade yang tidak terlalu bervariasi (kalo ex-stock mungkin gak masalah, walaupun gak tau nemu dimana 😀 ).

Pertanyaan yang muncul apakah tidak terlalu berbahaya untuk mengganti spec yang diminta engineering dengan asumsi itu adalah penggantian yang overspec ? untuk info pipa ini dibutuhkan untuk melakukan instalasi piping yang baru….

Karena beberapa saat sesudah saya mem propose hal ini ada tanggapan kalo yang saya lakukan berbahaya jika pipa yang dibeli akan digunakan untuk perbaikan existing pipeline, jadi jika yang existing mempunyai grade x60, tidak mungkin untuk disambung dengan x65…….

Any comment ??

Kemudian masalah berikutnya adalah penggunaan material overspec juga untuk stud bolt, jika saya punya surplus stud bolt dengan grade a453 dan saya ingin menggunakan untuk menggantikan stud bolt dengan grade yang dibawahnya apa konsekwensi nya ??

Thanks untuk pencerahannya.

Tanggapan – Agustinus,Donny

Pak MaNuHoRo,

Kalau kita lihat pada API Spec 5L (Forty-Third Edition, March 2004, Effective Date October 2004, maka:

API Specification 5L menetapkan requirement untuk 2 (dua) Product Specification Levels yaitu PSL 1 dan PSL 2.

PSL 2 mempunyai mandatory requirements untuk:

1. Carbon Equivalent

2. Notch Toughness

3. Maximum Yield Strength

4. Maximum Tensile Strength

Secara lengkap perbedaan antara PSL 1 dan PSL 2 dapat anda lihat di API Spec 5L Appendix J.

Grade yang di cover oleh API Spec 5L adalah A25, A, B, X42, X46, X52, X56, X60, X65, X70 dan X80.

PSL 1 dapat di-supply pada Grade A25 sampai X70.

PSL 2 dapat di-supply pada Grade B sampai X80.

Masing2 Grade mempunyai Yield Strength Minimum yang dapat dilihat pada angka setelah Huruf pertama, misalnya A25 mempunyai Minimum Yield Strength 25000 psi, khusus A mempunyai 30000 psi dan B 35000 psi. Sedangkan sisanya, mempunyai Yield Strength sebesar angka dibelakang huruf, seperti X65, mempunyai Minimum Yield Strength sebesar 65 ksi (65000 psi), X60, mempunyai Minimum Yield Strength sebesar 60 ksi (60000 psi), X52, mempunyai Minimum Yield Strength sebesar 52 ksi (52000 psi) dan seterusnya.

Yield Strength digunakan sebagai basis untuk perhitungan Maximum Allowable Working Pressure (atau juga Perhitungan Design Pressure Wall Thickness), dalam bentuk Basic Allowable Stress. (Lihat formula di ASME B31.3 paragraph 304.1.2).

Basic Allowable Stress sendiri untuk jenis selain Bolting Material, Cast Iron and Malleable Iron, adalah diantaranya 2/3 dari Yield Strength at temperature (ASME B31.3 paragraph 302.3.2. Bases for Design Stress).

Dari sisi Chemical Requirement materialnya sendiri, memang perlu diperhatikan apakah requirement dari Engineering termasuk dalam PSL 2, dimana ada mandatory requirements terhadap Carbon Equivalent, notch toughness, maximum yield strength dan maximum tensile strength.

Dengan demikian, jika terjadi peningkatan Grade, selama masih dalam satu PSL dan selama Wall Thickness pipa adalah tetap sama, saya cenderung mengatakan tidak ada masalah, terutamanya dari sisi Strength Material maupun properties dari pipa tersebut.

Mengenai kalau dilakukan penyambungan pipa yang beda grade (X52 ke X60) atau yang satu baru dan lainnya existing, saya kok nggak melihat ada masalah selama kedua pipa tersebut termasuk kelompok yang sama (PSL 1 atau 2), yang menjamin komposisi kimia material tersebut typical. Bahkan jika ada perbedaan wall thickness, hal tersebut bisa diatasi dengan penyamaan wall thickness pada bagian yang akan disambung. Memang, diharapkan perbedaan wall thickness nya nggak begitu besar sehingga nggak banyak kerjaan tambahan.

Pendapat saya, jika terjadi overspec, secara Engineering harusnya nggak ada masalah, selama beberapa aspek penting tadi tetap terpenuhi. Hanya memang harus didiskusikan dulu dengan Engineer yang membuat requisition-nya, karena dia yang lebih tahu apa yang dia inginkan, dan yang terpenting lagi, Vendor/Manufacturer tidak berhak merobah Spec atau apapun juga yang sudah di Approve oleh Engineering, tanpa adanya izin tertulis dari Engineering tersebut.

Demikian pendapat sederhana saya.