Di tempat kerja saya, bekerja di ketinggian 2 meter sudah termasuk working at height yang mengharuskan menggunakan safety harness. Pekerjaan tidak akan dimulai dan dilaksanakan sebelum kajian risiko dibuat dan didiskusikan oleh team pelaksana. Alat pelindung diri harus dipakai sesuai dengan risiko pekerjaan atau sesuai dengan ketentuan minimum dari kebijakan local.

Tanya – Budhi, Swastioko (Singgar Mulia)

Mungkin diantara teman-teman ada yang menerima email 4 MB mengenai safety para pekerja kita yang sedang membangun gedung bertingkat. Terus terang saya yang bekerja di industri yang sangat peduli terhadap aspek keselamatan kerja merasa prihatin terhadap kondisi tersebut, sehingga saya berinisiatif untuk membuat presentasi dari foto-foto yang saya terima tersebut dalam dokumen “Bekerja di Ketinggian Gedung”. Anda dapat mendownloadnya dari URL : http://www.migas-indonesia.net/index.php?option=com_docman&task=cat_view&gid=255&Itemid=42. Saya tambahkan juga 2 dokumen lainnya yang relevan dengan “bad habit” yaitu : “Safety Cartoon” dan “Work Safety Competition”.

FYI, di tempat kerja saya, bekerja di ketinggian 2 meter sudah termasuk working at height yang mengharuskan menggunakan safety harness. Pekerjaan tidak akan dimulai dan dilaksanakan sebelum kajian risiko dibuat dan didiskusikan oleh team pelaksana. Alat pelindung diri harus dipakai sesuai dengan risiko pekerjaan atau sesuai dengan ketentuan minimum dari kebijakan local.

Tanggapan 1 – Budhi, Swastioko (Singgar Mulia)

Terima kasih atas kiriman dokumen “Work at Height Regulations” (attachment terlampir).

Bagi yang ingin versi aslinya dalam format PPS, silahkan download dari http://www.migas-indonesia.net/index.php?option=com_docman&task=cat_view&gid=251&Itemid=42.

Attachment : Work at height Regulation.pdf

Tanggapan 2 – Achmad Husni

Bagaimana practice yang benar untuk pekerjaan working at heights yang tidak ada structure yang bisa untuk mengkaitkan hook dari bodyharness? Seperti pekerjaan diatas roof, bekerja melalui mancage, bekerja dipinggir tebing dsb.

– beberapa kali saya untuk kondisi seperti contoh bekerja diatas roof workshop dengan membuat tiang dan membuat lifeline tetapi karena talinya melendut (walaupun sudah diikat kencang) tetap potensi jatuh dan terluka tetap ada khususnya untuk baru memulai (pekerjaan persiapan). Masalah lainnya membuat tiang yang kuat khususnya untuk bentang yang lebar
(material, koneksi, detail pengerjaan).

– Untuk mancage yang diangkat crane, dimana seharusnya dikaitkan bodyharnessnya?

– Untuk bekerja didekat tebing bagaimana practice yang benar?

mohon sharing pengalamannya plus jika ada referensi standardsnya.

Tanggapan 3 – hanang h

Terimakasih Pak Budi dan Pak Rosli atas sharenya yang sangat bermanfaat, tentunya bukan hanya untuk saya, tapi juga untuk rekan-rekan yang lain. Tapi ada satu hal yang menimbulkan tanda tanya di pikiran saya, adalah penggunaan istilah ‘Regulation’. Sepemahaman saya (mohon dikoreksi jika saya salah), yang disebut dengan ‘Regulation’ (atau banyak diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia sebagai ‘peraturan’), adalah sesuatu yang mengikat secara legal atas pemberlakuannya, dan hanya dikeluarkan oleh otoritas yang memiliki kewenangan hukum untuk mengeluarkannya (authority having jurisdiction..?), yang dalam hal ini adalah pemerintah ataupun lembaga pemerintah terkait. (Sekali lagi mohon dikoreksi jika saya salah).

Mungkin hal penggunaan istilah seperti ini, sekilas kelihatan remeh dan sepele, tapi dalam pemahaman saya, ini bukan perkara remeh-temeh karena selalu terkait dengan aspek legalitas pemberlakuannya. Sebagaimana dalam pekerjaan sehari-hari kita menemukan istilah-istilah semacam:

– Regulation

– Standard

– Recommended Practice

– Procedure

– dan sebagainya..

Istilah-istilah tersebut mempunyai tempat aplikasinya masing-masing, dan mungkin kita harus lebih jeli lagi dalam hal seperti ini.

Kembali ke file attachment sebagaimana email di bawah, mungkin Pak Rosli sebagai pengirim pertama bisa memberikan penjelasan kepada kita semua, itu ‘Regulation’ yang mengeluarkan siapa dan darimana, siapakah yang responsible terhadap pemberlakuannya secara legal.., mohon bisa diinformasikan secara jelas. (Terlepas bahwa materinya memang technically bagus dan bermanfaat untuk kita).

Demikian saja.., mungkin ada tambahan masukan dari rekan-rekan lain.., dipersilakan..

Tanggapan selengkapnya dapat dilihat dalam file berikut: