Select Page

KPI (KPI untuk General Manager) sebuah refinery bisa berupa: – Fuel consumption (biasanya dalam TSRF/Ton Setara Refinery Fuel); – Biaya operasi (biasanya dalam US$/bbl); – Jumlah hari operasi unit2 critical; – Kapasitas pengolahan kilang (bisa dalam BPD or % design capacity), bisa juga lebih spesifik kapasitas pengolahan unit produksi tertentu (kalo unit produksi tersebut dianggap critical); – Jumlah produksi produk2 tertentu yang dianggap penting (LPG, kerosene, diesel, premium, coke, wax, etc.) ; – Memperoleh/mempertahankan sertifikat ISO (9001 or 14001 or 14025); – Memperoleh/mempertahankan status proper (biru/hijau); – Zero accident; – Jumlah near miss.

Tanya – Yulianus Ladung

Dear experts,

Saya sedang ada mencari informasi mengenai KPI (Key Perfomance Index) yang biasa dipakai di industry migas, khususnya yang biasa digunakan di refinery. Barangkali diantara rekan-rekan experts sekalian, ada yang sudi berbagi informasi mengenai hal ini?

Terima kasih.

Tanggapan 1 – Rudi Rudiana

Mohon kepada : ahli, praktisi dan siapapun yang bisa membantu pencerahan tentang refinery minyak yang diproduksi kira-kira 10000 BOPD: chemical apa saja untuk refinery tsb.trims

Tanggapan 2 – adhi budhiarto

Chemical yang dipake di refinery buanyak banget mas, tergantung konfigurasi kilangnya. Sebagian dari chemical yang ada di refinery adalah sebagai berikut :

– Filming/neutralizing amine (diinjeksi di top kolom CDU, di upstream CDU column condenser)

– Antifoulant (biasanya diinjeksi di preheater upstream kolom CDU atau diinjeksi di upstream CDU bottom heat exchanger atau diinjeksi di upstream VDU bottom heat exchanger)

– Corrosion inhibitor (diinjeksi di kolom absorber/stripper di unit2 HDT, HCU, ARU, SWS)

– Antifoam (diinjeksi di kolom amine regenerator di unit2 ARU & di SWS column/stripper di SWS)

– Antifoam untuk DCU (beda characteristic dengan antifoam untuk ARU & SWS; biasanya digunakan silicone base karena sangat efektif untuk DCU)

– Amine (MEA, MDEA, DGA) – digunakan sebagai absorbent di High Pressure & Low Pressure Amine Absorber di (VGO) HDT & di Absorber/Gas Amine Contactor di FCC/HOFCC/RCC

– Oxygen scavenger (di WTP unit UTL)

– Phosphate/boiler internal treatment chemical (untuk internal treatment boiler yang ada di UTL atau di unit2 operasi)

– Condensate treatment chemical (di UTL atau di downstream unit2 operasi yang menghasilkan condensate)

– Anitioxidant, red dye, green dye, metal deactivator, pour point depressant, lubricity additive (di Tank Farm)

– Coagulant, NaOH (WWTP)

– Demulsifier (WWTP atau untuk desalter yang biasanya ada di unit CDU atau VDU)

– Pottassium Carbonate (K2CO3), DEA, Vanadium Pentoxide (V2O5) untuk unit Hydrogen Plant yang menggunakan benfield system

– Soda ash (Na2CO3) biasanya dipake saat Turn Around, untuk melapisi material Austenitic Steel dari equipment2 (heat exchanger & reactor) sebelum berkontak dengan udara.

– PDC (Propylene Dichloride) untuk menjaga level keasaman di reaktor catalytic reforming (UOP menyebutnya unit platforming)

Singkatan2 :

CDU : Crude Distillation Unit

VDU : Vacuum Distillation Unit

HDT : Hydrotreating

HCU : Hydrocracking Unit

ARU : Amine Regeneration Unit

SWS : Sour Water Stripper

DCU : Delayed Coking Unit

VGO : Vacuum Gas Oil

MEA : Mono Ethanol Amine

DEA : Diethanol Amine

MDEA : Mono Diethanol Amine

DGA : Diglycol Amine

FCC : Fluid Catalytic Cracking

HOFCC : High Olefine Fluid Catalytic Cracking

RCC : Residual Catalytic Cracking

WTP : Water Treatment Process

UTL : Utilities

WWTP : Waste Water Treatment Process

Tanggapan 3 – adhi budhiarto

Mas Yulianus,

KPI sebuah refinery bisa berupa (ini KPI untuk General Manager-nya ya, soalnya untuk KPI bawahannya bisa lebih detil lagi agar KPI GM bisa tercapai):

– Fuel consumption (biasanya dalam TSRF/Ton Setara Refinery Fuel)

– Biaya operasi (biasanya dalam US$/bbl)

– Jumlah hari operasi unit2 critical

– Kapasitas pengolahan kilang (bisa dalam BPD or % design capacity), bisa juga lebih spesifik kapasitas pengolahan unit produksi tertentu (kalo unit produksi tersebut dianggap critical)

– Jumlah produksi produk2 tertentu yang dianggap penting (LPG, kerosene, diesel, premium, coke, wax, etc.)

– Memperoleh/mempertahankan sertifikat ISO (9001 or 14001 or 14025)

– Memperoleh/mempertahankan status proper (biru/hijau)

– Zero accident

– Jumlah near miss

Kalo mau tau KPI bawahannya si GM refinery, boleh juga nanti saya uraikan (misalnya KPI-nya Engineering Manager or Production Manager), upon request ya, soalnya bakalan panjang deh e-mailnya kalo diuraikan sampe ke bawahannya Pak GM refinery.

Tanggapan 4 – agus suryono

Mas Ladung,

Saya cuma mau nambahkan info pak Adhi,
KPI refinery dikelompokkan menjadi 4 Kelompok besar yaitu :

I. Financial

KPI : Processing cost ($/bbl)

II.Operational

KPI : Volume produk utama (BBM) (JT KL per tahun)

Plant availability factor (PAF) (%)

Pemakaian refinery fuel (BSRF / bbl crude)

Total refinery loss (%vol on crude)

Realisasi top initiative (%)

III. Pengembangan

KPI : Realisasi fisik dan finansial ABI (Anggaran biaya investasi)

IV. HSE

KPI : Number of Accident, Kategori Proper, Resertifikasi ISO dll.

Demikian pak,

Share This