Saya baru belajar reliability dan Quantified Risk Analysis, ternyata agak susah juga. Jadi ada beberapa hal yang perlu saya tanyakan, jika saya mempunyai Fault Tree, misal dengan Intermediate Event A, dengan OR gate, untuk basic events dan frequency (F) atau probability (P) sebagai berikut: – basic event 1: frequency 0.0001 /year; – basic event 2: frequency 0.001 /year; – basic event 3: probability 0.1; – basic event 4: probability 0.001. Bagaimana cara menghitung probability of intermediate event A? Bukankah dalam OR gate hanya berlaku P + P, atau F + F?
Bagaimana seandainya kalo gatenya AND?

Tanya – Wahyu

Saya baru belajar reliability dan Quantified Risk Analysis, ternyata agak susah juga. Jadi ada beberapa hal yang perlu saya tanyakan:

1. Jika saya mempunyai Fault Tree, misal dengan Intermediate Event A, dengan OR gate, untuk basic events dan frequency (F) atau probability (P) sebagai berikut:

– basic event 1: frequency 0.0001 /year

– basic event 2: frequency 0.001 /year

– basic event 3: probability 0.1

– basic event 4: probability 0.001

Bagaimana cara menghitung probability of intermediate event A? Bukankah dalam OR gate hanya berlaku P + P, atau F + F?
Bagaimana seandainya kalo gatenya AND?

2. Tentang the probability of fatality dalam QRA. Saya punya data 3 incident outcome cases (say Overpressure, Flash fire, Toxic effect), masing2 punya distance to effect zone, dan incident frequency. Bagaimana menghitung the probability of fatality of each incident outcome dari data yang (hanya) ada itu?
Maaf kalo pertanyaannya mendasar. Terima kasih atas pencerahannya.
Ditunggu.

Tanggapan 1 – Fauzi Djauhari

CMIIW, karena baru belajar juga:

Basic event 1 & 2 memberikan failure rate = 0.0001/year (dengan asumsi constant failure rate)

Failure rate constant = lamda

Mempunyai PDF (probability density function): f(t)=lamda * e (-lamda*t)

Probability failure untuk interval waktu tertentu(Unavaibility)

Didapatkan dengan mengintegralkan fungsi PDF tersebut Jadinya 1 – e(-lamda*t),

Dengan pendekatan matematis fungsi tersebut dapat didekatin dengan : Lamda * t

Jadi pendapat saya untuk mengubah failure rate menjadi probability, perlu ditentukan telebih dahulu interval waktunya.

Tolong dikoreksi, kalau salah.

Pertanyaan no 2, saya tidak punya ide,

Saya baca dari Control Systems Safety Evaluation & Reliability,2nd ed, Wiliam M Goble, Bab4:Reliability dan Safety

Tanggapan 2 – Wahyu Hidayat

Email sebelumnya sengaja tidak dihilangkan –

Fauzi, terima kasih paparannya. Cuman saya ada pertanyaan lagi. Saya pernah baca kalo failure rate dan frequency rate itu berbeda (frequency rate berdasar calendar time sementara failure rate berdasar operation time). Bisakah mereka sama, kalo iya kapan?

Yang mas Fauzi maksud di bawah dengan Unavailability bukannya Fractional Dead Time, yang bisa didekati dengan 1/2 (lamda)(T) T = the proof interval. Dan yang mas Fauzi tulis sebagai 1 – e(-lamda*t) adalah 1 – R = P?

Waduh kok saya jadi bingung nih…

Mas-mas CMRP (Mas Bambang, Mas Hadi(?))atau mas Yudi DNV bisa bantuin?

Tanggapan 3 – yudi pantja

Mas Wahyu

aku ikutan yang nomor 2 dulu,

A. untuk flash fire, simplifikasinya adalah probability kematian dari seseorang yang berada di dalam are flamable cloude nya sebesar 1 atau 0.99 (100 % fatality atau 99 % fatality), namun untuk perhitungan yang lebih akurat dengan berbagai modelingnya termasuk perhitungan probit functionnya dapat mas lihat di HSE Contract Research report no 94/1996 ‘ Review of flash fire modeling’ (gratis bisa di dowload langsung dari UK HSE homepages) atau di Purple book bagian 5 ‘ modeling of exposure and damage’ dan bagian 6 nya ‘ calculation and presentation of result (ini kayanya engga gratisan..mau copynya?? bayar dong he..he..h.e…becanda boss)

B. untuk overpressure, simplifikasinya adalah probability kematian dari sesorang yang berada di dalam radius 0.3 barg adalah 1 (100%)

C. untuk Toxic Effects

biasanya tergantung jenis gasnya dan exposure timenya, untuk CO terexposure < 10.000 ppm selama 3 menit, akan mengakibatkan fatality.

Namun ada juga modeling yang cukup sederhana dan mudah untuk perhitungan probability kematian di atas, yaitu consequence model yang di gunakan oleh API BRD 581 ‘Risk Based Inspection’ , yang memberikan langsung flamable consequence fatality area (dalam m2) berdasarkan jenis hazardous material yang terrelease, final phasenya (gas/liquid), jenis releasenya (instanteneous/continues), dan kemugkinan Autoignitionnya.

Hal yang hampir serupa juga digunakan untuk perhitungan toxic consequence fatality area.

Lalu hubungannya dengan incident out come frequency? biasanya digunakan untuk menghitung PLL dan IRPA nya.

Wah sudah panjang..buat diskusi nomor 1: fault tree, nanti malam saja yah mas…

Selengkapnya :