Secara umum, aplikasi GC adalah untuk analisa senyawa hidrokarbon, dan ini yang umum dipergunakan. Sedangkan pengertian yang dipahami dengan kemampuan GC menganalisa sulfur, chlor, fluor dan sebagainya itu, bukan berarti bahwa si GC bisa dipergunakan untuk menganalisa senyawa2 sulfur, chlor ataupun flor secara umum. Sepemahaman dan sepengalaman saya, yang dimaksud itu adalah senyawa-senyawa hidrokarbon yang mengandung gugus sulfur, chlor atupun fluor. Jadi, yg dimaksud adalah: organo-sulfur, organo-chlor dan organo-fluor. Penggunaan GC untuk analisa CO2, saya belum pernah tahu bahwa hal itu pernah dilakukan, dan juga belum menemukan referensinya. CO2 seringkali menghasilkan semacam signal-noise pada grafik chromatograph yang dihasilkan, dan ini tidak stabil. Karena ketidak aplikabelan inilah maka pada aplikasi-aplikasi praktis untuk CO, CO2, NO/NOx, SO/SOx digunakan analyzer tersendiri, tidak menggunakan GC (rule of thumb: just use the GC for analyzing hydrocarbons and their derivatives).

Tanya – Gamler.Sigalingging@ptcs

Rekans ada yg punya rules migas untuk gas chromatograph?, mohon sharing japri jg boleh.

Tanggapan 1 – ebahagia

Pak Gamler,

Sepengetahuan saya untuk Gas Chromatography punya aplikasi yang sangat luas, dari analisa minyak, gas dan air.

http://en.wikipedia.org/wiki/Gas_chromatography

Sample preparation sangat mempengaruhi hasil pengukuran, selain jenis detector yang dipakai. Untuk mengukur berbagai komposisi gas & besarannya pada sampel jenis cairan misalnya crude sebaiknya melalui tahapan degassing. Dengan tujuan memisahkan gas-gas dari cairan, baru di analisa dengan detektor yang sesuai.

Kualitas dan kemurnian dari carrier + burning gas juga ikut mempengaruhi akurasi pengukuran. Yang terakhir … hal mendasar tapi sering salah prosedur adalah tata cara pengambilan sampel, sampling point, kemasan/kontainer & handling. Sampel yang di analisa di harapkan mewakili material secara keseluran, bila kualitas sampel tidak bagus… Anda bisa bayangkan efeknya pada hasil pengukuran dan para pengguna data tersebut.

Soal prosedur saya minim info, mungkin BSN, SNI punya panduan? Atau rekan-rekan di SUCOFINDO dan LEMIGAS bisa komentar?

Mohon koreksi dan masukan rekan-rekan yang lain.

Tanggapan 2 – Rovicky Dwi Putrohari

Apakah GC hanya untuk ‘flamable fluids’ C1-C2- … C30 dst ?
Atau juga bisa dipakai untuk mendeteksi H2S, CO2 dsb ?

Tanggapan 3 – Adhi budhiarto

Kalo ngeliat list-nya ASTM Standard Method, bisa untuk macem2 mas.

Contohnya :

ASTM D5303 : Standard Test Method for Trace Carbonyl Sulfide in Propylene by Gas Chromatography

ASTM D5441 : Standard Test Method for Analysis of Methyl Tertier Butyl Ether (MTBE) by Gas Chromatography ASTM D6968 : Standard Test Method for Simultaneous Measurement of Sulfur Compounds and Minor Hydrocarbons in Natural Gas and Gaseous Fuels by Gas Chromatography and Atomic Emission Detection etc.

Tanggapan 4 – Maison Des Arnoldi

Saya pernah pakai GC utk ngukur H2S dalam Hidrokarbon, silica dalam HC. Cukup banyak vendor yang bisa menyediakan alat2 GC ini.

Tanggapan 5 – ebahagia

Pak De…

CO2 bisa pakai GC( H2, CH4, O, N, CO, CO2, C2H2, C2H4, C2H6, C4H6, C3H8 etc)
H2S pakai titrasi dengan sensor electrochemical

Tanggapan 6 – Nata

Untuk sulfur compound, bisa jg pake GC dengan detector PFPD. Tapi botol samplenya pake yang khusus.

Pembahasan selengkapnya dapat dilihat dalam file berikut: